Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kitama Arturo Jadi Dalang Cilik di Sesi Dengar Album ke-3 Nadin Amizah
Instagram.com/kitamaarturo
  • Kitama Arturo menjadi dalang cilik sekaligus narator dalam sesi dengar album ketiga Nadin Amizah, Laika, Yang Ditinggalkan, di M Bloc Space.

  • Untuk pertama kalinya, Kitama Arturo memainkan teater bayangan wayang kertas yang dipadukan dengan musik. Kitama memvisualkan kisah dari 11 lagu dalam album Nadin Amizah.

  • Meski latihan dan run-through dilakukan pada hari pertunjukan, Kitama Arturo tampil rapi dan memukau, mendapat apresiasi dari Nadin Amizah serta para penggemarnya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Peluncuran album ke-3 Nadin Amizah yang berjudul Laika, Yang Ditinggalkan menghadirkan konsep pertunjukan yang sangat unik. Dalam acara sesi dengar (listening session) yang digelar di M Bloc Space, Nadin menggabungkan lantunan lagu-lagunya dengan seni teater bayangan wayang.

Sosok berbakat di balik layar bayangan tersebut adalah Kitama Arturo, seorang dalang cilik yang dipercaya menjadi narator untuk menghidupkan narasi visual di hadapan para penonton. Aksinya sukses mencuri perhatian karena mampu menggerakkan wayang sekaligus bernarasi dengan begitu memukau.

Berikut Popmama.com rangkum cerita menarik mengenai Kitama Arturo jadi dalang cilik di sesi dengan album ke-3 Nadin Amizah.

Yuk, disimak kisah inspiratifnya!

1. Pengalaman pertama mengisi teater bayangan wayang

Instagram.com/kitamaarturo

Bagi Kitama Arturo, penampilannya di panggung sesi dengar album Laika, Yang Ditinggalkan merupakan pengalaman perdananya mengisi pertunjukan teater bayangan wayang yang dipadukan langsung dengan lantunan musik.

Di dalam bilik khusus, Kitama bertugas memainkan siluet wayang kertas untuk menggambarkan visual kisah-kisah yang dibawakan dalam album ke-3 Nadin Amizah.

2. Membawakan narasi dari kisah 11 cerita karya Nadin Amizah

Tidak hanya menggerakkan wayang, Kitama Arturo juga dipercaya langsung oleh Nadin Amizah untuk menjadi narator acara. Dengan suaranya yang khas, Kitama menceritakan dan menghidupkan 11 lagu karya Nadin yang menjadi jiwa dari album tersebut.

Kehadiran narasi dari Kitama ini membuat suasana sesi dengar menjadi semakin intim, menyentuh serta magis bagi seluruh penonton yang hadir.

3. Tampil totalitas dan memukau meski latihan singkat

Instagram.com/kitamaarturo

Meski hanya menjalani proses latihan dan run-through pada hari yang sama menjelang pertunjukan, Kitama Arturo seolah menunjukkan profesionalisme dan bakat yang luar biasa. Didampingi oleh tim pengarah panggung, ia berhasil mengeksekusi setiap gerakan wayang dan intonasi naskah dengan sangat rapi.

Penampilannya pun menuai decak kagum serta apresiasi hangat dari Nadin Amizah dan seluruh Kesayangan Nadin (nama dari penggemar Nadin). 

Keterlibatan Kitama Arturo di panggung sesi dengar Nadin Amizah membuktikan bahwa anak-anak mampu menunjukkan profesionalisme dan tanggung jawab besar saat diberi kepercayaan.

Dedikasi Kitama dalam mempelajari hal baru dan keberaniannya tampil di ruang publik tidak hanya memperkaya sajian visual album Laika, Yang Ditinggalkan. Ia juga menjadi potret inspiratif tentang bagaimana minat dan bakat anak dapat berkembang luar biasa ketika didukung oleh ruang ekspresi yang positif. 

Cerita Kitama mengingatkan para orangtua dan pendidik akan pentingnya memberikan kepercayaan serta panggung yang aman bagi anak. Terutama untuk mengeksplorasi potensi anak, baik dalam seni tradisional maupun kreativitas modern.

Ketika anak diajak untuk bertanggung jawab atas karyanya, rasa percaya diri dan ketangguhan mental mereka akan tumbuh secara alami, seolah membuktikan bahwa karya yang bermakna tidak pernah dibatasi oleh usia. 

Editorial Team

Related Article