Tips dari Dokter Reisa agar Orangtua Sukses Dampingi Belajar di Rumah

Bisa mulai diterapkan nih, Ma

6 Juli 2020

Tips dari Dokter Reisa agar Orangtua Sukses Dampingi Belajar Rumah
Dok. KOMBEN BNPB/Ignatius Toto Satrio

Karena penyebaran virus Covid-19 yang belum dapat diprediksi, memaksa sekolah di Indonesia menyelenggarakan pembelajaran secara online. Tentunya, hal ini tidak bisa diantisipasi oleh siapa pun.

Oleh karenanya, peran orangtua atau keluarga terdekat anak untuk membantu proses pembelajaran di rumah sangat penting. Mengingat, situasi pandemi masih mengakibatkan pelaksanaan tahun ajaran dan tahun akedemik baru 2020/2021 dengan menerapkan belajar jarak jauh.

Meski sekolah yang berada di zona hijau bisa mulai menerapkan kegiatan belajar tetap muka dengan beberapa syarat.

Namun, sekolah di wilayah yang berisiko rendah hingga tinggi mau tidak mau menerapkan belajar jarak jauh karena faktor kesehatan dan keamanan sekolah. 

Mengutip dari laman resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional dr. Reisa Broto Asmoro menyampaikan tips yang perlu diperhatikan agar orangtua bisa sukses mendampingi kegiatan belajar online di rumah.

Berikut Popmama.com telah merangkum informasi selengkapnya!

1. Jangan terlalu stres karena harus belajar di rumah

1. Jangan terlalu stres karena harus belajar rumah
freepik.com

Dokter Reisa mengatakan kiat pertama yaitu siswa harus bergembira. Jangan stres. Pastikan, semuanya sudah paham dengan cara mengoperasikan alat teknologi. Hal ini juga berlaku pada tenaga pengajar atau guru dari sekolah yang mengharuskan belajar di rumah.

2. Membuat kelompok belajar kecil agar lebih efektif

2. Membuat kelompok belajar kecil agar lebih efektif
Pexels/Andrea Piacquadio

Kemudian, untuk menunjang agar proses belajar semakin efektif dan efisien dengan tidak bertatap muka, Reisa menyarakan agar membuat kelompok-kelompok belajar kecil. Hal ini bisa disarankan kepada guru dari sekolah anak Mama.

“Kedua, bagi kelas menjadi kelompok belajar yang kecil, diskusi, kerja kelompok dan akan membuat waktu belajarnya akan lebih efektif,” ujar dr. Reisa yang dikutip dari lama resmi BNPB, Minggu (5/7/2020).

3. Anak berkomitmen untuk mengerjakan tugas yang didampingi oleh orangtua

3. Anak berkomitmen mengerjakan tugas didampingi oleh orangtua
Freepik/pressfoto

Ketika sebuah tugas diberikan, maka tugas orang tua adalah untuk memastikan anak berkomitmen dengan hal itu. Dokter Reisa menyarakan agar guru dan siswa sepakat dengan pembagian tugas yang ada.

“Menciptakan suatu tantangan atau lomba yang memerlukan kolaborasi,” jelasnya.

Editors' Picks

4. Terus bimbing anak yang kurang dapat mengejar pelajarannya selama belajar online

4. Terus bimbing anak kurang dapat mengejar pelajaran selama belajar online
today.com
Memotivasi anak untuk belajar

Poin keempat yang diutarakan dokter Reisa yakni mengalokasikan waktu bagi siswa atau anak yang tertinggal atau kurang memahami sesi pelajaran selama belajar online.

“Pastikan semua murid sudah hampir sama pemahaman terhadap subjek yang diajarkan,” tuturnya.

Hal tersebut tentunya perlu sinergi antara orangtua dan guru untuk mengetahui perkembangan kondisi anak masing-masing selama belajar di rumah

5. Fokus pada pelajaran yang mendukung anak berkembang baik pelajaran sosial, bahasa atau sains

5. Fokus pelajaran mendukung anak berkembang baik pelajaran sosial, bahasa atau sains
Freepik

Kemudian, orangtua dan guru juga bisa meneliti dan melihat kemampuan anak di beberapa subjek pelajaran. Ia mengimbau agar anak dikuatkan atau fokus pada kemampuannya agar bisa sukses di pelajaran mana pun.

“Seperti, bahasa dan sains,” tambah dokter Reisa

6. Amati, tiru dan modifikasi cara belajar lain

6. Amati, tiru modifikasi cara belajar lain
Pexels/Ketut Subiyanto

Tak hanya berhenti dan nyaman dengan satu metode, dokter Reisa menyarankan agar aktif untuk mengamati, meniru dan memodifikasi sendiri cara belajar yang paling efektif di rumah.

“Keenam, amati, tiru, modifikasi, dan lihat cara guru lain belajar, dan yang pastinya yang bagus itu yang menjadi contoh,” jelasnya.

7. Saling berkomunikasi dan berbagi tips cara belajar antar orangtua dan anak

7. Saling berkomunikasi berbagi tips cara belajar antar orangtua anak
Pexels/Andrea Piacquadio

Selanjutnya yang tak kalah penting adalah saling berbagi informasi dan tips yang berguna baik antara orangtua atau siswa masing-masing. Kemudian, bisa saling mengadopsi dengan gaya masing-masing anak agar bisa diterapkan.

“Tanya tips dan triknya. Lalu adopsi di kelas masing-masing. Begitu juga dengan para murid, tanyakan bagaimana teman bisa mengikuti pembelajaran dengan baik, meski melalui online,” ujar dokter Reisa.

Ia mengingatkan bahwa proses belajar jarak jauh bukan memindahkan kelas dari ruang fisik ke ruang digital.

“Cara membuat sesi online menjadi riang gembira, dan penuh interaksi, serta mudah mentransfer ilmu pengetahuan adalah dengan berkreasi, dan tentunya dengan bekerja sama,” tegasnya.

8. Orangtua harus aktif terlibat dalam pembelajaran anak

8. Orangtua harus aktif terlibat dalam pembelajaran anak
Pexels/Ketut Subiyanto

Sejak pandemi diumumkan di Maret 2020, lebih dari 90% siswa dan siswi harus belajar di rumah secara penuh. Terutama mereka yang tinggal di daerah risiko tinggi penularan Covid-19.

Oleh karenanya, orangtua sebagai yang paling dekat dengan anak harus berperan aktif dalam perkembangan anak selama belajar di rumah.

“Dan semua ini sangat penting untuk orang tua, seperti saya, dan bapak ibu semua untuk harus aktif terlibat, dalam setiap proses pembelajaran, baik belajar, maupun mengajar online,” ujarnya.

Itulah tadi tips dari Reisa Brotoasmoro agar orangtua sukses dampingi belajar anak di rumah. Memang pandemi Covid-19 ini memaksa kita untuk beradaptasi dengan berbagai keadaan, tak terkecuali bagaimana pembelajaran anak selama #DirumahAja. Semoga Mama dan keluarga sehat selalu ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.