Pewarna baik yang sintetis atau alami sering digunakan oleh para pelaku kuliner untuk mempercantik hidangannya. Pewarna alami yang terbuat dari tumbuhan, hewan, dan mineral aman untuk dikonsumsi tetapi pilihan warnanya terbatas. Pewarna sintetis pun menjadi pilihan.
Menurut Dini Rohmawati, M.Sc. dari Universitas Negeri Yogyakarta, banyak penelitian mengenai efek pewarna sintetis dilakukan dan menyimpulkan pewarna sintesis berdosis sedang yang ditambahkan pada makanan dapat memprovokasi hiperaktivitas dan gangguan tingkah laku lainnya pada anak-anak.
Penelitian lebih lanjut dilakukan dan ditemukan bahwa tidak hanya hiperaktif tetapi juga gangguan kognitif, dan dorongan agresif, asma dan penyakit gatal berbintik merah, kekurangan zat besi dan seng, dan kurang tidur serta mudah marah.
Berikut ulasan lengkapnya!
