Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
ayimun kelapa gading
Dok. AYIMUN Kelapa Gading

Kompetisi global menuntut anak tak hanya pintar secara akademis, tapi juga terampil berdiplomasi, berkolaborasi, dan berpikir kritis.

Orangtua pun kini semakin sadar akan pentingnya mengasah soft skills tersebut sejak dini sebagai persiapan masa depan sang buah hati. Salah satu wadah yang kini banyak diminati adalah kegiatan simulasi konferensi PBB atau Model United Nations (MUN).

Baru-baru ini, sebuah kegiatan serupa sukses menyatukan ratusan pelajar dari berbagai daerah. Simulasi sidang PBB seperti yang baru saja digelar oleh AYIMUN Kelapa Gading Chapter, menjadi bukti bahwa pendidikan diplomasi dan kepemimpinan bisa diakses oleh anak-anak dan remaja Indonesia untuk mengasah potensi mereka.

Lantas, apa saja manfaat yang bisa didapatkan anak dari mengikuti kegiatan seperti ini? Berikut Popmama.com rangkum ulasan selengkapnya.

1. Didampingi fasilitator internasional untuk belajar diplomasi langsung

Dok. AYIMUN Kelapa Gading

Bukan sekadar kegiatan yang akan melatih kemampuan anak, tapi juga memberikan pengalaman yang mendalam, Ma.

Peserta tak hanya berdiskusi teori, tapi langsung mempraktikkan simulasi sidang PBB di bawah bimbingan chair atau fasilitator berpengalaman yang berasal dari beragam negara, seperti Singapura, Thailand, dan Indonesia.

Keberagaman latar belakang fasilitator ini memperkaya perspektif yang diberikan kepada anak. Mereka belajar langsung tentang tata cara berdiplomasi, negosiasi, penyusunan dokumen, dan cara kerja sama menyelesaikan masalah global, layaknya diplomat sungguhan.

Proses ini yang secara langsung akan melatih keterampilan komunikasi, argumentasi, dan kolaborasi anak dalam suasana profesional yang semakin mendukung.

2. Membangun kepercayaan diri, karakter, dan wawasan global

Dok. AYIMUN Kelapa Gading

Bertemu dengan ratusan peserta dari lebih 35 sekolah dan universitas di berbagai kota, seperti Jabodetabek, Medan, Bandung, Yogyakarta, hingga Surabaya, menjadi pembelajaran tersendiri bagi anak.

Anak pun akan belajar banyak hal, termasuk belajar menghargai perbedaan pendapat dan latar belakang. Kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan kemampuan berpikir strategis, memecahkan masalah kompleks, dan berani menyampaikan ide di forum umum.

Interaksi ini juga tak hanya memperluas wawasan global seputar isu internasional, tapi juga secara signifikan meningkatkan kepercayaan diri dan kecakapan sosial anak yang akan menjadi modal utama mereka sebagai pemimpin di masa depan.

3. Sebagai wadah untuk eksplorasi bakat anak

Dok. AYIMUN Kelapa Gading

Mengajak anak untuk berpartisipasi dalam acara terstruktur seperti AYIMUN memberikan banyak manfaat untuk tumbuh kembang mereka, Ma, termasuk untuk mengeksplorasi minatnya di bidang hubungan internasional, hukum, atau kepemimpinan.

Melalui proses seleksi hingga konferensi, anak belajar kedisiplinan, komitmen, dan etika kompetisi yang sehat. Selain itu, ini adalah peluang emas membangun jejaring dengan sesama pelajar berpotensi dari berbagai daerah.

Anak pun akan mendapatkan banyak teman baru dengan minat yang sama sepertinya, serta bisa jadi wadah untuk saling berbagi satu sama lain.

Yang menarik, pengalaman ini bisa menjadi batu loncatan untuk mengikuti ajang serupa di lingkup yang lebih luas lagi nantinya. Misalnya, tersedia AYIMUN Bekasi Chapter (11-12 April 2026) dan rencana AYIMUN Penang Chapter (Mei 2026), yang membuka kesempatan berkelanjutan bagi anak untuk terus berkembang.

Dengan adanya kegiatan simulasi diplomasi seperti ini, para generasi muda bisa mendapatkan lebih dari sekadar pengalaman akademik, tapi juga sebagai investasi untuk membentuk pola pikir, karakter, dan keterampilan hidup agar lebih siap menghadapi dunia yang terus berubah.

Bagi orangtua yang ingin anaknya terlatih dalam kepemimpinan, kolaborasi, dan komunikasi tingkat tinggi, mengikutsertakan mereka dalam wadah seperti ini bisa menjadi langkah strategis untuk membuka pintu peluang yang lebih luas di masa depan.

Tertarik mengikutsertakan anak dalam simulasi diplomasi ini, Ma?

Editorial Team