5 Ciri Anak yang Belum Siap Belajar untuk Hidup Mandiri

Perlu dikenali terlebih dahulu sebelum memaksakan anak hidup mandiri

10 September 2020

5 Ciri Anak Belum Siap Belajar Hidup Mandiri
Freepik/Wavebreakmedia

Semakin beranjak usia anak menjadi remaja, orangtua tentu ingin anaknya dapat hidup mandiri. Anak perlu dilatih untuk melakukan hak-hal sendiri tanpa ada yang melayaninya seperti dahulu, tujuannya agar bisa mengenal lebih jauh arti kehidupan yang sebenarnya.

Kehidupan mandiri ini, sebenarnya dapat dimulai ketika anak mulai masuk ke usia sekolah. Tak hanya dari sekolah, namun hidup mandiri ini juga butuh kesiapan yang lebih matang.

Tak hanya sebatas meninggalkan anak seorang diri untuk bertahan hidup.

Agar dapat mengembangkan karakter mandiri pada anak, sedikitnya Mama perlu mengenali lima ciri dari anak yang belum siap untuk hidup mandiri.

Untuk lebih jelasnya, berikut Popmama.com akan memberikan ulasan ciri-ciri anak yang belum siap belajar hidup mandiri. Yuk simak informasinya!

1. Ketika anak masih ada rasa ingin bergantung pada orang-orang terdekat

1. Ketika anak masih ada rasa ingin bergantung orang-orang terdekat
Freepik/peoplecreations

Bertambahnya usia anak mungkin mendapatkan tuntutan yang memaksakan dirinya untuk bisa hidup mandiri, namun sayangnya hal ini bisa sia-sia jika anak masih ketergantungan pada orang-orang terdekatnya.

Meminta bantuan dari orang lain memang tidak ada salahnya, namun bagi anak yang ingin belajar untuk mandiri seharusnya hal-hal ini dapat dikurangi.

Belajar mandiri seharusnya mengajarkan anak untuk meminimalkan bantuan dari siapapun. Anak harus bisa belajar untuk menyelesaikan segala jenis kendala yang dapat menghambat kelancarannya dalam menjalani hidup.

Editors' Picks

2. Anak belum memiliki niat yang pasti untuk hidup mandiri atau mengambil keputusan sendiri

2. Anak belum memiliki niat pasti hidup mandiri atau mengambil keputusan sendiri
Freepik

Pada dasarnya, remaja yang masih mencari jati dirinya seringkali melakukan apapun tanpa ada niat yang jelas. Semuanya, dapat berjalan di luar dari perkiraannya.

Sama halnya dengan belajar hidup mandiri, tidak akan ada kelancaran jika niat masih sebatas setengah-setengah. Belajar hidup mandiri tidak hanya belajar hidup seorang diri, namun juga keyakinan dalam mengambil keputusan dan memiliki niat awal dalam menentukan kehidupan.

Tanpa adanya niat, hidup mandiri anak mungkin hanya bisa bertahan dalam hitungan hari.

3. Tidak memiliki keberanian untuk melakukan banyak hal dan mengambil risikonya seorang diri

3. Tidak memiliki keberanian melakukan banyak hal mengambil risiko seorang diri
Freepik

Belajar hidup dengan mandiri, berarti mengajarkan anak untuk melakukan segalanya secara sendiri, sangat sedikit atau bahkan tidak ada campur tangan dari orangtua atau keluarga untuk mempermudahnya.

Dalam hal ini, keberanian anak tentu sangatlah dibutuhkan dalam mengambil risiko. Jika anak tidak memiliki keberanian dalam melakukan banyak hal seorang diri, itu tandanya ia belum ada kesiapan dalam menjalani kemandirian.

Maka dari itu, kemandirian merupakan hal yang penting, fungsinya untuk melawan rasa takut dalam mengambil keputusan seorang diri.

4. Masih menjadi seorang yang pemalas dan seringkali mengeluh dalam menjalani kehidupannya

4. Masih menjadi seorang pemalas seringkali mengeluh dalam menjalani kehidupannya
Freepik/sunlight19

Jika anak memiliki karakter yang malas, pasti tidak akan mudah untuk menjalani hidup seorang diri. Karena banyak hal yang perlu dilakukan setiap harinya demi masa depannya.

Jika yang dilakukannya hanya bermalas-malasan, hidup mandiri hanya akan menjadi mimpi buruk bagi dirinya. Maka dari itu, bisa dikatakan anak sangat tidak siap untuk hidup mandiri apabila ia masih suka bermalas-malasan di kesehariannya.

Bagi anak yang telah siap hidup mandiri, mungkin tidak memiliki waktu untuk bermalas-malasan. Ia cenderung lebih produktif karena banyak hal yang perlu dilakukan setiap harinya.

5. Anak belum bisa memotivasi dirinya sendiri ketika sedang stres atau sedang sedih

5. Anak belum bisa memotivasi diri sendiri ketika sedang stres atau sedang sedih
Freepik

Sebenarnya, mengajarkan hidup mandiri pada anak memang tak semudah yang Mama bayangkan, karena hal ini bisa membuat anak mudah stres dan selalu berada dalam kesendirian atau kesedihan.

Melakukan segalanya secara mandiri juga bisa membuat hidup anak terasa sangat hampa dan mengalami kebosanan yang berkepanjangan.

Maka dari itu, anak bisa dikatakan sangat tidak siap untuk mandiri jika ia belum bisa memotivasi diri sendiri ketika dalam kondisi terpuruk. Bangkit dari kesedihan memang tidak mudah, butuh penguat diri yang hanya bisa didapatkan dari pribadi masing-masing.

Nah itu lah beberapa ciri dari anak yang belum siap untuk hidup mandiri. Meski butuh sedikit ketegasan pada diri anak, bukan berarti Mama dapat mengabaikannya begitu saja ya!

Itulah ciri-ciri anak yang belum siap belajar hidup mandiri. Meski hidup mandiri butuh sedikit memaksakan diri, bukan berarti kesiapan bisa kita abaikan begitu saja.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.