7 Cara Mudah untuk Mengatasi Gigi Kuning pada Remaja di Rumah

Gigi kuning dapat mengurangi tingkat kepercayaan diri remaja

23 Februari 2021

7 Cara Mudah Mengatasi Gigi Kuning Remaja Rumah
Freepik/Jannoon028

Pernahkah Mama memerhatikan gigi anak mama yang terlihat sedikit lebih kuning dari yang seharusnya? Perubahan warna gigi pada remaja mungkin tidak begitu tampak, namun dapat meningkat secara bertahap. Beberapa warna kuning mungkin tidak bisa dihindari.

Gigi bisa terlihat lebih kuning atau gelap terutama seiring bertambahnya usia. Saat enamel luar menipis, dentin kuning di bawahnya menjadi lebih terlihat. Dentin adalah lapisan kedua jaringan kalsifikasi di bawah lapisan email luar.

Jika Mama ingin memutihkan gigi remaja untuk meningkatkan rasa percaya dirinya, ada beberapa alternatif yang bisa dicoba di rumah menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan. Berikut Popmama.com akan membahasnya di bawah ini!

Apa Penyebab Gigi Kuning pada Remaja?

Apa Penyebab Gigi Kuning Remaja
Freepik/Prasannapix

Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan gigi menguning. Gigi bisa menjadi kuning disebabkan oleh:

  • Makanan atau minuman tertentu, seperti blueberry, kopi, atau teh
  • Diet tinggi gula dan karbohidrat sederhana
  • Efek samping obat dan obat kumur tertentu
  • Bertambahnya usia
  • Genetika
  • Trauma mulut
  • Konsumsi fluoride yang berlebihan
  • Perawatan gigi dan kebersihan mulut yang buruk
  • Mulut kering kronis atau kekurangan air liur

Nah sekarang Mama sudah tahu kan apa penyebab gigi kuning pada remaja, sekarang cari tahu yuk apa saja cara yang bisa membuat gigi anak lebih putih cerah!

1. Menggosok gigi lebih sering dengan cara yang tepat

1. Menggosok gigi lebih sering cara tepat
Freepik/Talkinapa

Tindakan pertama yang dapat anak lakukan adalah menyikat gigi lebih sering dan dengan cara yang benar. Sangat penting bagi anak untuk menyikat gigi setelah mengonsumsi makanan dan minuman yang dapat menyebabkan gigi menguning.

Namun, berhati-hatilah saat menyikat gigi segera setelah mengonsumsi makanan dan minuman asam. Menyikat setelah mengonsumsi makanan dan minuman asam dapat menipiskan bagian enamel dan menyebabkan erosi.

Ingatkan anak untuk sikat gigi setidaknya dua kali sehari, selama 2 menit setiap kali. Pastikan membersihkan di semua celah. Sikat gigi dengan lembut dalam gerakan melingkar dapat membantu melindungi gusi. Sikat bagian dalam, luar, dan permukaan gigi yang digunakan untuk mengunyah.

Dilansir Healthline.com, menyikat dengan pasta gigi pemutih juga telah terbukti secara ilmiah dapat memutihkan senyum remaja, menurut sebuah studi tahun 2018. Pasta gigi pemutih mengandung bahan abrasif ringan untuk menghilangkan noda di permukaan, tetapi masih cukup lembut.

Menggunakan sikat gigi elektrik juga mungkin lebih efektif dalam menghilangkan noda di permukaan.

2. Soda kue dan hidrogen peroksida

2. Soda kue hidrogen peroksida
Freepik/Rudoelena

Menggunakan pasta yang terbuat dari soda kue dan hidrogen peroksida dikatakan dapat menghilangkan penumpukan plak dan bakteri untuk menghilangkan noda.

Campurkan satu sendok makan soda kue dengan dua sendok makan hidrogen peroksida untuk membuat pasta. Setelah itu sikat gigi dan bilas mulut secara menyeluruh dengan air seperti biasa setelah menggunakan pasta ini.

Mama juga bisa menggunakan perbandingan bahan yang sama untuk membuat obat kumur. Atau, agar lebih aman, Mama bisa mencoba soda kue dengan air. Soda kue dan hidrogen peroksida dapat dibeli secara online atau di toko terdekat.

Menurut sebuah studi tahun 2012, menemukan bahwa orang yang menggunakan pasta gigi yang mengandung soda kue dan hidrogen peroksida dapat menghilangkan noda gigi dan memutihkan gigi mereka, dan menunjukkan peningkatan yang signifikan setelah 6 minggu.

Review penelitian tentang pasta gigi dengan baking soda tahun 2017 juga menyimpulkan bahwa pasta gigi dengan soda kue efektif dan aman untuk menghilangkan noda gigi dan memutihkan gigi, serta dapat digunakan setiap hari.

Editors' Picks

3. Berkumur dengan minyak kelapa

3. Berkumur minyak kelapa
Freepik

Berkumur dengan minyak kelapa dikatakan dapat menghilangkan plak dan bakteri dari mulut, yang membantu memutihkan gigi. Pilihlah minyak kelapa organik murni yang tidak mengandung bahan berbahayam, minyak kelapa murni dapat Mama beli secara online atau offline.

Minta anak untuk kumur 1-2 sendok teh minyak kelapa selama 10 hingga 30 menit. Jangan biarkan minyak menyentuh bagian belakang tenggorokan, dan juga jangan menelan minyak karena mengandung racun dan bakteri dari mulut.

Kemudian bilas mulut dengan dengan air lalu minum segelas penuh air, setelah itu gosok gigi. Masih dilansir dari Healthline.com, memang tidak ada penelitian khusus yang mengkonfirmasi efek pemutihan gigi dari oil pulling.

Namun, sebuah studi tahun 2015 menemukan bahwa oil pulling atau berkumur menggunakan minyak wijen dan minyak bunga matahari mengurangi radang gusi yang disebabkan oleh plak.

Oil pulling dapat memberikan efek pemutihan pada gigi, karena penumpukan plak dapat menyebabkan gigi menguning. Tetapi, diperlukan studi lebih lanjut tentang pengaruh oil pulling dengan minyak kelapa.

4. Apple cider vinegar (Cuka sari apel)

4. Apple cider vinegar (Cuka sari apel)
Freepik/rawpixel.com

Cuka sari apel dapat digunakan dalam jumlah yang sangat sedikit untuk memutihkan gigi. Yaitu dengan mencampurkan 2 sendok teh cuka sari apel dengan 170ml air. Kumur larutan selama 30 detik. Kemudian bilas dengan air dan sikat gigi.

Penelitian yang diterbitkan pada 2014, menemukan bahwa cuka apel memiliki efek pemutihan pada gigi sapi. Namun perlu diperhatikan bahwa hal berkumur dengan cuka sari apel berpotensi menyebabkan kerusakan pada kekerasan dan struktur permukaan gigi.

Jadi, ingatkan anak untuk menggunakannya dengan hati-hati, dan gunakan hanya untuk waktu yang singkat. Cuka sari apel ini membutuhkan penelitian lebih banyak dengan manusia untuk memperluas temuan ini.

5. Kulit lemon, jeruk, atau pisang

5. Kulit lemon, jeruk, atau pisang
Freepik/stockking

Beberapa orang mengklaim bahwa mengoleskan kulit lemon, jeruk, atau pisang pada gigi akan membuatnya lebih putih. Hal ini disebabkan oleh senyawa d-limonene dan / atau asam sitrat, yang ditemukan di beberapa kulit buah jeruk, dapat membantu memutihkan gigi.

Minta anak untuk menggosokkan kulit buah dengan lembut pada giginya selama kurang lebih 2 menit. Pastikan untuk membilas mulut secara menyeluruh dan menyikat gigi setelahnya. Penelitian ilmiah yang membuktikan efektivitas penggunaan kulit buah untuk membuat gigi lebih putih masih kurang.

Namun, sebuah studi tahun 2010, melihat efek pasta gigi yang mengandung 5 persen d-limonene dalam menghilangkan noda gigi akibat merokok dan teh.

Orang yang menyikat dengan pasta gigi yang mengandung d-limonene yang dikombinasikan dengan pasta gigi pemutih, dua kali sehari selama 4 minggu secara signifikan mengurangi noda merokok, meskipun tidak menghilangkan noda merokok atau noda teh yang sudah lama ada.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah d-limonene efektif dengan sendirinya. Sebuah studi tahun 2015 melaporkan bahwa pemutihan gigi dengan stroberi atau menggunakan asam sitrat tidak efektif.

Sedangkan, sebuah studi tahun 2017 menguji potensi ekstrak asam sitrat dari empat jenis kulit jeruk berbeda sebagai pemutih gigi. Mereka terbukti memiliki kemampuan yang bervariasi dalam memutihkan gigi, dengan ekstrak kulit jeruk tangerine memberikan hasil terbaik.

Namun, ingatkan anak agar hati-hati saat menggunakan cara ini, karena buah bersifat asam. Asam dapat mengikis dan merusak enamel gigi. Jika anak memperhatikan bahwa giginya menjadi lebih sensitif, hentikan penggunaan metode ini.

6. Active charcoal (arang aktif)

6. Active charcoal (arang aktif)
Freepik/Trumronnarong

Mama juga bisa meminta anak untuk menggunakan active charcoal atau arang aktif untuk menghilangkan noda dari giginya. Arang dipercaya dapat menghilangkan pigmen dan noda dari gigi karena sifat penyerapnya yang tinggi.

Arang juga dikatakan bisa menghilangkan bakteri dan racun di mulut. Maka dari itu, ada beberapa pasta gigi yang mengandung arang aktif dan diklaim dapat memutihkan gigi. Mama juga bisa membeli arang aktif untuk memutihkan gigi secara online atau di apotik.

Buka kapsul arang aktif dan taruh isinya di sikat gigi. Gosok gigi dengan lembut dengan gerakan lingkaran kecil selama 2 menit. Namun, ingatkan anak untuk berhati-hati dengan area di sekitar gusi karena dapat bersifat abrasif. Hindari menyikat terlalu kencang, lalu buang dan kumur.

Jika gigi anak sensitif atau ingin membatasi sifat abrasif arang, Mama bisa meminta anak untuk hanya mengoleskannya pada gigi dan biarkan selama 2 menit. Selain itu, arang aktif juga bisa digunakan sebagai obat kumur dengan mencampurkan arang aktif dengan sedikit air.

Kumur larutan ini selama 2 menit lalu keluarkan. Bilas mulut secara menyeluruh dengan air setelah menggunakan arang aktif.

Bukti ilmiah lebih lanjut diperlukan untuk menyelidiki efektivitas arang aktif untuk pemutihan gigi. Satu makalah yang diterbitkan pada tahun 2019 menemukan bahwa pasta gigi arang dapat memutihkan gigi dalam waktu 4 minggu setelah digunakan, tetapi tidak seefektif pasta gigi pemutih lainnya.

Penelitian telah menemukan bahwa arang aktif dapat bersifat abrasif pada gigi dan restorasi berwarna gigi, yang menyebabkan hilangnya struktur gigi. Sifat abrasif ini bisa membuat gigi justru tampak lebih kuning.

Jika email anak terlalu banyak terkikis, akan lebih banyak dentin kuning di bawahnya yang akan terlihat. Berhati-hatilah saat menggunakan pasta gigi berbahan dasar arang, terutama karena kurangnya bukti untuk membuktikan keefektifan dan keamanannya.

7. Makan buah dan sayur dengan kandungan air lebih tinggi

7. Makan buah sayur kandungan air lebih tinggi
Freepik

Konon mengonsumsi buah dan sayuran mentah dengan kandungan air yang tinggi dapat membantu menjaga kesehatan gigi. Kandungan air tersebut dipercaya dapat membersihkan gigi dan gusi dari plak dan bakteri penyebab gigi menguning.

Mengunyah buah dan sayuran yang renyah di akhir makan dapat meningkatkan produksi air liur. Ini dapat membantu menghilangkan partikel makanan yang menempel di gigi dan menghilangkan asam berbahaya.

Meskipun tidak ada keraguan bahwa asupan tinggi buah dan sayuran baik untuk gigi dan kesehatan secara keseluruhan, tidak banyak bukti ilmiah yang mendukung klaim ini. Namun, mengonsumsi makanan sehat ini sepanjang hari tentu tidak akan merugikan.

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2019 menemukan bahwa kekurangan Vitamin C dapat meningkatkan keparahan periodontitis. Meskipun penelitian ini tidak melihat efek Vitamin C pada gigi, penelitian ini menghubungkan kadar Vitamin C plasma yang tinggi, dengan gigi yang sehat.

Penelitian menunjukkan bahwa kadar Vitamin C yang tinggi dapat mengurangi jumlah plak yang menyebabkan gigi menjadi kuning.

Sedangkan, sebuah studi tahun 2012 menemukan bahwa pasta gigi yang mengandung ekstrak papain dan bromelain menunjukkan penghilangan noda yang signifikan. Papain merupakan enzim yang ditemukan di pepaya, dan Bromelain adalah enzim yang ada di nanas.

Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memperluas temuan ini.

Cara Mencegah Gigi Kuning pada Remaja

Cara Mencegah Gigi Kuning Remaja
Freepik

Memutihkan gigi tidak dapat dilakukan dengan instan, sehingga ketika remaja berhasil mengembalikan senyum cerahnya, ia telah bekerja keras dengan sangat baik. Namun, akan lebih baik jika ia menjaga warna putih di giginya agar tidak kembali menguning.

Dilansir dari Webmd.com, berikut adalah beberapa tips untuk membantu anak dalam menjaga giginya agar tetap putih bersih:

  • Hindari konsumsi makanan dan minuman yang dapat menodai gigi, seperti kopi dan teh. Jika anak memang memilih untuk mengonsumsi minuman tersebut, pertimbangkan untuk menggunakan sedotan agar cairannya dapat melewati gigi depannya.
  • Sikat atau bilas segera setelah mengonsumsi minuman atau makanan penyebab noda.
  • Ikuti praktik kebersihan mulut yang baik. Sikat gigi setidaknya dua kali sehari, gunakan benang gigi setidaknya sekali sehari untuk menghilangkan plak, dan bilas dengan obat kumur antiseptik setidaknya sekali sehari untuk membunuh bakteri penyebab plak. Selain itu, gunakan pasta gigi pemutih (hanya sekali atau dua kali seminggu) untuk menghilangkan noda di permukaan dan mencegah kekuningan. Gunakan pasta gigi biasa di waktu lainnya.
  • Pertimbangkan perawatan tambahan. Tergantung dari metode pemutihan yang anak gunakan di rumah, ia mungkin perlu melakukan perbaikan setiap enam bulan, atau setelah satu atau dua tahun.

Setelah mengetahui cara mengatasi gigi kuning anak, Mama jadi tahu ada banyak pilihan di rumah yang bisa dicoba untuk memutihkan gigi anak.

Namun, ingat untuk selalu berhati-hati, karena mungkin anak tak sengaja merusak enamel atau gusi, yang dapat menyebabkan sensitivitas dan gigi berlubang.

Cara terbaik untuk memutihkan gigi adalah dengan mencegah noda sebelum terjadi, terus lakukan kebersihan mulut yang baik, dan lakukan pemeriksaan gigi secara teratur.

Jika anak mama telah mencoba metode ini dan tidak berhasil, dokter gigi mungkin dapat membantu remaja dalam menentukan apakah perlu menggunakan metode perawatan lain yang mungkin lebih baik.

Semoga informasinya bermanfaat, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.