Kenali Penyebab dan Tanda Peter Pan Syndrome pada Remaja

Terlalu memanjakan remaja bisa menyebabkan sindrom peter pan

25 November 2021

Kenali Penyebab Tanda Peter Pan Syndrome Remaja
Freepik/user11472009

Mama mungkin akrab dengan kisah Peter Pan, bocah lelaki yang tinggal di tempat ajaib bernama Neverland yang di mana di tempat ini ia tidak perlu tumbuh dewasa.

Peter Pan menghindari tanggung jawab sebagai orang dewasa dengan segala yang dimilikinya. Terlepas dari kisah fiktifnya, Peter Pan adalah hal yang sangat nyata, yang mungkin banyak dilakukan oleh kaum muda hingga dewasa.

Inilah yang memunculkan sebuah gagasan bernama sindrom Peter Pan, yang menunjukkan bahwa seseorang cenderung tidak mau bertumbuh dewasa.

Jika remaja laki-laki atau perempuan mama menolak untuk mengatasi perilaku tertentu, atau kesulitan mengambil tanggung jawab, Mama mungkin perlu melihat kasus sindrom Peter Pan.

Dan berikut Popmama.com telah merangkum beberapa informasi seputar penyebab dan tanda Peter Pan syndrome pada Remaja, di bawah ini!

1. Apa itu sindrom Peter Pan?

1. Apa itu sindrom Peter Pan
Freepik/Cookie-studio

Sindrom Peter Pan, adalah ketika seorang remaja tidak ingin menjadi dewasa atau mengambil tanggung jawab sesuai usianya.

Dilansir dari Child Foundation Center, sindrom Peter Pan adalah sindrom psikologi yang tidak tercantum dalam manual diagnostik mana pun, namun sindrom ini muncul dengan sendirinya dan dapat bervariasi dari orang ke orang.

Terdapat sebuah stereotipe di mana sindrom Peter Pan ini lebih banyak menyerang laki-laki, yang tidak ingin memasuki kehidupan dewasa. Mereka mungkin tidak mau berusaha atau mengambil tanggung jawab apa pun, dan menginginkan semua orang di sekitarnya untuk mendukung gaya hidupnya. 

Karena sindrom ini tidak resmi, sulit untuk mengatakan siapa yang menderitanya. Hanya karena remaja laki-laki memiliki kecenderungan kekanak-kanakan, seperti rasa ingin tahu, selera humor, atau kecintaan pada hal-hal tertentu yang berhubungan dengan anak, bukan berarti ia mengidap Sindrom Peter Pan.

2. Mengapa disebut sebagai sindrom Peter Pan?

2. Mengapa disebut sebagai sindrom Peter Pan
vulture.com

Peter Pan adalah karakter fiktif yang diciptakan oleh James Matthew Berrie. Ia anak laki-laki berusia 10 tahun yang tidak ingin tumbuh dewasa dan membenci dunia orang dewasa. Dengan bantuan perinya, Tinkerbell, ia menemukan dunia petualangan di pulau Neverland.

Seperti yang dibahas sebelumnya, sindrom Peter Pan bukanlah penyakit psikologis, melainkan pola perilaku tertentu.

Ketika berbicara tentang fiksasi, Sigmund Freud, ahli saraf Austria dan penemu psikoanalisis, mendeteksi gejala yang sangat mirip yang menghambat evolusi normal seorang laki-laki.

Dilansir dari Mind Body Green, seseorang dengan sindrom Peter Pan, juga terkadang disebut sindrom kegagalan perkembangan, karena menghindari tanggung jawab pribadi hingga profesional.

Editors' Picks

3. Apa tanda-tandan sindrom Peter Pan pada remaja?

3. Apa tanda-tandan sindrom Peter Pan remaja
Freepik/Bearfotos

Dilansir dari You Are Mom, remaja yang menderita sindrom Peter Pan menunjukkan perilaku berikut:

  • Kurangnya kedewasaan: Mereka berperilaku dengan cara yang tidak bertanggung jawab, seperti tidak memenuhi kewajiban atau membuat komitmen.
  • Perilaku kekanak-kanakan: Mereka mempertahankan minat seperti anak-anak di luar masa kanak-kanaknya. Pada saat yang sama, hal-hal yang menghibur mereka juga sangat mirip dengan anak-anak.
  • Pemberontakan: Karena tidak memiliki rasa tanggung jawab, mereka cenderung mengabaikan aturan tertentu dan hidup dalam pencarian keuntungan diri sendiri.
  • Hampir tidak ada hubungan interpersonal: Secara umum, remaja dengan sindrom ini tidak memiliki empati. Hal ini membuat sangat sulit bagi mereka untuk membangun hubungan dengan teman-temannya.

Berkenaan dengan poin terakhir dalam daftar, seorang remaja dengan sindrom Peter Pan sering cenderung takut ditolak dan kesepian. Ia khawatir bahwa orang lain tidak akan menerimanya atau tidak akan memahaminya.

Oleh karena itu, ia sedikit atau tidak ada usaha dalam mencoba untuk membentuk hubungan dengan orang lain.

Ini juga yang membuatnya sangat tertutup, cenderung mengasingkan diri, dan tampak angkuh. Akibat dari sikap tersebut, remaja tidak mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang ia butuhkan. Perilaku ini sering dikaitkan dengan gejala dan kondisi yang jauh lebih dalam, seperti:

  • Kesepian
  • Depresi
  • Tingkat percaya diri yang rendah
  • Serangan kecemasan

4. Apa yang menyebabkan seorang remaja memiliki sindrom Peter Pan?

4. Apa menyebabkan seorang remaja memiliki sindrom Peter Pan
Freepik/Satura86

Masih dilansir dari Child Foundation Center, sulit untuk mengatakan apa sebenarnya yang menyebabkan seseorang ingin menghindari tanggung jawab dalam skala besar ini, tetapi ada beberapa teori yang memungkinkan menyebabkan seorang remaja memiliki sindrom Peter Pan, yaitu:

Masa kecil yang terlalu dimanjakan

Ketika sejak kecil orangtuanya tidak pernah berkata "tidak" pada anak, maka mereka tidak pernah mendisiplinkan anak mereka atau mengajari anak keterampilan hidup apa pun. Ini pun semakin diperparah ketika orangtua orangtua masih memanjakan anak sampai usia dewasa.

Terlalu dimanjakan dapat menyebabkan anak tidak ingin mengambil tanggung jawab, karena ia merasa bahwa ada orangtuanya yang selalu melakukan segala sesuatu untuknya. 

Mendapatkan kekerasan sejak usia dini

Seorang remaja yang mungkin merasa pernah mendapatkan kekerasan atau pelecehan di usia kecil, membuatnya seperti perlu "mengejar" masa kecilnya begitu ia bertumbuh besar.

Mereka tumbuh jauh dari sikap kedewasaan agar dapat melakukan apa pun yang ia inginkan, sehingga anak mungkin mengalami kemunduran untuk merasa aman. 

Kerinduan pada masa kanak-kanak

Rindu pada masa kecil adalah sifat yang dimiliki oleh banyak orang, bahkan bukan hanya mereka yang menderita sindrom Peter Pan. Namun, bagi remaja dengan sindrom Peter Pan, ia bisa menjadi terobsesi dengan perasaan ini.

Meski tidak apa-apa untuk bernostalgia, tetapi ketika remaja lebih banyak menghabiskan waktu untuk melihat masa lalu, ia mungkin tidak melihat apa yang ada di depannya atau takut untuk menerima perubahan di dunia.

Tidak diajarkan keterampilan untuk menjadi dewasa

Ada beberapa keterampilan dasar sebagai orang dewasa yang perlu diajarkan pada anak. Contohnya, bagaimana bertanggung jawab atas kesalahan, membuat keputusan, menyelesaikan masalah, hingga menepati janji.

Sayangnya, banyak sekolah tidak mengajarkan keterampilan orang dewasa. Meskipun belajar sains itu penting, banyak sekolah tampaknya lupa mengajari anak-anak bagaimana menjadi anggota masyarakat yang produktif.

Karena remaja akhirnya merasa tidak siap untuk menjadi orang dewasa dan melihat dirinya kurang memiliki keterampilan ini, beberapa diantaranya pun memilih untuk tidak mengambil tanggung jawab sebagai orang dewasa.

5. Bagaimana cara mengatasi sindrom Peter Pan?

5. Bagaimana cara mengatasi sindrom Peter Pan
Freepik/Burdun

Hampir sulit bagi orangtua atau teman dan keluarga, untuk mencoba mengatasi masalah ini sendiri. Karena remaja yang memiliki sindrom Peter Pan seringkali menyangkal adanya perilaku tersebut. Kurangnya penerimaan diri ini bisa membuat perawatan menjadi rumit.

Sehingga, opsi yang paling direkomendasikan adalah menghubungi seorang profesional. Secara umum, mekanisme yang digunakan psikolog untuk mengobati perilaku kekanak-kanakan ini, mirip dengan yang digunakan untuk mengobati jenis neurosis lainnya.

6. Apakah sindrom Peter Pan bisa dicegah?

6. Apakah sindrom Peter Pan bisa dicegah
Pexels/Vanessa Loring

Gaya pengasuhan yang dipilih orangtua untuk membesarkan anak remaja sangat berkaitan dengan pencegahan perilaku ini. Penting bahwa, sejak usia muda, anak-anak perlu belajar mengambil tanggung jawab dan menghadapi tantangan tertentu sendiri.

Dan penting juga bagi orangtua untuk menghindari menyelesaikan segala sesuatu untuk anak remajanya. Sebaliknya, anak harus memberikan dukungan agar ia dapat belajar memecahkan masalah untuk diri sendiri.

Dengan cara ini, remaja akan dapat mencapai kedewasaan mental yang dituntut setiap usia. Adalah penting bahwa orangtua menggabungkan jumlah dukungan yang sehat dengan kebebasan dan otonomi.

Nah itulah beberapa informasi seputar penyebab dan tanda Peter Pan Syndrome pada remaja. Perlu diketahui bahwa sindrom ini dapat menyerang usia dan jenis kelamin apa pun.

Sehingga pencegahan dini, seperti menanamkan perilaku tanggung jawab perlu dilakukan agar anak terhindar dari sindrom ini dan tumbuh dewasa, baik fisik serta kematangan mentalnya.

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.