Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana/AI
Gejala mata bintitan pada anak tidak langsung muncul sebagai benjolan besar. Kondisi ini biasanya berkembang melalui beberapa tahap, sehingga penting bagi Mama untuk mengenalinya sejak awal.
Tahap awal (hari ke-1 hingga ke-2), yaitu sekitar hari pertama hingga kedua, anak biasanya mulai merasakan ketidaknyamanan di kelopak mata. Sensasinya bisa berupa rasa seperti ada benda asing, sedikit gatal, atau nyeri ringan saat berkedip. Pada fase ini, perubahan fisik belum terlalu terlihat sehingga sering diabaikan.
Tahap peradangan (hari ke-2 hingga ke-4), memasuki hari kedua hingga keempat, kelopak mata mulai tampak kemerahan dan mengalami pembengkakan. Rasa nyeri juga semakin jelas, terutama saat disentuh atau ketika anak menggerakkan mata. Kondisi ini terjadi karena adanya respons peradangan akibat infeksi bakteri di kelenjar minyak.
Tahap pembentukan benjolan (hari ke-3 hingga ke-7), yaitu hari ketiga hingga ketujuh, mulai muncul benjolan kecil yang menyerupai jerawat di kelopak mata. Benjolan ini bisa berisi nanah, disertai mata yang terasa lebih berair dan sensitif terhadap cahaya. Dalam beberapa kasus, pembengkakan bisa cukup besar hingga membuat kelopak mata terasa berat dan mengganggu penglihatan anak.
Jika ditangani dengan tepat, seperti kompres hangat dan menjaga kebersihan mata, kondisi ini biasanya mulai membaik dalam waktu 7 hingga 10 hari. Benjolan dapat pecah dengan sendirinya dan keluhan pun perlahan berkurang.
Namun, jika tidak ditangani dengan baik, bintitan dapat berkembang menjadi kondisi lanjutan yang disebut kalazion, yaitu benjolan yang lebih keras dan biasanya tidak terasa nyeri, tetapi membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.