Dari sisi geografis, lokasi kemunculan lumba-lumba ini ternyata tidak terlalu jauh dari Selat Malaka yang merupakan habitat alami mereka.
Jarak dari Sungai Sei Paham ke muara Bagan Asahan yang terhubung ke laut lepas Selat Malaka hanya sekitar 11 kilometer.
Sebelumnya, pada Agustus 2025, 8 ekor lumba-lumba juga pernah terdampar di Desa Silou Baru, Kecamatan Silau Laut, Kabupaten Asahan.
Saat itu, tim gabungan yang terdiri dari Dinas Perikanan Kabupaten Asahan, Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL), dan Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan berhasil menggiring lumba-lumba tersebut kembali ke laut dalam menggunakan 3 boat.
Meski jaraknya masih cukup dekat dengan habitat alaminya, kemunculan lumba-lumba di perairan yang berdekatan dengan pemukiman tetap menjadi fenomena menarik untuk dicermati bersama.
Menurut Mama, apa yang menyebabkan lumba-lumba bisa sampai masuk ke perairan dekat pemukiman warga?