Tugas malaikat Ridwan adalah untuk menjaga surga dan membantu orang-orang beriman yang akan masuk ke dalamnya.
Saat di hari pembalasan nanti, Allah akan memerintahkan Ridwan untuk membantu dan menyambut orang beriman yang datang untuk memasukkannya ke dalam surga.
Adapun kisah lainnya sebagai berikut ini,
Dalam riwayat yang lain dikisahkan: tatkala penduduk surga datang ke lapangan yang luas, maka terlihat oleh mereka di lapangan itu terdapat pohon yang beraneka macam. Di atas pohon tadi terdapat buah-buahan yang beraneka warna. Ahli surga juga melihat beberapa mata air yang dingin, yang mengalir di antara pepohonan dan bunga-bunga yang beraneka macam. Sedangkan daun-daun pohon tersebut menjuntai ke bawah.
Lalu berhentilah penduduk surga di bawah teduhan pohon itu, kemudian mereka meminum air yang dingin. Seketika itu hilanglah di hati mereka rasa dendam, tidak ada penipuan, tidak ada rasa dengki, tidak ada hasut, tidak ada takabur, tidak ada marah, dan tidak ada permusuhan. Semuanya telah keluar sebab minuman air tadi. Akhirnya jadilah lahir dan batin ahli surga bersih seperti perak.
Kemudian mereka naik buraq untuk datang ke pintu surga. Mereka disambut oleh penjaga pintu surga (Ridwan) dengan taburan permata, perak dan mutiara di kepala mereka seraya berkata: "Semoga salam sejahtera dan kebahagiaan tetap tercurahkan kepada kalian, masuklah kalian ke surga yang abadi ini." Penduduk surga itu kemudian masuk ke dalam surga.
Perasaan dendam yang hilang ketika masuk ke dalam surga tertera dalam Alquran, tepatnya QS. Al-Hijr ayat 45-47.
ان المتقين فى جنت وعيون
Innal muttaqiina fii Jannaatinw wa 'uyuun
45. Sesungguhnya orang yang bertakwa itu berada dalam surga-surga (taman-taman), dan (di dekat) mata air (yang mengalir).
ادخلوها بسلم امنين
Udkhuluuhaa bisalaamin aaminiin
46. (Allah berfirman), "Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera dan aman."
ونزعنا ما فى صدورهم من غل اخوانا على سرر متقبلين
Wa naza'naa ma fii suduurihim min ghillin ikhwaanan 'alaa sururim mutaqoobiliin
47. Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang ada dalam hati mereka; mereka merasa bersaudara, duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.