Stop Menghakimi, Ini 7 Ciri-Ciri Anak Broken Home yang Perlu Diketahui

Jangan menambah luka di hatinya, yuk coba untuk tidak menghakimi anak broken home

16 Juni 2021

Stop Menghakimi, Ini 7 Ciri-Ciri Anak Broken Home Perlu Diketahui
Freepik/master1305

Setiap anak tentu menginginkan keluarga yang harmonis dan saling menyayangi. Namun kenyatannya, tak semua keluarga bisa saling memberikan dukungan dan menyemangati satu sama lain. Ada beberapa anak yang harus alami kesedihan karena korban dari kehancuran keluarga, atau broken home.

Broken home sendiri merupakan istilah dalam bahasa Inggris yang umumnya disebutkan untuk keluarga yang alami perceraian atau perpisahan. 

Saat seorang anak harus tumbuh di dalam keluarga broken home, bukan tidak mungkin mereka akan tumbuh menjadi berbagai macam stereotip tentang ciri anak broken home yang marak disebutkan sejumlah masyarakat.

Lantas, apa saja ciri dari anak broken home yang perlu diketahui? Untuk mengetahuinya, berikut Popmama.com telah merangkum informasi selengkapnya.

1. Sulit percaya dengan orang lain

1. Sulit percaya orang lain
Freepik/Jeswin

Ciri yang dapat dilihat dari anak broken home adalah, sulit memercayai orang lain yang ada di sekitarnya.

Mengapa demikian? Sebab, anak yang tumbuh di keluarga broken home merasa orangtua yang selama ini dipercaya, justru telah membuatnya kecewa karena telah membohonginya. Tak heran jika anak yang broken home akan lebih sulit memercayai orang lain, bahkan keluarga atau teman terdekatnya sekali pun.

2. Kurang menghargai diri sendiri

2. Kurang menghargai diri sendiri
Freepik

Saat anak merasa tidak dihargai oleh Mama maupun Papanya, maka akan menimbulkan refleksi pada dirinya sendiri, Ma. Ini akan membuat anak juga tidak bisa menghargai dirinya sendiri.

Itulah mengapa anak broken home lebih masa bodo dengan dirinya dan berakhir membuat anak tidak menghargai diri sendiri. Hal ini karena ia pun merasa tidak dihargai oleh orangtuanya sendiri, Ma.

Editors' Picks

3. Posesif

3. Posesif
Freepik/Karlyukav

Anak broken home juga biasanya memiliki sifat yang posesif. Ini bisa dilihat dari lingkungan pertemanan, maupun percintaannya.

Bukan tanpa alasan, anak broken home menjadi lebih posesif karena mereka haus akan kasih sayang yang tidak didapat dari orangtuanya.

Mereka akan merasa ketakutan jika teman atau orang yang ia cintai akan pergi meninggalkannya, sama seperti orangtuanya yang berpisah dan membuat kecewa.

4. Takut dibohongi

4. Takut dibohongi
Freepik/our-team

Melanjutkan pernyataan sebelumnya yakni sulit memercayai orang lain, anak broken home juga memiliki ketakutan berlebih akan dibohongi oleh orang sekitarnya.

Hal ini karena anak yang broken home selalu melihat bagaimana orangtua membohonginya untuk menutupi semua permasalahan yang membuat anak berakhir kecewa.

5. Selalu menyembunyikan perasaannya

5. Selalu menyembunyikan perasaannya
Freepik/Cookie-studio

Tidak seperti anak pada umumnya, anak broken home lebih banyak memendam perasaannya agar orang lain tidak mengetahui perasaan mereka yang sebenarnya.

Ketika orang lain dapat dengan mudah berbagi cerita untuk meringankan sedikit pikiran mereka, justru anak broken home akan menutupi semuanya agar orang lain tidak melihat kesedihan yang sedang mereka rasakan.

6. Tidak punya identitas diri yang kuat

6. Tidak pu identitas diri kuat
Freepik

Anak broken home umumnya akan membandingkan hidupnya dengan teman sebayanya yang jauh lebih beruntung dan bahagia. Hal inilah yang membuat seorang anak broken home tidak memilki identitas diri yang kuat.

Sehingga mereka akan lebih mudah merasa depresi dan frustasi dalam menjalani hidupnya. Sebab menurut mereka, kehidupan mereka tidak bisa sebahagia temannya yang memiliki keluarga harmonis dan saling melengkapi.

7. Rasa cemas atau khawatir berlebih

7. Rasa cemas atau khawatir berlebih
Freepik

Anak yang broken home juga cenderung memiliki tingkat kekhawatiran yang lebih tinggi dari anak biasanya. Mereka akan merasa cemas dan terancam akan suatu masalah yang sedang mereka hadapi.

Hal ini karena anak broken home tidak atau kurang mendapat dukungan dari orangtua. Sehingga, wajar bagi mereka jika merasa tidak semangat dan takut untuk melakukan suatu pekerjaan.

Itulah ciri anak broken home yang perlu diketahui. Alih-alih menghakimi, sebaiknya berikan perhatian lebih untuk mengobati luka di hatinya agar mereka jauh lebih semangat menjalani hidup.

Anak broken home bukan akhir dari segalanya kok, Ma. Banyak anak yang tumbuh di keluarga broken home, tetapi dapat membuktikan kepada orang lain bahwa mereka bisa bangkit dan menjadi anak yang membanggakan.

Jadi, jangan langsung menghakimi anak broke home ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.