Do's and Dont's Saat Mengatasi Pori-Pori Tersumbat di Hidung Remaja

Ini hal yang boleh dilakukan dan harus dihindari remaja untuk mengatasi pori-pori tersumbat

14 Mei 2021

Do's and Dont's Saat Mengatasi Pori-Pori Tersumbat Hidung Remaja
Freepik/User18526052

Pori-pori tersumbat merupakan salah satu masalah kulit remaja yang telah mengalami pubertas. Seringkali ini terjadi pada remaja dengan kulit berminyak, di mana minyak berlebih yang tercampur kotoran membuat pori-pori kulit tersumbat dan rentan berjerawat.

Hidung seringkali menjadi lokasi favorit untuk pori-pori yang tersumbat, bukan? Bahkan anak yang rutin melakukan perawatan kulit kemungkinan besar masih terus dan terus memiliki pori-pori yang terumbat di bagian hidung.

Walaupun komedo termasuk masalah yang umum, tentunya ini dapat mengganggu penampilan anak. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi pori-pori tersumbat di hidung, namun apakah anak melakukannya dengan tepat?

Kali ini, Popmama.com mengumpulkan beberapa hal yang perlu dilakukan dan dihindari remaja saat berusaha menghilangkan pori-pori di hidungnya.

Namun sebelumnya, yuk cari tahu apa penyebab banyaknya pori-pori tersumbat di bagian hidung!

Mengapa Remaja Memiliki banyak Pori-Pori Tersumbat di Hidung?

Mengapa Remaja Memiliki banyak Pori-Pori Tersumbat Hidung
Freepik/Poodphoto

Dilansir dari mindbodygreen.com, hidung cenderung lebih produktif dalam produksi minyaknya. Ini merujuk pada fakta bahwa pori-pori di sana lebih besar, seperti juga kelenjar sebaceous di bawah kulit.

Hal ini lebih sering terjadi jika remaja memiliki jenis kulit berminyak, kombinasi, atau memiliki T-zone yang mengilap. Meskipun pori-pori yang tersumbat dapat berupa komedo, ini juga bisa menjadi filamen sebasea.

"Filamen sebasea secara alami merupakan kumpulan kecil sebum yang merupakan bagian dari struktur pori. Mereka melapisi bagian dalam pori-pori dan membantu aliran sebum di sepanjang lapisan ke dalam kulit. membantu melembabkannya, " ujar Hadley King, MD yang merupakan seorang

dokter kulit bersertifikat dan Instruktur Klinis Dermatologi di Weill Medical College of Cornell University.

Dan sementara kondisi ini cenderung tidak terlihat di tempat lain, filamen sebasea bisa ada di hidung karena ukuran pori dan produksi minyak. Meskipun penampilannya mungkin mengganggu, mereka sebenarnya sangat normal.

Setelah mengetahui alasannya, kini Mama dapat mengetahui apa yang perlu dilakukan dan dihindari saat remaja dalam mengatasi pori-pori tersumbat di hidung di bawah ini!

1. Lakukan: Gunakan asam salisilat

1. Lakukan Gunakan asam salisilat
Freepik/Olha_romaniuk

Meskipun asam alfa dan beta hidroksi merupakan eksfoliator kimia yang bermanfaat, BHA (seperti asam salisilat) dapat bekerja lebih baik untuk mengurangi produksi minyak. BHA bersifat lipofilik, yang artinya dapat menangani minyak dan lemak, yaitu sebum di kulit.

"BHA mampu menembus kulit lebih dalam ke pori-pori untuk membantu mengangkat sel kulit mati, melawan bakteri, dan mengontrol sebum berlebih," kata Zenovia Gabriel, MD yang merupakan seorang dokter kulit bersertifikat dan ahli perawatan kulit hormonal

Seperti yang ia catat, asam salisilat juga ditemukan sebagai antibakteri, membuat Ini sangat efektif untuk remaja yang rentan berjerawat, karena tidak hanya melarutkan minyak berlebih, tetapi juga menargetkan bakteri penyebab jerawat yang menumpuk di pori-pori.

Tindakan ini bisa sangat ideal jika pori-pori anak yang tersumbat sering berubah menjadi berjerawat.

Editors' Picks

2. Lakukan: Menggunakan masker berbeda dalam satu waktu

2. Lakukan Menggunakan masker berbeda dalam satu waktu
Freepik/Drovnin

Selanjutnya adalah multi-masking, konsepnya pun cukup mudah. Daripada mengoleskan masker berjenis clay yang mampu menyerap minyak ke seluruh bagian wajah, cukup oleskan di hidung saja. Anak juga bisa menggunakannya pipi dan dahi jika ia merasa berminyak di bagian tersebut.

Sedangkan untuk anak dengan kulit kombinasi, ia bisa menggunakan masker jenis lain yang menghidrasi, menyejukkan, mencerahkan, atau apa pun yang ia sukai pada bagian wajah yang tak berminyak.

Anak dapat menyukai ide ini karena ia tidak perlu menutupi area kulit yang kering atau sensitif dengan masker penyerap minyak yang dapat menyebabkan iritasi lebih lanjut. Hanya rawat area yang membutuhkan.

3. Lakukan: Jangan lupa untuk tetap menghidrasi kulit

3. Lakukan Jangan lupa tetap menghidrasi kulit
Freepik/Tanyaandalina

Seringkali ketika anak memiliki minyak berlebih, ia bekerja terlalu keras untuk memperbaiki keadaan, dengan menggunakan berbagai masker penyerap jerawat dan ditambah skincare untuk kulit berminyak.

Namun, ini bisa diatasi jika anak tetap dapat menjaga kulitnya tetap terhidrasi. Mungkin akan aneh, tetapi semakin keras anak berusaha menghilangkan minyak dikulitnya, justru kulit akan otomatis mengeluarkan minyak berlebih.

Kulit paling sehat ketika dilembabkan. Belum lagi, anak juga bisa menemukan banyak tanaman herbal yang mampu melembabkan dan secara bersamaan bekerja untuk mengendalikan minyak berlebih.

"Niacinamide dan greentea juga memiliki data dengan penurunan produksi minyak," ujar Melissa Kanchanapoomi Levin, M.D. seorang dokter kulit bersertifikat yang berbasis di Manhattan

4. Hindari: Menggunakan strip pori

4. Hindari Menggunakan strip pori
Freepik/Starast

Strip pori atau yang dikenal dengan pore-strip dapat menarik perhatian anak karena dapat mengangkat banyak komedo saat digunakan. Namun sebaiknya hilangkan kebiasaan menggunakan strip pori ini.

Seperti yang telah dikatakan oleh Dr. King kepada mindbodygreen.com, mereka dapat menyebabkan iritasi jika anak menggunakannya tidak berhati-hati.

"Perekat bisa membuat kulit trauma, jadi pastikan untuk menggunakannya dengan hati-hati dan ikuti instruksinya. Strip pori dapat mengangkat lapisan atas sel kulit mati untuk sementara, tetapi tidak akan mencegah penumpukan komedo" ujarnya.

Dan tentunya, mengangkat strip pori mungkin terasa cukup memuaskan, tetapi sebenarnya cara ini tidak mampu menghentikan pertumbuhan komedo dari hidung.

5. Hindari: Memencet komedo

5. Hindari Memencet komedo
Freepik/Dmitrye

Anak mungkin tergoda untuk menghilangkan komedo dari pori-porinya, namun sebaiknya hindari memencet komedo. Jika itu adalah komedo atau pori-pori yang tersumbat, maka anak berisiko mendorong minyak lebih dalam ke dalam pori-pori, sehingga memperpanjang proses penyembuhan.

Akan lebih parah jika itu adalah filamen sebasea, karena anak dapat membuat kulit menjadi radang yang mungkin sebenarnya merupakan bagian dari struktur pori normal.

6. Hindari: Terlalu banyak mencuci dan mengupas kulit

6. Hindari Terlalu banyak mencuci mengupas kulit
Freepik/User15512728

Seringkali, anak yang memiliki kulit berminyak cenderung lebih sering dan lebih lama saat membersihkan muka, karena menganggap dapat menghilangkan minyak berlebih di wajah.

Jika anak mencuci dengan benar dengan jenis sabun cuci muka yang lembut, ini tidak perlu menjadi hal yang buruk.

Namun, jika anak menggunakan sabun cuci dengan kandungan yang mengelupas kulit secara teratur, seperti surfaktan yang kuat, asam, atau eksfoliator fisik yang abrasif, anak berisiko merusak pelindung dan pori-pori itu sendiri.

Hal ini memicu kulit untuk memproduksi lebih banyak minyak untuk membantu melembabkan dan membentuk lapisan minyak pelindung di atas kulit.

Nah itulah beberapa hal yang perlu dilakukan dan dihindari saat remaja mencoba membersihkan pori-pori tersumbat di hidung.

Beberapa rekomendasi skincare juga perlu disesuaikan dengan jenis kulit anak, sehingga tidak boleh sembarangan dalam memilih perawatan yang digunakan.

Dengan menerapkan beberapa cara diatas, semoga dapat membantu remaja mama dalam mengatasi permasalahan kulit yang satu ini ya!

Baca  juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.