Tragis! Anak 10 Tahun Korban Perkosaan di NTB Digantung Hingga Tewas

Begini kronologisnya

18 Mei 2020

Tragis Anak 10 Tahun Korban Perkosaan NTB Digantung Hingga Tewas
Unsplash/Eva Blue

Kasus kekerasan seksual serta pembunuhan terhadap anak di bawah umur kembali terjadi, korban yang merupakan perempuan berusia 10 tahun asal Kota Bima, Nusa Tenggara Barat ditemukan tewas di depan rumah kos yang ia tempati bersama orangtuanya. 

Penemuan mayat bocah perempuan ini tentu saja membuat warga sekitar menjadi gempar. Pasalnya korban ditemukan dalam posisi leher yang terkait kain dan diikat pada tali jemuran depan rumah kosnya.

Pihak kepolisian setempat awalnya menduga kasus ini sebagai kasus percobaan bunuh diri dengan cara menggantungkan diri di jemuran. Namun setelah mendapat hasil visum dari rumah sakit, polisi menemukan bukti adanya bekas luka pada kemaluan korban.

Untuk mengetahui penyebab dan kronologi kejadiaan yang memilukan ini, berikut Popmama.com telah merangkum informasi selengkapnya.

Editors' Picks

1. Mendengar teriakan korban sebelum ditemukan tewas

1. Mendengar teriakan korban sebelum ditemukan tewas
themagpieproject

Kejadian ini ditemukan warga setempat pada Kamis (14/5/2020) sekitar pukul 13.45 WITA. Anak perempuan itu ditemukan warga dalam posisi leher terkait kain yang diikatkan pada tali jemuran depan tempat tinggalnya.

Pihak kepolisian setempat menyebutkan bahwa saksi yang merupakan teman korban sempat mendengar teriakan dari korban.

Setelah menghampirinya, saksi tersebut dibuat terkejut karena penemuan jasad korban yang sudah tewas dalam kondisi tergantung di jemuran.

Kemudian saksi memberitahukan penemuan mayat ini kepada Nining Suryani (33), penghuni lain di kosan tersebut.

Kepada polisi, Nining mengaku saat kejadian dirinya tengah tertidur dan terbangun karena suara ribut-ribut dari depan kosnya.

2. Dugaan polisi bahwa korban dibunuh

2. Dugaan polisi bahwa korban dibunuh
Freepik/kjpargeter

Setelah mengetahui kejadian ini, Nining pun segera memberitahu kematian korban kepada orangtuanya yang sedang bekerja di salah satu toko yang ada di pasar setempat.

Penemuan mayat yang mengejutkan ini kemudian dilaporkan ke pihak kepolisan. Polisi meyakini bahwa korban tidak gantung diri, melainkan dibunuh.

Hal ini bukan karena dugaan semata, tetapi polisi menemukan beberapa kejanggalan dari hasil identifikasi dan olah TKP.

Ditemukan adanya luka lecet di sebelah kanan tangan dan kaki, itulah yang meyakinkan polisi bahwa kasus penemuan mayat ini merupakan kasus pembunuhan.

Selain dugaan pembunuhan, polisi juga menduga korban sebelumnya telah mendapat kekerasan seksual. Hal ini lantaran hasil visum korban yang menunjukkan terdapat luka pada bagian kemaluan.

3. Polisi menduga pelaku adalah tetangga korban

3. Polisi menduga pelaku adalah tetangga korban
Pixabay/3839153

Polres Kota Bima kemudian menyelidiki kejadian itu dan mendapatkan titik terang soal pelaku yang diduga merupakan tetangga korban satu kosan. Pihak kepolisian menyebutkan bahwa terduga pelaku berinisial AT (37) yang telah diamankan pada Jumat (15/5/2020) malam.

Meski status terduga pelaku masih menjadi saksi, polisi sampai saat ini masih mendalami kasus ini berdasarkan keterangan yang diberikan oleh AT agar kejadian ini mendapat titik terang yang sebenarnya.

Kekerasan seksual yang terus terjadi pada anak tentu saja membuat orangtua cemas akan kondisi anak-anak mereka. Dari kejadian ini, para orangtua kembali diimbau untuk selalu memerhatikan anak-anak mereka agar berada dalam pengawasannya. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.