9 Tips Mengatasi Imposter Syndrome pada Remaja

Jangan jadikan imposter syndrome sebagai penghalang masa depan anak

19 Juni 2021

9 Tips Mengatasi Imposter Syndrome Remaja
Freepik/Miksturaproduction

"Aku hanya beruntung."

"Aku tidak pantas di sini."

Sering mendengar ini dari anak mama?

Sebagian besar manusia pernah mengalami perasaan meragukan diri sendiri di beberapa titik dalam hidup. Tetapi ketika pencapaian anak adalah hasil dari pengetahuan, kerja keras, dan persiapan, ia masih merasa tidak mampu, anak mama mungkin menderita imposter syndrome.

Seorang remaja yang menderita sindrom ini sering merasa seperti penipu, meskipun cerdas, terampil, dan mendapatkan pujian.

Namun, bukan menjadi senang, anak justru khawatir karena merasa telah menipu orang untuk berpikir bahwa ia cukup terampil.

Jika Mama merasa anak memiliki imposter syndrome, ketahuilah bahwa ada cara untuk mengatasi perasaan ini dengan cara yang sehat dan proaktif.

BerikutPopmama.com berikan 9 tips untuk membantu Mama mengatasinya!

1. Kenali tanda-tandanya

1. Kenali tanda-tandanya
Freepik/Valya_svirido

Remaja sering mengabaikan tanda-tanda imposter syndrome yang muncul dalam kehidupannya sehari-hari. Namun, Mama dapat mengenali tanda-tanda sebagai langkah pertama untuk mengatasinya. Anak remaja mama mungkin menderita sindrom penipu jika ia:

  • Merasa seperti hanya "beruntung" ketika benar-benar mempersiapkan diri dengan baik dan belajar dengan keras.
  • Merasa sulit untuk menerima pujian.
  • Meminta maaf untuk diri sendiri ketika ia tidak benar-benar melakukan kesalahan
  • Berpegang teguh pada standar yang sangat tinggi
  • Menemukan ketakutan ketika melihat kegagalan
  • Menghindari mengungkapkan kepercayaan diri, karena ia pikir orang akan melihatnya sebagai sesuatu yang berlebihan atau menjengkelkan.
  • Yakin bahwa tidak cukup kompeten.
  • Sangat memerhatikan pilihan bahasanya, baik saat berbicara dengan orang lain maupun saat berbicara dengan diri sendiri.

Jika anak tidak nyaman mendapatkan pujian yang diberikan orang lain, cobalah pertanyakan tentang dari mana jenis pemikiran itu berasal dan apa artinya dalam kehidupan anak.

2. Ketahuilah bahwa anak tidak sendirian

2. Ketahuilah bahwa anak tidak sendirian
Freepik

Ketika anak memiliki imposter syndrome, beberapa dorongan terpenting datang untuk menyadari anak betapa banyak orang yang sangat sukses, baik laki-laki maupun perempuan, yang telah membangun masa depan yang luar biasa, ketika mereka secara teratur mengatasinya.

Berikut adalah beberapa kutipan dari The New York Times dan Forbes tentang, beberapa orang berprestasi yang membicarakan tentang imposter syndrome:

"Saya telah menulis 11 buku, tetapi setiap kali saya berpikir, “oh, mereka akan mengetahuinya sekarang. Saya telah menjalankan permainan pada semua orang, dan mereka akan menemukan saya.'" ujar Maya Angelou seorang penulis, penyair, dan aktivis hak sipil

"Yang bisa saya lihat adalah, semua yang saya lakukan salah yang palsu dan penipuan." ujar Don Cheadle seorang aktor

3. Bedakan kerendahan hati dan ketakutan

3. Bedakan kerendahan hati ketakutan
Freepik/Luis-molinero

Mungkin Mama sulit membedakan kerendahan hati dan ketakutan ketika anak merasa tidak nyaman saat mendapatkan pujian dari orang lain.

Perbedaan antara kerendahan hati dan imposter syndrome adalah, anak merasa hasil yang ia dapatkan layak dengan usahanya. Dan untuk mengatasi sindrom penipu adalah tentang menemukan keseimbangan yang sehat di antara keduanya.

Selain itu, perbedaan lainnya adalah anak juga tidak perlu merasa seperti penipu untuk bersikap ramah, terbuka, dan rendah hati.

Editors' Picks

4. Perlahan hilangkan sikap perfeksionis yang anak miliki

4. Perlahan hilangkan sikap perfeksionis anak miliki
Freepik/Sviatkovskyi

Walaupun sikap perfeksionisme dapat membantu dalam konteks tertentu, sikap ini dapat menjadi penghalang utama bagi produktivitas seoran remaja. Tak hanya itu, perfeksionis juga menjadi penghalang utama untuk mengatasi imposter syndrome pada anak.

Banyak orang yang menderita sindrom ini adalah orang-orang yang berprestasi tinggi, menetapkan standar yang sangat tinggi untuk dirinya sendiri, dan berkomitmen untuk melakukan yang terbaik dan menjadi yang terbaik.

Tapi perfeksionisme bisa menjadi penyebab anak memiliki imposter syndrome. Ketika ia membandingkan dirinya dengan pencapaian “sempurna” yang tidak mungkin atau tidak realistis.

Meskipun berjuang untuk mendapatkan kesempurnaan itu baik, ini biasanya tidak realistis dan seringkali hanya akan membuat anak merasa lebih seperti penipu.

5. Mengajari anak tentang mencintai diri sendiri

5. Mengajari anak tentang mencintai diri sendiri
Freepik/Satura86

Imposter syndrome sering muncul sebagai suara di kepala penderitanya, mencaci maki dengan pesan negatif seperti "kamu tidak cukup pintar" atau "kamu penipu.” Pembicaraan diri yang negatif adalah kebiasaan buruk, dan itu dapat sangat memengaruhi tingkat stres dan kecemasan remaja.

"mencintai diri sendiri" berarti mengubah cara berbicara anak pada diri sendiri dengan mempraktikkan pembicaraan yang positif. Ini tak hanya mengurangi stres dan kecemasan pada anak, tetapi juga dapat membantunya membangun keberanian untuk melakukan hal-hal yang lebih besar.

Pertama, minta anak beri tahu Mama ketika ia memiliki pikiran negatif. Kemudian, tanya dan tantang pikiran negatif anak, seperti “Langkah apa yang kamu lakukan untuk mencapai titik ini?” Kemudian, minta anak untuk memberikan pernyataan singkat, fokus, dan positif.

Setelah itu, berikan kalimat afirmasi positif seperti, “kamu telah bekerja keras, kamu selalu bekerja keras.”

6. Lacak dan ukur pencapaian anak

6. Lacak ukur pencapaian anak
Freepik/user3083393

Ketika anak merasa seperti penipu, salah satu hal tersulit untuk dipahami adalah seberapa besar peran anak dalam pencapaiannya sendiri.

Di sini anak mungkin mengabaikan dirinya sendiri karena menganggap ia hanya beruntung atau kerja keras orang lain, padahal anak telah belajar dan menyiapkan sendiri materi yang berhubungan dengannya.

Untuk membantu menunjukkan kepada anak bahwa ia benar-benar melakukannya dengan baik, dokumentasikan prestasi, pencapaian, keberhasilan anak dalam dokumen pribadi. Mama bisa membuatnya seperti album foto, buku harian, dan lain-lain.

Dokumentasikan apapun yang membuat anak merasa baik tentang hasil kerja keras dan persiapannya. Setiap kali anak membutuhkan dukungan, ia bisa membuka album foto atau buku harian itu.

7. Luangkan waktu untuk bertukar cerita dengan anak

7. Luangkan waktu bertukar cerita anak
Freepik/Mrzivica

Tidak ada yang suka jika harus menderita dalam diam. Berbagi pemikiran dan pengalaman dengan Mama akan membuat anak lebih siap untuk menghadapi sindrom ini.

Mama bisa membantu anak berbicara terus terang tentang perjuangannya dengan imposter syndrome, sambil memberikan sudut pandang yang lebih objektif.

Saat berbagi pengalaman, anak mungkin bertanya apakah Mama pernah merasakan hal itu, atau apakah mengenal seseorang yang pernah merasakannya.

Mama sebagai mentor yang terbaik akan terbuka dengan perjuangan yang telah dilalui dan kesalahan yang pernah dibuat dalam karir, dan Mama mungkin memiliki beberapa cerita atau saran yang bermanfaat tentang bagaimana menghadapi apa yang dirasakan.

Disarankan juga untuk berbicara dengan wali kelas anak tentang pengalamannya. Mengapa? Karena wali kelas cenderung memiliki pengetahuan untuk membantu anak mengatasi sindrom ini dalam konteks pendidikan anak saat ini.

Misalnya, Mama mungkin meminta mereka untuk membantu anak menemukan sistem yang bisa melacak kesuksesannya, atau mencari tahu kesuksesan apa saja yang bisa diukur selain dari nilai dan peringkat sekolah.

8. Jangan takut dengan peluang baru

8. Jangan takut peluang baru
Freepik/Wavebreakmedia-micro

Tidak mungkin untuk mengatakan "ya" untuk semuanya, terutama ketika anak merasa stres. Tapi ini menjadi masalah umum bagi remaja yang memiliki imposter syndrome untuk menolak kesempatan karena ia merasa tidak melakukannya dengan baik.

Ketika anak diberi kesempatan baru, penting untuk memberi tahu anak bahwa ia harus bisa memisahkan suara suara di kepalanya yang mengatakan ia tidak bisa melakukannya, atau tidak layak melakukannya.

Mengambil peluang baru yang menantang, dapat membuka banyak pintu bagi remaja di usianya. Jangan biarkan sindrom ini menghambat masa depan anak. Yakinkan bahwa peluang ini dapat melakukan keajaiban untuk membantu anak belajar, tumbuh, dan memajukan masa depan anak.

Meskipun mungkin menakutkan untuk mengambil peran yang ia tidak yakin bisa berhasil, ketahuilah bahwa anak diminta melakukannya karena suatu alasan, dan tidak ada yang salah dengan mempelajari hal-hal baru dan mengajukan pertanyaan di sepanjang jalan.

9. Jangan biarkan imposter sindrome menghalangi kesuksesan anak

9. Jangan biarkan imposter sindrome menghalangi kesuksesan anak
Freepik/Zinkevych

Sangat sulit untuk menyingkirkan imposter syndrome sepenuhnya, terutama jika anak sudah mengidapnya selama bertahun-tahun.

Namun ketahuilah ada banyak orang-orang yang sangat sukses seperti contoh di atas, Maya Angelou dan Don Cheadle. Itulah mengapa sudut pandang anak penting untuk menghadapi sindrom yang satu ini.

Yaitu, untuk jangan berfokus untuk menghilangkan sindrom ini, namun penting bagi remaja untuk ingat bahwa imposter syndrome tidak akan menghalangi kesuksesannya.

Itulah beberapa cara mengatasi imposter syndrome pada remaja.

Penting bagi orangtua untuk selalu mendukung kinerja anak, dan yakinkan bahwa pencapaian yang ia dapatkan bukanlah keberuntungan semata, namun atas hasil kinerja dan usahanya.

Bacajuga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.