Menurut pedoman dari Universitas Gadjah Mada, ada beberapa tanda yang perlu Mama perhatikan ketika mendampingi remaja, di antaranya:
Remaja yang mulai merasa hidupnya tidak berarti, kehilangan tujuan hidup, atau merasa menjadi beban bagi orang lain perlu mendapat perhatian khusus. Mereka mungkin mengungkapkan perasaan ini secara langsung. Perasaan benci pada diri sendiri yang sangat kuat, kecemasan berlebihan, serta gangguan pola tidur yang signifikan juga menjadi tanda bahaya.
Remaja yang tiba-tiba mengurung diri di kamar, menghindari interaksi dengan teman dan keluarga, atau kehilangan minat pada aktivitas yang biasanya disukai menunjukkan ada yang tidak beres. Perubahan suasana hati menjadi sangat sedih secara tiba-tiba, lebih sering menangis, atau justru menjadi sangat datar emosinya patut diwaspadai.
Menyakiti diri sendiri dengan cara mengiris kulit, membakar bagian tubuh, atau mencoba meracuni diri adalah sinyal darurat. Penurunan nafsu makan yang drastis tanpa alasan medis jelas, serta kehilangan berat badan signifikan juga perlu diperhatikan.
Yang paling mengkhawatirkan adalah ketika remaja mulai membicarakan topik ini, baik secara serius maupun dalam bentuk candaan. Mereka mungkin bertanya tentang cara-cara mengakhiri hidup, mencari informasi tentang obat atau racun tertentu.
Tanda yang sering terlewatkan adalah ketika remaja mulai membagikan barang-barang berharga, meminta orang lain menjaga hal-hal penting milik mereka, atau tiba-tiba menghubungi orang-orang untuk mengucapkan selamat tinggal atau meminta maaf.
Penting untuk dipahami bahwa tidak semua remaja menunjukkan tanda-tanda ini, dan beberapa remaja mungkin sangat pandai menyembunyikannya. Namun, jika Mama melihat kombinasi dari tanda-tanda ini, jangan ragu untuk segera bertindak dan mencari bantuan profesional.