Mengapa Anak Remaja Bisa Merasa Alergi Dengan Orangtuanya?

Perkembangan usia anak yang mulai menimbulkan pemisahan antara remaja dan orangtua

26 Agustus 2020

Mengapa Anak Remaja Bisa Merasa Alergi Orangtuanya
Freepik/sunlight19

Ikatan hubungan antara orangtua dan anak memang tidak selalu baik. Ada waktu di mana saling kompak bersama, dan juga ada waktu di mana hubungan yang meregang yang biasanya timbul ketika anak mulai beranjak remaja.

Tahukah Mama, jika anak remaja dapat mengembangkan alergi terhadap orangtuanya? Alergi ini biasanya muncul tiba-tiba sekitar usia anak 13 tahun dan dapat berlangsung selama berbulan-bulan, dalam beberapa kasus bahkan bertahun-tahun.

Meskipun tidak menyenangkan bagi orangtua karena segala tindakan apapun bisa membuat jengkel anak sendiri, namun Mama atau Papa akan mampu mengatasi kondisi remaja ini jika mengetahui penyebabnya.

Berikut ini Popmama.com akan membahas tentang penyebab alergi anak remaja pada orangtua di bawah ini!

1. Perkembangan usia anak remaja yang menimbulkan pemisahan diri dari orangtuanya

1. Perkembangan usia anak remaja menimbulkan pemisahan diri dari orangtuanya
Freepik/Wavebreakmedia

Perkembangan usia juga mencakup pemisahan anak dari orangtuanya, kondisi ini seringkali dimulai pada masa remaja awal, dengan dorongan yang tiba-tiba dan kuat untuk memisahkan diri dari orang dewasa di rumah.

Bukan tugas kecil bagi remaja untuk melepaskan diri dari orang yang telah mengawasi hampir setiap aspek kehidupannya sejauh ini.

Ketika anak mulai memisahkan diri dari orangtua mereka, mereka pasti mengurutkan setiap perilaku dan kebiasaan orangtuanya menjadi salah satu dari dua kategori. Tindakan orangtua yang anak tolak, atau tindakan orangtua yang anak ingin diikuti.

Sayangnya, dalam kehidupan keluarga, masing-masing kategori ini menimbulkan masalah sendiri bagi remaja yang berniat membangun sikap individualitasnya.

2. Perbedaan kebiasaan ini berdampak pada identitas anak remaja yang masih terjalin dengan orangtuanya

2. Perbedaan kebiasaan ini berdampak identitas anak remaja masih terjalin orangtuanya
Freepik/Rawpixel-com

Misalnya, Mama mungkin tidak memikirkan penampilan diri sendiri, tetapi anak remaja mungkin saja tidak setuju dengan penampilan orangtuanya sendiri. Hal ini, karena anak berpikir identitasnya masih terjalin dengan orangtuanya.

Sampai anak punya waktu untuk menentukan penampilannya sendiri, penampilan orangtuanya bisa membuat anak tidak nyaman. Mengingat hal ini, Mama dapat berpikir bahwa remaja tidak akan alergi terhadap kebiasaan yang mereka bagi dengan orangtuanya.

Tetapi memang demikiran, justru karena kepentingannya saling menguntungkan.

Singkatnya, orang dewasa dapat menemukan diri mereka yang berkeinginan untuk mengasuh anak, namun alergi ini justru membuat tidak ada yang mereka lakukan, sesuai dengan keinginan anak remajanya.

Editors' Pick

3. Memahami bahwa anak tidak akan selalu mengagumi dan menikmati waktu bersama orangtuanya seperti saat masih kecil

3. Memahami bahwa anak tidak akan selalu mengagumi menikmati waktu bersama orangtua seperti saat masih kecil
Freepik/drobotdean

Sementara kita menunggu alergi ini berlalu, apa yang harus Mama lakukan ketika anak remaja hampir tidak tahan dengan cara orangtua kembali mengontrol anak?

Sebagai permulaan, Mama dapat melihatnya sebagai sifat yang meyakinkan dari perkembangan normal. Meskipun kita tahu, secara naluriah, bahwa anak-anak tidak akan selalu mengagumi dan menikmati waktu bersama orangtuanya seperti yang sering mereka lakukan ketika mereka masih kecil.

Namun saat ini lebih mudah anak untuk berpisah dengan orangtuanya, ketika Mama mengingat bahwa alergi muncul pada remaja menandai babak berikutnya dalam hubungan kita dengan mereka.

4. Ingatkan anak untuk bebas dalam mengkritik orangtuanya, tetapi tidak boleh secara kasar

4. Ingatkan anak bebas dalam mengkritik orangtuanya, tetapi tidak boleh secara kasar
Freepik/peoplecreation

Dari sana, Mama bisa mengabaikan kekesalan mereka atau mengingatkan anak-anak bahwa mereka bebas untuk mengkritik orangtuanya, tetapi tidak kasar. Jika perlu, Mama dapat dengan lembut menunjukkan bahwa tindakan yang anak lakukan dapat mempermalukan keluarga.

Akhirnya, terkadang Mama dapat menyambut kesadaran diri remaja sebagai kesempatan untuk terhubung.

Sama seperti banyak orangtua remaja lainnya, yang merindukan hari-hari ketika anaknya masih praremaja. Seperti mereka menertawakan lelucon orangtuanya dengan senang hati.

Orangtua jarang siap untuk berpisah dari anak remajanya, namun sebaliknya, remaja cenderung lebih siap untuk berpisah dari orangtuanya.

5. Terapkan aturan dasar jika alergi anak berkelanjutan sebagai sikap tidak hormat pada orangtuanya

5. Terapkan aturan dasar jika alergi anak berkelanjutan sebagai sikap tidak hormat orangtuanya
Freepik/Peoplecreations

Meskipun Mama tidak menganggap pemisahan anak dari keluarga secara pribadi, itu tetaplah menyakitkan. Memiliki minat lain dan hubungan yang mendukung satu sama lain dapat membantu.

Untuk remaja yang alerginya berkelanjutan sebagai sikap tidak hormat pada orangtua, penting untuk menerapkan beberapa aturan dasar dapat membantu. Walaupun menyakitkan diperlakukan sebagai orang yang menjengkelkan, menyimpan dendam dapat merusak momen-momen tak terduga.

Begitu anak memiliki waktu dan ruang untuk mengembangkan keterampilan, minat, dan selera mereka sendiri, respons alergi mereka terhadap orangtua biasanya mereda.

Seiring bertambahnya usia, kapasitas kognitif remaja yang berkembang memungkinkan mereka untuk berpikir melampaui kebiasaan orangtua mereka, ingin mengikutinya, atau tidak ingin mengikutinya, atau bagaimana mereka sendiri ingin menjadi seperti apa.

6. Mama dapat memiliki karakteristik yang anak kagumi, tapi tidak perlu memaksakan untuk mengembangkannya

6. Mama dapat memiliki karakteristik anak kagumi, tapi tidak perlu memaksakan mengembangkannya
Freepik/prostooleh

Sekarang mereka dapat memilah apa yang mereka lihat dalam diri orangtua ke dalam kategori yang sebelumnya tidak ada. Mama dapat memiliki kebiasaan mengganggu yang dilihat oleh remaja, yang dianggap sebagai milik orangtua sepenuhnya.

Mama dapat memiliki karakteristik yang mereka kagumi, tetapi tidak perlu memaksakan untuk mengembangkannya. Hal ini agar anak dapat merangkul minat yang kebetulan mereka bagi dengan kita.

Alergi anak remaja terhadap orang tua mungkin muncul kembali pada saat mereka ingin kontrol ketat atas penampilan pribadi mereka. Tetapi pada titik tertentu Mama mungkin dapat kembali memberikan ciuman selamat tinggal tanpa menyebabkan anak merasa tidak nyaman.

Baca juga:

The Latest