5 Tantangan yang Anak Hadapi saat Belajar Bahasa Asing

Mulai dari rasa bosan, hingga ingin berhenti belajar

26 November 2021

5 Tantangan Anak Hadapi saat Belajar Bahasa Asing
Pexels/katerina-holmes

Saat ini, kepiawaian seseorang dalam memahami bahasa asing menjadi nilai tambahan tersendiri. Selain akan memiliki nilai dan prestasi tinggi saat sekolah, juga akan sangat dibutuhkan dalam dunia kerja.

Bahkan, bahasa asing pun banyak dijadikan persayaratan untuk meneruskan jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Nantinya anak dimintai untuk melampirkan sertifikat tes kemampuan bahasa asing dengan capaian nilai yang telah ditentukan.

Meski bukan penentu keberhasilan masa depan seseorang, kemampuan bahasa asing sangat diperlukan untuk memudahkan anak sekaligus mengikuti perkembangan teknologi yang ada. Itulah mengapa banyak orangtua yang mulai mengajarkan bahasa asing pada anaknya sejak usia sekolah.

Kendati demikian, mempelajari bahasa asing bukanlah hal mudah. Akan ada tantangan yang kerap kali anak alami selama mempelajarinya. Apa saja tantangannya? Berikut Popmama.com telah merangkum informasi selengkapnya.

1. Tidak percaya diri

1. Tidak percaya diri
Freepik/gpointstudio

Rasa tidak percaya diri sering kali menjadi alasan utama ketika anak mempelajari suatu bahasa asing. Padahal, kepercayaan diri perlu ditanamkan sejak dini untuk meyakinkan diri dalam menyelesaikan pembelajaran semaksimal mungkin.

Tak jarang juga anak merasa patah semangat ketika mendapat komentar negatif dari sekitar. Mendapatkan perlakuan demikian, inilah yang sering menjadi tantangan tersendiri bagi anak.

Untuk itu, sebagai orangtua kita perlu menanamkan keberanian anak dengan cara mendukung setiap langkah mereka. DIharapkan nantinya anak memiliki kepercayaan diri tinggi untuk memulai kembali pembelajaran tersebut.

Editors' Picks

2. Bukan bahasa ibu

2. Bukan bahasa ibu
Freepik

Bahasa ibu menjadi sarana komunikasi bagi masyarakat dalam suatu negara tertentu. Ketika anak mempelajari bahasa asing, tantangan yang sudah pasti mereka hadapi adalah kesulitan memahami dan juga mempraktikan saat berkomunikasi.

Bukan hal yang aneh kok, Ma. Ini adalah hal wajar yang banyak dialami oleh orang lain saat mempelajari bahasa asing, mengingat bahasa asing bukanlah bahasa utama yang anak gunakan dalam berkomunikasi sehari-hari.

Meski bukan bahasa utama, bukan berarti mereka menjadi langsung menyerah begitu saja. Jika dipelajari dengan penuh semangat dan sungguh-sungguh, bukan tidak mungkin anak mama bisa menguasai bahasa asing dengan baik di kemudian hari.

3. Banyak kosakata yang sulit diingat dan dipahami

3. Banyak kosakata sulit diingat dipahami
Freepik/pvproductions

Setiap negara memiliki bahasa utama masing-masing yang juga terdapat keunikan tersendiri di dalamnya. Saat anak mama mempelajari bahasa tersebut, maka mereka harus siap menghadapi segala keunikan dan kesulitan yang akan terjadi.

Beri tahu anak bahwa menemukan kosakata yang sulit diingat dan dipahami adalah hal yang wajar, namun jika anak bersungguh-sunguh mempelajarinya, maka nantinya anak akan melalui tantangan satu ini dengan baik.

4. Mulai merasa bosan

4. Mulai merasa bosan
Freepik/DCStudio

Bukan tidak mungkin rasa bosan dihadapi seseorang saat menjalani suatu kegiatan. Terlebih anak-anak yang lebih mudah merasa bosan akan sesuatu, termasuk ketika harus memahami setumpuk materi pembelajaran.

Meski demikian, rasa bosan tidak bisa dijadikan alasan dan dipelihara terus menerus, Ma. Cobalah minta anak sesegera mungkin untuk menghilangkannya. Cara mudahnya adalah dengan istirahat sejenak dan melakukan hal yang anak sukai. Barulah setelah itu anak bisa memulai kembali jika suasana hati dan semangatnya sudah kembali seperti sedia kala.

5. Ingin menyerah di tengah jalan

5. Ingin menyerah tengah jalan
Freepik

Saat rasa bosan dan kesulitan terus melanda, tak jarang anak mulai merasa ingin menyerah dan menghentikan kegiatan belajar tersebut. Tantangan yang berat ini seperti memancing anak untuk mengambilkeputusan dengan berhenti di tengah jalan.

Meski begitu, pastikan Mama dan Papa tetap memberikan dukungan dan masukan ya! Memang tak mudah mempelajari bahasa asing yang bukan bahasa utama kita, namun ketahuilah bahwa kemampuan satu ini akan sangat berguna bagi kehidupan anak kelak nanti.

Itulah beberapa tantangan yang mungkin anak hadapi saat mempelajari bahasa asing. Jika saat ini anak mama sedang merasakan hal-hal di atas, tetap beri dukungan dan keyakinan bahwa suatu saat mereka pasti bisa menguasainya.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.