Memiliki Jiwa Pemimpin, Ini 7 Karakter Positif Anak Pertama

Berdasarkan beberapa penelitian, begini sfat baik anak pertama

14 September 2020

Memiliki Jiwa Pemimpin, Ini 7 Karakter Positif Anak Pertama
healthhub.sg

Memiliki anak lebih dari satu tentu menjadi karunia sekaligus tanggung jawab yang besar sebagai orangtua. Sifat dan karakter anak yang berbeda-beda tentu membuat Mama dan Papa harus extra sabar dalam menyikapi mereka.

Namun tau nggak sih, Ma, kalau anak pertama itu memiliki berbagai kombinasi sifat baik lho! Menurut beberapa penelitian mengenai sifat anak pertama, biasanya si kakak terkenal lebih bertanggung jawab dan memiliki jiwa pemimpin serta lebih mandiri dari adik-adiknya.

Kira-kira si kakak juga seperti yang disebutkan nggak ya? Coba buktikan yuk, Ma! A

pakah hasil penelitian ini sesuai dengan kepribadian kakak sebagai anak pertama atau tidak, berikut Popmama.com telah merangkumnya untuk Mama.

1. Dikenal lebih bertanggung jawab

1. Dikenal lebih bertanggung jawab
maidtoshinecleaners.com

Penelitian YouGov pada 2015 menemukan bahwa anak pertama memiliki sifat bertanggung jawab yang lebih tinggi dari saudara termuda. Penelitian tersebut menyebutkan, sekitar 54 persen anak pertama mengungkapkan bahwa mereka lebih bertanggung jawab dari adik-adik mereka.

Sementara 31 persen saudara yang lebih muda menyebutkan diri mereka juga bertanggung jawab. 

Rasa tanggung jawab yang bisa diwujudkan dalm hal ini bisa dilihat dari berbagai bentuk, Ma. Mulai dari kebersihan ia dan lingkungan sekitarnya, serta bertanggung jawab dalam menyelesaikan pekerjaan rumah atau bisa juga lebih disiplin dalam sekolah.

2. Memiliki jiwa pemimpin

2. Memiliki jiwa pemimpin
Freepik/Jcomp

Dari sifat mereka yang bertanggung jawab, anak pertama biasanya memiliki sifat alami sebagai seorang pemimpin, Ma. Ini karena anak pertama merupakan anak tertua dan dituntut menjadi contoh baik bagi adik-adik mereka.

Jadi tak heran ya, Ma, jika melihat si kakak secara alami membentuk sifatnya sebagai seorang pemimpin!

Seperti penelitian yang dilakukan University of Texas, anak pertama memiliki kemungkinan 30 persen lebih besar menjadi CEO atau politisi. Dilansir dari laman Daily Main, sifat tersebut membuat anak pertama biasanya lebih diandalkan dalam pekerjaan yang membutuhkan kemampuan kepemimpinan dan sosial.

Editors' Picks

3. Lebih cerdas dari saudara termudanya

3. Lebih cerdas dari saudara termudanya
Freepik

Penelitian National Bureau of Economic Research (NBER) yang dikutip dalam laman Elite Daily mengungkapkan bahwa anak pertama lebih baik daripada adik-adik mereka di sekolah.

Penelitian lain juga menunjukkan, anak pertama umumnya lebih cerdas secara alami dan menunjukkan nilai IQ yang lebih tinggi dari saudara termuda mereka.

Para peneliti menjawab, anak pertama menerima perhatian lebih besar dan perawatan yang lebig optimal dibanding adiknya, itulah yang mendorong perkembangan otak anak pertama menjadi lebih cemerlang, kuat, dan sehat untuk menjadi pribadi yang cerdas.

4. Akan lebih sukses dan kaya di masa depan, benarkah?

4. Akan lebih sukses kaya masa depan, benarkah
Freepik/lifeforstock

Beberapa penelitian memprediksi bahwa anak pertama akan lebih sukses dan kaya dibanding saudaranya di masa depan. Dilansir dari laman Business Insider, si kakak umumnya cenderung menjadi pemimpin dan mencapai kesuksesan dibanding adik-adiknya nih, Ma.

Hal ini berdasarkan hasil survey yang dilakukan pada1.582 kepala eksekutif, diketahui hasilnya bahwa 43 persen di antaranya adalah anak pertama. Survey lain menyebutkan, 55 persen anak pertama lebih mungkin untuk menjadi pendiri perusahaan atau organisasi.

Sebut saja seperti beberapa CEO sukses di dunia yang merupakan anak pertama, misalnya seperti Elon Musk, CEO SpaceX, Richard Branson, pendiri 360 perusahaan di bawah bendera Virgin Group atau Jeff Bezos, CEO Amazon.com.

5. Lebih percaya diri dan luwes

5. Lebih percaya diri luwes
Pexels/Olia Danilevich

Terdapat penelitian yang menyebutkan bahwa anak pertama lebih percaya diri dibanding saudaranya yang lebih muda. Tak hanya itu, mereka biasanya cenderung lebih luwes dan terbuka terhadap situasi sekitarnya.

Seperti yang dilansir dari laman YouGov, sekitar 34 persen anak pertama lebih percaya diri dan hanya 28 persen adik-adiknya yang memiliki sifat percaya diri.

Jadi nggak kaget ya Ma jika si kakak lebih terbuka dari adiknya, ini karena sifat percaya diri yang secara alami tertanam pada dirinya sebagai seorang kakak.

6. Lebih berorientasi pada keluarga

6. Lebih berorientasi keluarga
Freepik

Menurut penelitian dari YouGov, anak pertama ditemukan lebih mudah berorientasi pada keluarganya. Perbandingannya adalah 32 persen anak pertama mengaku lebih berorientasi pada keluarga, sementara pada anak-anak yang lebih muda, hanya 27 persen yang mengaku berorientasi pada keluarga.

Tuntutan untuk menjadi contoh baik bagi adik-adiknya menjadi alasan mengapa mereka lebih mudah berorientasi dengan keluarga. Jadi tak heran jika melihat si kakak cenderung lebih penyayang, perhatian, dan mengalah pada adiknya.

Tak sedikit pula kita mendengar istilah anak pertama yang sudah bekerja, biasanya akan membantu orangtua untuk membiayai kebutuhan rumah serta biaya sekolah adik-adiknya. Bukan begitu, Ma?

7. Memiliki emosi stabil dibanding saudaranya

7. Memiliki emosi stabil dibanding saudaranya
Freepik/teksomolika

Laman Daily Mail menyebutkan, anak pertama cenderung memiliki emosi yang lebih stabil dibanding saudaranya yang lebih muda.

Selain karena faktor usia yang lebih tua dan membuat mereka lebih berpikir dewasa, anak pertama juga telah terbentuk karakternya dari kesalahan yang mereka perbuat.

Tuntutan untuk menjadi contoh baik bagi adik-adiknya cenderung membuat mereka lebih bisa menahan emosi. Tak hanya itu, anak pertama juga akan lebih mengalah dan membiarkan kebutuhan adiknya terpenuhi terlebih dahulu dibanding dirinya.

Nah, itu tadi 7 sifat baik yang ada dalam kepribadian anak pertama. Menurut Mama, apakah sifat di atas mencerminkan sifat yang ditunjukkan kakak dalam kehidupan seharinya? 

Baca juga

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.