Penyebab dan Cara Mengatasi Perut Anak yang Terasa Panas dan Melilit

Perhatikan gejalanya karena bisa menjadi gejala penyakit pencernaan tertentu

19 Oktober 2020

Penyebab Cara Mengatasi Perut Anak Terasa Panas Melilit
Freepik

Apakah anak pernah mengeluhkan perut terasa panas? Ada beragam penyebab perut remaja seringkali panas, seperti mengalami penyakit asam lambung (Gastroesophageal Reflux Disease-GERD) dan gastritis.

Umumnya, perut yang terasa panas merupakan gejala gangguan pencernaan yang dipicu oleh banyak faktor. Faktor yang paling sering terjadi adalah refluks asam lambung atau naiknya asam lambung ke kerongkongan.

Namun juga ada faktor lain yang menyebabkan anak merasa panas pada perutnya, termasuk pola makan tertentu, seperti sering mengonsumsi coklat, makanan pedas, minum kafein, atau memiliki obesitas.

Selain itu terdapat beberapa penyakit pada pencernaan yang dapat membuat perut remaja jadi terasa panas. Penyakit apa saja kah itu?

Berikut ini Popmama.com telah menyiapkan informasi selengkapnya di bawah ini, yuk Ma simak informasinya ya!

1. Dispepsia

1. Dispepsia
Freepik

Dispepsia merupakan gejala gangguan pencernaan yang penyebabnya tidak dapat diketahui dengan jelas. Gejalanya berupa sensasi panas pada perut, perut kembung, mual, bersendara, serta rasa tidak nyaman atau nyeri pada perut bagian atas.

Mengonsumsi terlalu banyak minuman berkafein, atau sedang mengonsumsi obat pereda nyeri nonstreorid seperti ibuprofen dan aspirin, dapat meningkatkan risiko anak remaja mengalami dispepsia.

Mama dapat langsung periksakan ke dokter jika gejalanya terus berlanjut, terlebih jika disertai gejala lainnya seperti feses berwarna gelap atau kehitaman, sesak napas, batuk berdarah, serta nyeri yang menjalar ke area rahang, leher, atau lengan.

Editors' Picks

2. GERD (Gastroessophageal Reflux Disease)

2. GERD (Gastroessophageal Reflux Disease)
Freepik/Kwanchaichaiudom

GERD terjadi ketika cincin otot yang paling bawah di kerongkongan anak tidak menutup secara sempurna setelah makanan masuk ke lambung. Akibatnya, asam lambung yang terbawa bersama makanan, naik kembali ke kerongkongan dan menimbulkan perut terasa panas.

Obesitas dapat menjadi faktor yang memicu terjadinya GERD. Selain itu, makanan juga dapat memicu GERD, seperti makanan yang pedas dan asam, termasuk juga makanan yang berbahan dasar tomat.

Remaja yang menderita GERD, biasanya mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Perut terasa seperti terbakar atau perih yang semakin memburuk ketika malah hari atau sedang berbaring
  • Napas berbunyi seperti menderita asma, ini terjadi karena refluks menyebabkan iritasi pada jalan napas
  • Batuk kering
  • Merasa cepat kenyang
  • Sering bersendawa dan muntah
  • Mulut terasa asam

Untuk mendiagnosis GERD, dokter perlu melakukan pemeriksaan fisik dan ditambah pemeriksaan penunjang seperti tes keasaman atau ph, pemeriksaan endoskopi, dan rontgen. Sebagai langkah penanganan, biasanya dokter juga akan meresepkan obat-obatan untuk menekan produksi asam lambung pada anak.

3. Gastritis

3. Gastritis
Freepik/pornpan77

Gastritis disebabkan oleh bakteri Helicobacter pylori yang menyerang lambung anak. Bakteri ini juga dapat merusak lapisan pelindung pada dinding lambung. Ketika lapisan pelindung ini rusak, maka dinding lambung anak dapat teriritasi oleh asam lambung dan meradang.

Selain menimbulkan rasa panas pada perut setelah makan atau berbaring, gejala gastritis lainnya yaitu:

  • Nyeri perut terutama di ulu hati
  • Anak kehilangan nafsu makan
  • Mual
  • Kembung
  • Cegukan

Sejumlah kondisi medis seperti penyakit Crohn atau radang usus, penyakit celiac atau hipersensitif terhadap glute, mengalami stres berlebih juga dapat memicu remaja mengalami gastritis.

Cara Mengatasi Perut Anak yang Terasa Panas

Cara Mengatasi Perut Anak Terasa Panas
Freepik/Tirachardz

Untuk mengatasi perut remaja yang terasa panas, Mama dapat membantu meringankannya dengan mengingatkan anak beberapa hal di bawah ini:

Gaya hidup sehat

Bagi anak yang mengalami obesitas atau kegemukan, disarankan untuk menurunkan berat badan agar ideal. Kemudian batasi mengonsumsi kafein, rutin olahraga teratur untuk memperbaiki kesehatan pencernaannya.

Pola makan sehat dan bersih

Hindari konsumsi makanan pedas, asam, makanan berbahan tomat, bawang, mint, kopi, dan coklat. Disarankan agar anak mengonsumsi makanan yang hambar seperti nasi, jagung, atau biskuit. Makan dalam porsi kecil namun sering juga dapat membantu mengurangi gejala.

Manajemen stres

Bantu anak untuk menghindari hal-hal yang membuatnya stres, dengan mengajak olahraga rutin, mengikuti yoga, atau meditasi. Anak bisa saja mengalami stres karena sudah terlalu lama berada di rumah. 9 bulan menjalani sekolah online dapat membuat anak mengalami stres yang berlebih.

Obat-obatan

Obat-obatan seperti antasida dapat membantu menetralkan sifat asam dari cairan lambung. Bisa obat ini tidak membantu, dokter akan memberikan obat yang memengaruhi produksi asam lambung, sehingga jumlah asam yang diproduksi berkurang. 

Dokter juga akan meresepkan antibiotik jika penyebab satiknya adalah infeksi dari bakteri.

Cara di atas dapat menjadi pertolongan pertama jika anak remaja Mama mengalami perut yang terasa panas. Namun, segera periksakan anak ke dokter jika gejala sakit yang alami mengganggu, atau terjadi lebih dari dua kalo seminggu.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.