Harus Waspada! 5 Jenis Bullying yang Sering Dialami Anak

Bullying dapat menyerang anak kapan saja dan di mana saja, patut waspada!

18 Agustus 2022

Harus Waspada 5 Jenis Bullying Sering Dialami Anak
Freepik/gpointstudio

Tak dapat dimungkiri bahwa bullying rentan dialami oleh anak, terutama pada mereka yang masih usia sekolah. Bullying awalnya bisa terjadi karena becandaan antara teman, namun, jika dibiarkan lama-lama bisa menjadi tindakan kejahatan.

Perlu diketahui, jika pelaku bully tak hanya menyerang secara fisik atau verbal untuk mengintimidasi dan mengendalikan korbannya. Ada beberapa bullying lainnya yang bahkan tak terlihat di kasat mata.

Inilah pentingnya orangtua harus tahu apa saja jenis-jenis bullying untuk mencegah anak agar tidak menjadi korban atau pelaku bullying.

Berikut Popmama.com telah merangkum 5 jenis bullying pada anak, yang harus orangtua waspadai!

1. Verbal bullying

1. Verbal bullying
Pexels/RODNAE Productions

Anak yang mengalami verbal bullying mendapatkan penindasan lewat kata-kata atau ucapan sehari-hari.

Pelaku melontarkan kata-kata yang berisi ejekan atau makian seperti, “si gendut”, “si bodoh”, “ si jelek”, dan lain-lain. 

Dilansir Journal of Adolescent Health, intimidasi verbal, dan memanggil nama atau julukan tertentu dan bermakna buruk, akan meninggal luka emosional yang mendalam bagi korbannya.

Akibatnya anak yang menjadi korban akan mengalami tidak percaya diri, mudah tersinggung, hingga menarik diri dari pergaulan.

Editors' Pick

2. Physical bullying

2. Physical bullying
Pexels/Mikhail Nilov

Selain verbal bullying, ada juga physical bullying. Ini dilakukan pelaku dengan cara menendang, mendorong, dan serangan fisik lainnya pada korban.

Hasilnya tak hanya luka mendalam di perasaan, namun juga bisa menyebabkan tubuh korban alami memar atau luka.

Untuk mengetahui ciri-ciri physical bullying, Mama perlu memerhatikan tanda-tanda seperti anak tidak mau memakai baju yang terbuka atau meringis apabila disentuh pada bagian tubuh tertentu.

Umumnya anak yang menjadi korban dari bullying secara fisik ini memiliki tubuh yang lebih kecil atau memiliki fisik yang lemah, dibandingkan dengan pelakunya.

3. Sosial bullying

3. Sosial bullying
Freepik/gpointstudio

Jenis bullying yang sering dialami anak selanjutnya adalah sosial bullying dilakukan dengan cara mengucilkan korban dari kelompok pertemanan. 

Ini tentu saja tidak menyakiti korban seperti pada physical bullying. Namun, pada jenis yang satu ini, anak yang menjadi korban akan difitnah atau disudutkan dalam sebuah kelompok pertemanan, sehingga tidak ada yang mau berteman dengannya. 

Pelaku ini sering menghasut, menyebarkan desas-desus, memanipulasi situasi, dan menghancurkan kepercayaan korban.

Nah jika anak mama lebih senang menyendiri, atau hanya sibuk dengan video game dari pada bermain bersama teman sebayanya, Mama perlu curiga dengan bagaimana anak dengan lingkungan pertemanannya.

4. Cyberbullying

4. Cyberbullying
Freepik

Berkembangnya teknologi saat ini, membuat banyak anak yang sudah aktif bermain media sosial. Namun dibalik manfaat yang bisa anak dapatkan, media sosial juga muncul bersamaan dengan bullying yang terjadi di dunia maya, atau yang disebut dengan cyberbullying.

Tak hanya menyerang orang dewasa atau figur publik, cyberbullying di dunia maya dilakukan dengan memberikan komentar negatif yang menyakitkan di akun media sosial anak, atau menyebarkan data pribadi seperti foto, video, tanpa izin dari anak.

Anak yang mengalami cyberbullying akan merasa tidak nyaman, ketakutan, dan stres, karena merasa pelaku dapat mendatangi atau menyerangnya kapan saja, di mana saja melalui internet

5. Sexual bullying

5. Sexual bullying
Pexels/Pixabay

Jenis bullying terakhir yang paling sering dialami anak adalah sexual bullying. Bullying jenis ini tak hanya sering dialami oleh anak perempuan, namun juga sering dialami oleh anak laki-laki.

Dalam sexual bullying, anak yang menjadi korban akan menerima ejekan atau julukan yang bernada seksual atau dilecehkan secara berulang-ulang. Pelaku bully bisa juga mempermalukan dan menargetkan korban secara seksual.

Pastikan orangtua selalu mewaspadai jenis sexual bullying ini, karena jika tidak ditangani secara serius akan bisa berujung pada kekerasan seksual.

Itulah 5 jenis bullying yang sering dialami anak. Ketika saat ini sedang marak kasus bullying yang menimpa anak-anak, maka orangtua harus peka dan selalu buka pintu komunikasi.

Karena tak menutup kemungkinan anak yang mengalami bullying tidak berani melaporkan pada orangtuanya. Yuk lindungi anak-anak agar jauh dari bullying!

Baca juga:

The Latest