Apa Arti Roleplayer, Bermain Peran di Media Sosial bagi Para Remaja

Anak bisa memerankan idola atau tokoh favoritnya di media sosial

27 November 2020

Apa Arti Roleplayer, Bermain Peran Media Sosial bagi Para Remaja
Freepik

Di era semua serba teknologi saat ini, banyak cara yang dilakukan setiap orang untuk bersosialisasi. Salah satunya adalah dengan media sosial. Di era milenial seperti ini, banyak anak-anak hingga remaja yang telah mengenal dunia Roleplayer yang sering disebut RP atau erpe.

Dunia Roleplayer ini sebenarnya bukan hal yang baru di era digital. Namun tak jarang, beberapa pemain RP menjadi viral di media sosial, sehingga orang-orang menjadi penasaran. Bahkan beberapa kali Roleplayer pernah viral hingga ke tv nasional.

Mungkin anak Mama salah satu pemainnya alias Roleplayer?

Jika Mama penasaran dengan kegiatan anak yang satu ini, kali ini Popmama.com akan membahas informasi dasar seputar dunia roleplayer dan apa arti roleplayerselengkapnya di bawah ini!

1. Roleplayer merupakan istilah memainkan suatu peran menjadi idola atau tokoh yang terkenal

1. Roleplayer merupakan istilah memainkan suatu peran menjadi idola atau tokoh terkenal
Freepik

Roleplayer merupakan istilah bermain peran yang biasanya disebut RP, kegiatan ini anak akan memainkan suatu peran menjadi seorang idola atau tokoh yang terkenal. Anak yang bermain roleplayer harus memiliki akun media sosial untuk memerankan idola atau tokoh tersebut.

Pada dasarnya, pemain roleplay atau roleplayer ini mempromosikan idola yang mereka perankan. Misalnya, anak menyukai penyanyi baru, dengan anak bermain peran menjadi penyanyi baru tersebut, secara tak langsung ia sudah memperkenalkan idolanya kepada pengikutnya di media sosial.

Lewat media sosial, info tentang penyanyi baru tersebut bisa tersebar luas karena anak mama yang memperkenalkannya.

Editors' Picks

2. Anak harus membuat akun untuk memasang keterangan idolanya dengan jelas

2. Anak harus membuat akun memasang keterangan idola jelas
Pexels.com/Tracy Le Blanc

Tak hanya sekadar bermain media sosial dan memperkenalkan idolanya, ada tugas-tugas yang harus dilakukan anak saat bermain roleplayer.

Seperti membuat akun lain selain akun pribadi, memasang keterangan idola atau tokoh yang diperankan dengan jelas. Tapi ia tidak boleh menyebutkan siapa dia sebenarnya.

Anak pun juga bebas memerankan siapapun, walaupun lebih banyak yang memilih untuk memerankan artis. Namun, jika anak ingin memerankan model, atlet, YouTuber, atau yang lainnya pun tidak masalah.

Selain itu, anak harus memasang data diri tentang tokoh yang diperankan pada kolom biodata. Seperti nama panjang, umur, tahun kelahirannya, dan juga pekerjaan dari tokoh atau idolanya tersebut. Agar jika anak berkenalan dengan pemain lain, tidak bingung bagaimana sebutan panggilannya.

Namun anak tidak diperkenankan untuk memasukkan data pribadi dalam akun roleplayer nya.

3. Selain itu, anak juga harus melakukan tugas Fantalk dan juga Fanservice

3. Selain itu, anak juga harus melakukan tugas Fantalk juga Fanservice
Freepik

Selain itu, anak juga harus melakukan tugas Fantalk dan Fanservice. Istilah Fantalk ini digunakan ketika anak bermain peran, lalu melakukan obrolan chat satu sama lain dengan akun pribadi orang lain yang “mengidolakan” tokoh yang anak sedang perankan.

Walaupun unik, Fantalk ini berguna untuk menyenangkan orang yang belum pernah atau tidak kesampaian untuk berbicara langsung dengan idolanya via chat. Sehingga mereka bisa berimajinasi kalau sedang chatting dengan idola aslinya.

Kemudian Fanservice, tak jauh berbeda dengan Fantalk yang melakukan hal-hal spesial untuk menyenangkan hati penggemarnya, baik akun pribadi maupun akun roleplayer sekalipun. Fanservice ini adalah dengan menuruti yang keinginan penggemarnya.

Seperti contohnya penggemar yang meminta foto idolanya membuat foto dengan pose heart, maka roleplayer akan mengirimkan foto tokoh yang diperankannya sedang berpose heart. Intinya untuk menyenangkan hati penggemarnya.

4. Tugas selanjutnya adalah menjelaskan kegiatan apa saja yang sedang dijalankan idolanya

4. Tugas selanjut adalah menjelaskan kegiatan apa saja sedang dijalankan idolanya
Freepik/Khromkrathok

Tugas selanjutnya adalah meng-update Chara, yang merupakan singkatan dari Character atau tokoh. Di sini, anak harus menjelaskan kegiatan apa saja yang sedang dijalankan idola atau tokoh yang mereka perankan.

Seperti jadwal konser, jadwal kegiatan drama, iklan, dan lain-lainnya. Cara update-nya pun dengan menyebarkan informasi dari group penggemar di media sosial yang disertai sumbernya. Atau mengunggah foto dengan caption yang menjelaskan tentang kegiatan idolanya tersebut.

Nah inilah fungsi yang membuat idola atau tokoh yang diperankan anak menjadi semakin populer di media sosial.

5. Anak juga harus mencari tahu tentang karakter dan sifat idola yang diperankannya

5. Anak juga harus mencari tahu tentang karakter sifat idola diperankannya
Freepik

Terakhir dan yang terpenting, tugas anak harus bisa mencari tahu karakter atau sifat dari idola yang mereka perankan. Apakah ceria, ramah, lucu, dan lain-lainnya. Karena inilah cara anak untuk bermain peran, seolah-olah anak adalah orang yang ia idolakan tersebut.

Namun perlu dipahami bahwa kegiatan ini berbeda dengan pemalsuan identitas atau seseorang yang mengaku-ngaku sebagai idolanya.

Tetapi anak hanya mengaku bahwa dirinya ‘bermain peran’ menjadi idolanya saja, dan tujuannya positif yaitu untuk mempromosikan idolanya tersebut.

Namun belakangan permainan ini berkembang. Anak-anak semakin menyukai untuk memperlebar hubungan kekerabatan dan keluarga dari peran yang ia mainkan.

Misal menambahkan anak, saudara, Mama dan Papa, atau siapa pun seperti hubungan dengan orang sekitar persis di dunia nyata.

Anak sangat menikmati permainan ini karena ia bisa menjalani peran sebagai orang lain.

Jika sudah bosan atau memiliki kegiatan lain, anak juga bisa melakukan LRP.

Nah itu dia Ma, hal-hal dasar yang perlu diketahui jika anak Mama termasuk anggota roleplayer dan mengetahui apa arti roleplayer. Walaupun tidak membuka data pribadi, bukan berarti anak bisa menggunggah hal-hal yang negatif, sehingga kegiatan ini pun sebisa mungkin juga diawasi oleh orangtua.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.