10 Cara Membuat Anak Tahu Ia Berada di Pertemanan yang Toxic

Teman yang toxic dapat membahayakan kesehatan mental remaja

22 Oktober 2021

10 Cara Membuat Anak Tahu Ia Berada Pertemanan Toxic
Pexels/Mary Taylor

Pertemanan yang baik sangatlah penting bagi anak di masa-masa remaja untuk berkembang di dunia luar. Namun kepribadian setiap orang yang berbeda-beda, bisa membuat anak mendapatkan pertemanan yang toxic atau membawa dampak buruk baginya.

Teman yang toxic seringkali membuat anak kesal dan menyebabkan ketegangan di antara teman-temannya. Tetapi sulit bagi remaja untuk tahu apakah temannya ini perlu dimaafkan atau apakah beracun dan perlu ditinggalkan.

Penting bagi remaja untuk mengetahui tanda-tanda umum bahwa seseorang tidak hanya toxic, tetapi juga berbahaya bagi kesehatan mentalnya.

Untuk itu, Popmama.com telah merangkum 10 cara membuat anak tahu bahwa ia berada di dalam pertemanan yang toxic. Ini mungkin sudah saatnya untuk mengevaluasi kembali persahabatan mereka. 

1. Teman yang toxic hanya datang ketika ada perlunya saja, namun tak ada ketika dibutuhkan

1. Teman toxic ha datang ketika ada perlu saja, namun tak ada ketika dibutuhkan
Pexels/Mary Taylor

Teman yang toxic hanya datang pada anak ketika keadaannya baik-baik saja atau mereka membutuhkan sesuatu dari anak, seperti nasihat.

Mereka mungkin menelepon remaja mama selama satu jam penuh hanya untuk membicarakan masalah mereka, lalu dengan setengah hati melontarkan “apa kabar?” sebelum segera mengalihkan pembicaraan kembali ke diri mereka sendiri.

Namun sebaliknya, teman-teman yang toxic ini sering tidak dapat dihubungi saat anak membutuhkannya. Sehingga, ingatkan anak bahwa sangat penting untuk mencari pertemanan yang dapat memberi maupun menerima dukungan, ini dapat menjaga hubungan tetap sehat dan stabil.

2. Teman yang toxic tidak menghormati batasan yang anak miliki

2. Teman toxic tidak menghormati batasan anak miliki
Freepik/Gpointstudio

Saling menghormati adalah dasar yang diperlukan untuk hubungan yang sehat. Terkadang seorang teman dapat menganggapnya sebagai 'tanda kedekatan' untuk mengabaikan batasan, padahal kenyataannya mereka memanfaatkan anak mama.

Misalnya mereka menekan anak untuk pergi keluar, saat ia sedang mencoba untuk bersantai dan beristirahat, atau mereka meminjam pakaian dan perhiasan anak tanpa bertanya.

Teman yang toxic ini menganggap bahwa jika mereka sudah cukup dekat, mereka bisa mengakses waktu dan barang-barang milik orang lain. Tetapi pada akhirnya, anak mungkin merasa tidak dihargai, tidak didengar, dan tidak diperhatikan.

Meski teman seperti itu mungkin tidak memiliki niat buruk, tetapi perilaku tidak pengertian mereka tidak dapat diabaikan.

3. Teman yang toxic mencoba mengubah kepribadian anak

3. Teman toxic mencoba mengubah kepribadian anak
Pexels/RODNAE Productions

Meskipun penting untuk berbagi kesamaan, persahabatan berkembang ketika dua orang dapat mengekspresikan dan merayakan perbedaan satu sama lain.

Jika berada dalam hubungan yang beracun, mereka mungkin meminta anak untuk menjadi seseorang yang bukan dirinya sendiri. Mereka mungkin mengetahui hal-hal yang anak tidak sukai, dan menempatkannya dalam situasi yang tidak nyaman.

Atau mereka mungkin meminta anak untuk berbicara, berpakaian, atau berperilaku berbeda.

Meskipun penting untuk saling menantang dengan penuh kasih, dan mendorong satu sama lain untuk menghentikan potensi perilaku berbahaya, itu menjadi berbahaya ketika mereka menekan anak untuk mengubah karakternya.

4. Teman yang toxic selalu membawa 'drama' dalam hidup anak

4. Teman toxic selalu membawa 'drama' dalam hidup anak
Pexels/Monstera

Tanda paling penting dari hubungan pertemanan yang toxic adalah ketika seorang individu menghasut drama ke mana pun mereka pergi.

Ketika mereka ada, selalu ada kekacauan, baik karena mereka selalu berdebat dengan seseorang atau menyebabkan masalah, atau karena hal-hal yang tidak dapat dipercaya terus terjadi pada mereka.

Ketika anak berada dalam pertemanan yang toxic, ingatkan ia untuk waspadalah terhadap 'drama' dan jangan dipaksakan untuk terus bersama. Lepaskan demi kebutuhan kesehatan mental yang lebih baik, dan ucapkan kata perpisahan.

Editors' Picks

5. Teman yang toxic membuat anak merasa tidak nyaman saat berada di sekitar mereka

5. Teman toxic membuat anak merasa tidak nyaman saat berada sekitar mereka
Pexels/RODNAE Productions

Terkadang anak bertemu dan berteman dengan seseorang yang membuatnya merasa tidak nyaman. Anak remaja mama mungkin tidak yakin mengapa, tetapi ia memiliki perasaan tidak enak saat bersama mereka.

Secara umum, menghabiskan waktu dengan teman dekat seharusnya membuat anak merasa baik. Namun mungkin menghabiskan waktu dengan satu teman tertentu membuat anak lebih mudah gelisah atau kesal.

Jika anak mama merasakan perasaan tidak tenang ini, pertimbangkan untuk melihat lebih dekat pada diri sendiri dan persahabatannya.

Apakah ia merasa tidak nyaman karena kurang familiar atau tidak nyaman karena tidak merasa aman? Cari tanda-tanda lain sebelum menentukan bahwa hubungan ini beracun.

6. Teman yang toxic tidak dapat diprediksi

6. Teman toxic tidak dapat diprediksi
Pexels/RODNAE Productions

Anak dapat merasa senang ketika berada di sekitar beberapa temannya. Namun, beberapa teman tersebut mungkin bisa masuk ke 'wilayah' yang tidak dapat diprediksi.

Walau ketidakpastian tidak selalu menunjukkan teman yang toxic, anak harus waspada ketika kata-kata dan tindakan mereka menyebabkan rasa takut, sadar diri, atau diserang.

Mungkin mereka kesal dan meneriaki anak karena hal-hal kecil, seperti lupa mematikan TV atau tidak mengembalikan jaket yang mereka pinjamkan, dan kemudian bertindak seolah-olah tidak terjadi apa-apa pada menit berikutnya.

Jika itu masalah yang terjadi pada pertemanan anak mama, lanjutkan dengan hati-hati. Karena tidak pernah tahu bagaimana mereka akan bereaksi, anak mungkin akan kesulitan untuk merasa nyaman di sekitar mereka.

7. Teman yang toxic suka bergossip

7. Teman toxic suka bergossip
Pexels/RODNAE Productions

Gosip sering menimbulkan ketidakpercayaan dan kecurigaan, terutama jika mereka terus-menerus bergosip tentang orang lain.

Jika anak sering mendengar mereka berbicara buruk tentang orang lain, bisa diasumsikan bahwa mereka mungkin berbicara tentang anak mama kepada orang lain, dan tidak dapat menjaga rahasia.

Anak mungkin mendengar temannya berbicara tentang orang lain, tetapi ia terus mendengar informasi tentang dirinya dari seseorang yang tidak dekat dengannya.

Tidak ada yang merusak kepercayaan dalam persahabatan lebih cepat daripada gosip, terutama jika itu kebiasaan.

8. Teman yang toxic jarang meminta maaf dengan benar

8. Teman toxic jarang meminta maaf benar
Pexels/RODNAE Productions

Semua manusia melakukan kesalahan, tetapi bagian dari menghormati teman adalah mengakui kesalahan kita, meminta maaf, dan berkomitmen untuk mengubah perilaku. 

Di sisi lain, teman yang toxic cenderung menghindari permintaan maaf atau menawarkan kata "maaf" yang setengah hati ketika anak mengetahui perilaku buruknya.

Daripada meluangkan waktu untuk mengunggu teman yang toxic untuk mengatakan, "Maaf, kamu merasa seperti itu" atau menindaklanjuti permintaan maafnya. Ingatkan bagaimana mereka menunjukkan ketidakpedulian dari tindakannya, yang memengaruhi anak mama.

9. Teman yang toxic terus menjatuhkan anak

9. Teman toxic terus menjatuhkan anak
Pexels/RODNAE Productions

Teman seharusnya saling berbagi kebahagiaan dan dukungan bukan? Tak seperti teman anak lainnya, teman yang toxic jarang memuji atau mendukung anak.

Faktanya, mereka mungkin tidak pernah membuat anak bersemangat atau memberi selamat atas pencapaiannya. Sebaliknya, mereka lebih cenderung menjauhi saat anak merasa sedih dan jarang membuat anak merasa nyaman dengan diri sendiri.

Mereka juga mungkin cemberut ketika orang lain memberikan semangat pada anak mama. Hasilnya, anak jarang bahagia atau santai di sekitar mereka, dan ia cenderung merasa kehabisan energi.

10. Teman yang toxic sering cemburu pada teman anak yang lain

10. Teman toxic sering cemburu teman anak lain
Pexels/Katerina Holmes

Seorang teman yang toxic akan kesulitan kedatangan teman-teman lain, dan cenderung sangat cemburu ketika anak mama bersama orang lain.

Mereka dapat mengalihkan kesalahan dan mencoba membuat jarak dengan anak, dan persahabatan yang ada.

"Mereka sangat cemburu pada teman anak dan bahkan akan mengatakan bahwa ia adalah satu-satunya teman mereka, dan satu-satunya orang yang mereka sayangi," kata Dr Perpetua Neo, seorang psikolog dan terapis yang dilansir dari The Source.

Nah itulah beberapa cara membuat anak tahu ia berada di pertemanan yang toxic. Jika anak menyadari sifat beracun ini cukup jelas pada seorang teman, maka inilah saatnya bagi Mama untuk mengajak anak berbicara.

Mama juga tahu apa yang menjadi pemicu mental dan emosional anak. Selalu ingatkan anak apa yang menjadi pemicu-pemicu ini, dan cobalah untuk menghindari 'ranjau' tersebut saat anak memulai percakapan dengan mereka.

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.