Komedo pada Remaja: Mengenal Jenis, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Agar anak tak bingung, ini penjelasannya

3 Juni 2020

Komedo Remaja Mengenal Jenis, Penyebab Cara Mengatasinya
Freepik/Jcomp

Ketika anak sudah memasuki usia pra remaja, tentu ada banyak hal yang perlu Mama ajarkan padanya. Salah satunya tentang merawat kebersihan diri yang bisa dimulai dari kebersihan pada wajahnya.

Salah satu masalah kebersihan wajah yang rentan terjadi pada remaja adalah jerawat dan komedo. Komedo sendiri merupakan kotoran yang muncul ketika pori-pori tersembuat oleh minyak dan kulit mati, komedo inilah yang menjadi cikal bakal tumbuhnya jerawat pada wajah anak.

Meski tidak bahaya dan tidak menyebabkan rasa sakit, komedo bisa mengganggu penampilan anak lho, Ma. Terlebih jika komedo mengalami infeksi yang menyebabkan kulit bengkak dan kemerahan. Kondisi inilah yang banyak dijumpai oleh para remaja.

Untuk mengetahui lebih jauh seputar komedo, berikut Popmama.com telah merangkum dari berbagai sumber mengenai jenis, penyebab, dan cara mengatasi komedo pada anak remaja.

Editors' Picks

1. Jenis-jenis komedo

1. Jenis-jenis komedo
reverehealth.com

Pada umumnya, orang mengetahui komedo terdapat dua jenis yaitu komedo putih (whiteheads) dan komedo hitam (blackheads). Dilansir dari Verywell Health, berikut adalah jenis-jenis komedo yang jarang diketahui:

  • Komedo terbuka

Komedo terbuka ini yang biasa disebut komedo hitam, yang mana terjadi ketika minyak tersumbat dalam lubang pori-pori. Bagian atas komedo yang terlihat menghitam merupakan minyak yang telah teroksidasi dan menjadi gelap. Komedo jenis ini biasanya muncul di area hidung, dagu, bahu, dan punggung.

  • Komedo tertutup

Jika komedo hitam berarti komedo terbuka, berbeda dengan komedo putih yang berarti komedo tertutup. Komedo jenis ini terbentuk ketika lubang pori terhambat serta sumbatan sel minyak dan kulit tidak terpapar udara. Komedo tertutup biasanya muncul di bagian dahi, dagu, dan pipi.

  • Microcomedones

Sesuai namanya yaitu microcomedones, komedo ini merupakan yang terkecil dari semua komedo. Yang mana komedo tidak terlihat oleh mata telanjang. Komedo atau jerawat yang meradang, pada mulanya akan dimulai sebagai microcomedo.

  • Macrocomedones

Berbanding kebalik dengan microcomedones, macrocomedones adalah komedo terbuka (lebih umum) atau tertutup yang lebih besar dari rata-rata. Komedo ini biasanya berkisar dari 1 milimeter (0,04 inci) hingga 3 milimeter (0,12 inci).

  • Komedo besar

Sesuai dengan namanya, komedo ini memiliki diameter perumbuhan hingga 2 sentimeter (0,78 inci). Mereka biasanya terjadi sendiri-sendiri dan biasanya teradi pada orang dewasa yang lebih tua.

  • Komedo surya

Komedo ini disebabkan oleh paparan sinar matahari yang berlebihan dari waktu ke waktu. Komedo surya bisa kecil atau besar, terbuka atau tertutup. Komedo jenis ini juga biasanya terjadi [ada orang dewasa lanjut usia mulai dari 40-an dengan paparan sinar matahari yang ekstrem.

2. Penyebab remaja rentan alami komedo

2. Penyebab remaja rentan alami komedo
Freepik/Jcomp

Pada awalnya komedo tertutup atau komedo akan berwarna putih, hingga permukaan pori-pori tertus terbuka dan terpapar udara kotor dan menyebabkan komedo menjadi menghitam. Berikut penyebab mengapa remaja rentan mengalami komedo di wajahnya:

  • Produksi minyak berlebih menjadi penyebab umum munculnya komedo. Saat wajah anak terasa lengket akibat minyak berlebih, maka kotoran akan lebih mudah menempel dan pori-pori mudah tersumbat. Inilah yang menyebabkan terjadinya jerawat dan komedo.
  • Pengaruh makeup. Anak usia remaja memang sudah banyak yang mengenal makeup untuk menunjang penampilan mereka. Tetapi ini bisa menjadi pemicu timbulnya jerawat juga, Ma. Terlalu banyak mengaplikasikan makeup untuk melapisi kulit wajah bisa mengganggu kebebasan kulit untuk bernapas dan menyumbat pori-pori sehingga timbul komedo.
  • Kurang mengonsumsi air putih juga memengaruhi timbulnya komedo. Sebab air putih memiliki fungsi untuk menjaga kesehatan kulit dari dalam.
  • Udara yang buruk dari debu dan polusi juga memengaruhi kulit lho, Ma. Terlebih jika terlau sering terpapar sinar matahari, jerawat dan komedo pun akan lebih mudah muncul di area wajah.
  • Usia remaja juga usia yang rentan stres. Stres ini juga bisa menjadi pemicu kesehatan kulit anak terganggu. Stres secara signifikan dapat merusak keindahan kulit dan bisa menyebabkan komedo pada wajah.

3. Cara mengatasinya

3. Cara mengatasinya
Freepik

Dalam banyak kasus, komedo biasanya dapat dicegah atau paling tidak dikurangi. Berikut beberapa langkah yang dapat diambil dalam mengatasi komedo:

  • Cuci muka minimal dua hari sekali agar wajah tetap bersih dan terhindari kotoran-kotoran yang menempel akibat minyak berlebih.
  • Gunakan produk kulit bebas minyak dan noncomedogenic untuk mencuci, melembabkan, dan merias wajah karena ini cenderung menyumbat pori-pori wajah.
  • Pastikan kuas dan aplikator yang akan dioleskan ke wajah bersih dan terawat.
  • Hapus makeup atau kotoran yang menempel di wajah sebelum tidur.
  • Jangan biarkan keringat dan minyak menempel di kulit. Setelah melakukan olahraga atau kegiatan fisik berat lainnya, sebaiknya segera pergi mandi untuk membersihkan diri.
  • Gunakan masker wajah minimal dua kali dalam seminggu. Masker wajah berguna untuk membersihkan dan mengangkat kotoran lebih dalam. Masker yang biasanya digunakan untuk mengatasi komedo adalah jenis clay mask atau masker tanah liat karena dapat melembutkan pori-pori yang tersumbat dan membersihkan berbagai kotoran, minyak, serta sel kulit mati yang menyumbat pori-pori.
  • Konsultasikan ke dokter kulit untuk mendapat penanganan dan pilihan yang tepat agar tidak salah menggunakan produk pencegahan komedo.
  • Sabar adalah kuncinya. Ajak anak untuk tetap sabar dalam merawat wajah, karena semua butuh proses, Ma.

Itulah jenis dan penyebab komedo pada remaja yang bisa Mama ketahui dalam membantu kebersihan wajah anak. Meski tak menimbulkan rasa sakit, komedo tentu akan mengganggu penampilan anak yang sudah tumbuh remaja ini. Yuk, ajarkan anak cara-cara di atas untuk tetap menjaga penampilannya.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.