Tips dan Trik Berkomunikasi Efektif dengan Anak dari Lala Tangkudung

Perhatikan juga suasana hati anak ya, Ma

30 September 2020

Tips Trik Berkomunikasi Efektif Anak dari Lala Tangkudung
Womenshealthmag.com

Komunikasi merupakan hal penting untuk dipelajari, karena komunikasi akan sangat memengaruhi cara berinteraksi dengan keluarga termasuk anak-anak. 

Namun sayangnya, masih banyak orangtua yang belum memahami pentingnya komunikasi yang efektif dengan anak. Padahal, komunikasi yang efektif dengan anak dapat meningkatkan bonding antara orangtua dan anak.

Seperti yang dikatakan Lala Tangkudung selaku Broadcaster & Public Speaker yang mengisi acara Popmama Parenting Academy (POPAC) 2020 pada Rabu (30/10/20), "Tips, trik, dan cara pendeketannya berbeda ketika berkomunikasi dengan orang dewasa, dibanding dengan anak."

Menurut Lala, berkomunikasi dengan anak-anak jauh lebih kompleks dibanding berkomunikasi dengan orang dewasa, untuk itu orangtua harus bisa mengambil pendekatan yang sesuai dengan usia dan situasi anak.

Terlebih lagi saat harus berkomunikasi dengan anak-anak yang sudah memasuki usia remaja, mungkin akan jauh lebih sulit karena anak usia remaja mulai tertutup dengan orangtua. 

Nah, berikut ini Popmama.com telah menyiapkan apa saja sih tips dan trik yang bisa dilakukan orangtua agar komunikasi dengan anak berjalan efektif.

Disimak yuk, Ma!

Editors' Picks

1. Faktor yang menghambat komunikasi dengan anak

1. Faktor menghambat komunikasi anak
Popmama.com/Ninda Anisya

Sebelum mengetahui bagaimana cara orangtua berkomunikasi dengan anak agar lebih efektif, Mama bisa mengetahui lebih dulu apa saja hambatan yang membuat komunikasi dengan anak menjadi terhambat.

Lala menyebutkan, "Faktornya itu karena ego, biasanya ego itu dengan mudah memacu emosi."

Ketika anak dan orangtua sedang merasa lelah, biasanya saat akan berkomunikasi keduanya mulai terlibat konflik. Ini lantaran emosi yang sedang dirasakan baik Mama maupun anak. Jadi, ego inilah yang menurut Lala menjadi penghambat signifikan dalam berkomunikasi dengan anak.

Selain ego dan emosi antara orangtua dan anak, kurangnya empati juga menjadi hambatan dalam berkomunikasi dengan anak, Ma. Mengapa demikian? Sebab cara kita dibesarkan oleh orangtua kita, tentu berbeda dengan cara kita membesarkan anak.

Jadi, apa yang didapat dari orangtua kita sebelumnya, belum tentu tepat dan bsia dilakukan serupa kepada anak-anak kita, Ma. Lala menambahkan, para Mama dan Papa harus menurunkan sedikit ego mereka saat berbicara dengan anak.

"Harus dibarengi dengan eye level, dengan tatap mata yang kita maintance dengan baik," tambah Lala. Selain itu, intonasi suara juga harus diperhatikan agar tidak terlalu keras saat berbicara dengan anak.

2. Cara pendekatan orangtua dengan anak

2. Cara pendekatan orangtua anak
Popmama.com/Ninda Anisya

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, pendekatan orangtua dengan anak tentunya berbeda sesuai dengan usia dan suasana hati anak. Jadi sebelum memulai pembicaraan dengan anak, ada baiknya coba cara pendekatan yang sesuai dengan anak Mama ya!

Jika anak Mama adalah anak usia remaja, biasanya akan sedikit lebih susah diajak berbicara, cobalah cari celah dengan berbasa-basi terlebih dahulu. Misalnya dengan bertanya pada anak, ia sedang sibuk apa atau kapan bisa Mama ajak bicara.

Agar lebih mudah berkomunikasi dengan anak, Lala menambahkan bahwa Mama bisa mencari celah dengan hal-hal yang ia suka. Jika anak Mama seperti anak dari Lala yang menyukai game, Lala berkata, "Saya mau nggak mau browsing mencari tahu bagaimana memainkan game ini. Nanti saya masuknya juga pelan-pelan dari sesuatu yang dia sukai ini."

Mama juga bisa melalui pendekatan sentuhan, misalnya dengan berikan kecupan atau pelukan kepada anak. Dengan begini, pendekatan antara orangtua dan anak semakin terbangun dan komunikasi pun lebih efektif.

Namun sayangnya, anak-anak usia remaja mungkin sudah mulai tidak mau menerima kecupan atau pelukan lagi seperti saat dirinya masih usia bayi atau balita. Sehingga Lala mengingatkan para Mama untuk memanfaatkan waktu anak sejak usia bayi, sebab saat anak sudah memasuki usia remaja, pendekatan sentuhan ini akan menjadi lebih sulit dilakukan.

3. Tips dan trik komunikasi efektif dengan anak

3. Tips trik komunikasi efektif anak
todaysparent.com

JIka hambatan dan cara pendekatan berkomunikasi dengan anak sudah dipahami, Lala kemudian membagikan tiga tips dan trik untuk membuat komunikasi dengan anak menjadi efektif. Berikut diantaranya:

  1. Perhatikan suasana hati anak. Nggak hanya menyesuaikan suasana hati kita sebagai orangtua, tetapi anak juga harus diperhatikan, Ma. Khususnya anak-anak usia remaja yang mulai membatasi diri atau menutup diri untuk berkomunikasi dengan orangtua. Jadi perhatikan suasana hati anak dahulu ya sebelum memulai percakapan.
  2. Pilih pendekatan dalam berkomunikasi. Mama juga haru tahu anaknya lebih suka berbicara dengan langsung ke poinnya atau dengan memancing anak terlebih dahulu. Jadi pilih pendekatan yang sesuai dengan usia dan karakter anak-anak Mama ya!
  3. Be empaty. Cobalah posisikan diri dengan merasakan apa yang anak rasakan. Saat Mama di usianya, pasti Mama juga merasakan hal yang sama. Jadi jangat terlalu menyalahkan anak ketika fokus akan satu hal, cobalah merasakan hal serupa sehingga Mama bisa mencari celah untuk masuk dan berkomunikasi dengannya.

Jadi, penting melakukan komunikasi yang efektif pada anak, Ma. Hal ini akan membuat anak dapat mengembangkan kepercayaan diri, membangun rasa harga dirinya, merasa lebih berharga, membangun konsep diri yang positif, dan membantunya dalam membangun hubungan dengan orang lain yang ada di sekitar mereka.

Itu dia tips dan trik berkomunikasi dengan anak agar lebih efektif. Semoga informasi di atas bermanfaat dan bisa diterapkan oleh Mama dan Papa dalam berkomunikasi dengan buah hati di rumah ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.