7 Fakta Baru Kasus Seorang Santri Pondok Gontor Meninggal Dunia

Seorang santri di Gontor meninggal dunia, pihak pesantren menyebutkan diduga dianiaya senior

7 September 2022

7 Fakta Baru Kasus Seorang Santri Pondok Gontor Meninggal Dunia
Facebook.com/Pondok Modern Darussalam Gontor

Seorang santri di Pondok Pesantren Gontor ditemukan meninggal dunia pada 22 Agustus 2022 lalu. Tewasnya seorang santri yang berinisial AM itu baru terungkap oleh orangtua korban ketika pihak keluarga meminta bantuan kepada pengacara Hotman Paris.

Mulanya, Mama dari korban menduga sang anak tewas akibat kekerasan yang dialaminya. Hal ini lantaran terdapat luka-luka pada sekujur tubuh siswa yang masih duduk di kelas 5 Pondok Gontor tersebut. Setelah viral dan terderak keluarga, pihak pesantren yang sempat menutupi kasus ini pun mengakui adanya dugaan kekerasan yang dilakukan oleh sesama santri. 

Sebagai pengacara keluarga korban, Hotman Paris kemudian meminta Kapolda Jawa Timur untuk turun tangan menyelidiki tewasnya AM di Pondok Pesantren Gontor.

Melansir dari berbagai sumber, berikut Popmama.com rangkumkan sederet informasi terkini terkait santri di Pondok Gontor yang meninggal dunia diduga akibat penganiayaan.

1. Bertemu dengan Hotman Paris

Belum lama ini, seorang mama di Palembang mengungkapkan rasa sedihnya ketika mengetahui sang anak yang meninggal dunia saat menimba ilmu di Pondok Modern Darussalam Gontor 1 Ponorogo, Jawa Timur.

Seorang mama bernama Soimah Siti menceritakan kisah pilunya di hadapan seorang pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea. Pertemuan tersebut terjadi pada Minggu (4/9/2022) kemarin, ketika Hotman Paris tengah berkunjung ke Palembang untuk mendampingi korban pemukulan anggota DPRD Palembang, MZ.

Kepada Hotman, Soimah menceritakan bagaimana mulanya ia dan keluarga mendapat kabar bahwa AM dinyatakan meninggal dunia pada pukul 06.45 WIB. Namun, keluarga justru baru diberi kabar sekitar pukul 10.40 WIB, atau pada hari Senin 22 Agustus 2022.

"(Meninggal dunia) diduga karena tindak kekerasan. Sudah dikubur, tidak ada visum, belum buat laporan polisi. Karena pertimbangan menyangkut lembaga besar, Gontor. Iya (meninggal dunia di Ponpes Gontor 1)," ucap Soimah kepada Hotman Paris, yang kemudian diunggah di akun milik @hotmanparisofficial.

2. Menuliskan pesan terbuka untuk Pondok Gontor

2. Menuliskan pesan terbuka Pondok Gontor
Instagram.com/soimah_didi

Setelah menceritakan kisah tragis yang dialami anaknya kepada Hotman Paris, kasus kematian AM di Pondok Gontor pun menjadi viral dan turut mendapat perhatian banyak netizen.

Soimah kemudian membuat surat terbuka untuk Pondok Pesantren Gontor 1 Ponorogo, yang disebarluaskan melalui aplikasi pesan instan WhatsApp Group (WAG).

Pesan yang kemudian ramai dibicarakan netizen itu berisikan keluarga korban yang meminta kejelasan atas meninggalnya AM dalam menimba ilmu di Pondok Gontor. Seoimah dan keluarga meminta keadilan kepada semua pihak dalam menuntaskan kasus kepergian sang anak secara tiba-tiba.

Berikut adalah isi pesan terbuka keluarga AM untuk Pondok Gontor yang kemudian viral di media sosial:

"Sungguh miris, tragis dan menyakitkan hati saya dan keluarga tidak ada kabar sakit atau apapun itu dari anak saya. Tiba-tiba dapat kabar dari pengasuhan Gontor 1 telah meninggal dunia pada Senin, 22 Agustus 2022 pukul 10.20. Padahal di surat keterangan yang kami terima, meninggal dunia pukul 06.45 WIB, ada apa? rentang waktu itu menjadi pertanyaan keluarga kami.

Kami pihak keluarga meminta agar mayat dibuka. Sungguh sebagai ibu, saya tidak kuat melihat kondisi mayat anak saya demikian, begitu juga dengan keluarga. Amarah tak terbendung kenapa laporan yang disampaikan, berbeda dengan kenyataan yang diterima.

Hal itu dilakukan, agar anak saya segera bisa dikubur. Mengingat sudah lebih dari satu hari perjalanan dan saya tidak rela tubuh anak saya diobrak-abrik. Keputusan saya untuk tidak melanjutkan ke ranah hukum didasari banyak pertimbangan.

Ini tidak sebanding dengan harapan para orangtua dan wali santri, untuk menitipkan anaknya di sebuah lembaga yang dapat mendidik akhlak para generasi berikutnya.

Semoga tulisan ini membuka mata masyarakat, memperjuangkan kebenaran dibutuhkan keberanian. Dari saya, Soimah wali santri Albar Mahdi bin Rusdi yang masih berharap ini hanya mimpi. Dan merasa anak saya belum pulang menimba ilmu."

Editors' Pick

3. Awal mula kecurigaan

3. Awal mula kecurigaan
Instagram.com/soimah_didi

Setelah mendapat kabar mendadak atas kepergian anaknya, pihak Pondok gontor pun membawa pulang jasad AM dari Ponorogo, Jawa Timur menuju Palembang, Sumatera Selatan. 

Diceritakan oleh sang mama, jasad anaknya dijemput langsung oleh sang suami yang juga diantarkan oleh salah seorang perwakilan yang bernama ustad Agus pada Rabu (23/8/2022) lalu.

Di hadapan para pelayat yang hadir, perwakilan Pondok Gontor tersebut menjabarkan bahwa AM meninggal akibat terjatuh usai mengikuti mengikuti Perkemahan Kamis Jumat (Perkajum). Jasad AM kemudian dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Sungai Selayur, pada sore hari usai diterima oleh pihak keluarga.

Sebelumnya, Soimah dan keluarga menerima alasan kematian sang anak yang dibeberkan oleh perwakilan Pondok Gontor. Namun, mereka sekeluarga kemudian mendengar adanya kronologi kematian AM yang berbeda dari wali santri lainnya.

4. Pihak Pondok Gontor mengakui adanya kekerasan

4. Pihak Pondok Gontor mengakui ada kekerasan
Youtube.com/gontortv

Mengetahui adanya kejanggalan, serta melihat beberapa luka di sekujur tubuh anaknya, pihak keluarga pun langsung menghubungi forensik dan rumah sakit untuk melakukan autopsi terhadap jasad AM.

Setelah mendapat desakan dari pihak keluarga, perwakilan dari Ponpes Gontor 1 Ponorogo yang mengantar jenazah anaknya itu akhirnya mengakui bahwa AM meninggal dunia akibat adanya kekerasan yang dilakukan oleh sesama santri.

Setelah mendapat berbagai desakan, pihak Pondok Pesantren Gontor pun buka suara dan menuliskannya dalam keterangan tertulis yang disampaikan oleh juru bicara Pondok Modern Darussalam Gontor, Noor Syahid, pada Senin (5/9/2022) dalam kanal YouTube milik gontortv.

Dijelaskan oleh Noor, pihaknya memang menemukan bahwa ada dugaan penganiayaan yang mengakibatkan tewasnya AM. Untuk menghindari kejadian serupa, pihak Pondok Gontor langsung menindak/menghukum mereka yang terlibat dugaan penganiayaan tersebut.

"Bersama dengan keluarga almarhum dan aparat kepolisian, kami berkomitmen kuat untuk menyelesaikan kasus ini sampai tuntas dengan mengikuti setiap proses hukum yang ada. Dan sebagai bentuk komitmen itu, alhamdulillah pada hari ini, Selasa, 6 September 2022 telah digelar olah TKP oleh pihak Kepolisian Resort Ponorogo, di lingkungan Pondok Modern Gontor," ujar Noor menjelaskan.

5. Terduga pelaku penganiayaan

5. Terduga pelaku penganiayaan
Youtube.com/gontortv

Lebih lanjut, Noor juga menjelaskan bahwa pihaknya telah memberikan sanksi tegas kepada terduga pelaku penganiayaan dengan mengeluarkannya dari ponpes. Keputusan tersebut langsung dibuat oleh pihak Pondok Gontor di hari yang sama ketika AM ditemukan tewas akibat dianiaya.

Hingga kini, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus meninggalnya seorang santri di Pondok Pesantren Gontor Ponorogo. Total terdapat 9 orang saksi yang sedang mendapatkan pemeriksaan dari pihak polisi.

Kapolres Ponorogo AKBP Catur Cahyono Wibowo menjelaskan, 9 saksi yang diperiksa di antaranya adalah 4 dokter, 2 santri, 2 ustad dan 1 staf pengajar. 

Berdasarkan hasil olah TKP yang digelar kepolisian di Pondok Gontor pada Selasa (6/9/2022) kemarin, polisi dikabarkan telah mengantongi dua nama yang diduga sebagai pelaku yang menganiaya santri Am hingga tewas.
 

6. Penyebab tewasnya santri di Pondok Gontor

6. Penyebab tewas santri Pondok Gontor
Gontor.ac.id

Sebelumnya, Kapolres Ponorogo AKBP Catur Cahyono Wibowo juga menjelaskan kepada wartawan bahwa penyelidikan masih akan terus dilakukan secara bertahap. Hal ini guna mendapat kejelasan dari motif meninggalnya AM di Pondok Gontor.

Dugaan sementara, Catur dan pihaknya menemukan adanya kesalahpahaman yang terjadi antara AM dengan terduga pelaku santri. Sehingga ini yang memicu adanya penganiayaan oleh sesama santri. Untuk mengetahui motif pasti penganiayaan, pihaknya masih akan terus melakukan pemeriksaan kepada para saksi.

Tak memungkiri adanya dugaan tindakan penganiayaan sesama santri hingga tewas, pihak Pondok Gontor akan menyerahkan seluruhnya kepada pihak kepolisian guna mengusut tuntas motif dibalik penganiyaan yang terjadi.

"Secara detailnya seperti apa, kami serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian, termasuk terkait motif di balik dugaan penganiayaan yang mengakibatkan wafatnya santri kami," sambung Noor menjelaskan.

7. Kemenag buat aturan cegah kekerasan

7. Kemenag buat aturan cegah kekerasan
Kemenag.go.id

Menanggapi kasus santri Gontor meninggal diduga penganiayaan, Kementerian Agama (Kemenag) akan menyusun regulasi untuk mengantisipasi kasus kekerasan di lembaga pendidikan agama dan keagamaan. Kemenag berharap kasus semacam itu tidak terulang kembali.

Kementerian Agama (Kemenag) pun turun tangan untuk membantu pihak kepolisian dalam mengusut tuntas kasus kematian AM secara mendadak di Pondok Pesantren Gontor.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag Waryono Abdul Ghofur kemudian segera berkoordinasi dengan Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur untuk mengumpulkan berbagai informasi di lokasi kejadian.

Waryono juga menjelaskan bahwa pihaknya akan segera memproses penyusunan regulasi pencegahan tindak kekerasan pada pendidikan agama dan keagamaan. Dijelaskan olehnya, regulasi tersebut sudah memasuki tahap harmonisasi di Kementerian Hukum dan HAM.

Demikianlah sederet fakta terkini dari kasus meninggalnya seorang santri di Pondok Pesantren Gontor 1 Ponorogo, Jawa Timur. Semoga kasus ini bisa segera menemukan titik terang dan tidak ada lagi kejadian serupa pada anak-anak kita ya, Ma.

Baca juga:

The Latest