3 Cara Mencegah Kecanduan Game Versi WHO yang Harus Mama Ketahui

Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, baru saja merilis kecanduan game sebagai gangguan mental

8 Maret 2019

3 Cara Mencegah Kecanduan Game Versi WHO Harus Mama Ketahui
Flickr/Laurent DUSSIMON

Mama sudah tahu bahwa World Health Organization (WHO) telah memuat “kecanduan game” sebagai kondisi kesehatan mental terbaru? Artinya, menurut WHO yang tercantum dalam edisi ke 11 International Classification of Diseases, kecanduan game adalah masalah gangguan kejiwaan.

Nah, jika anak mama suka bermain video games, bagaimana caranya mengetahui bahwa kesukaannya sudah menjadi candu?

Menurut WHO, ada 3 kriteria utama untuk mendiagnosis kecanduan game, yaitu: 

  1. Kecanduan game adalah jika seseorang lebih mengutamakan main game daripada aktivitas lain.
  2. Ia juga tidak berhenti bermain game meskipun hal tersebut menyebabkan masalah dalam kehidupan mereka
  3. Mereka merasa mereka tidak bisa berhenti, sehingga gaming menimbulkan tekanan dan gangguan yang signifikan dalam kehidupan sosial, kerja, dan sekolah.

Jika anak mama terbawa dalam permainan selama beberapa hari, tetapi kembali ke normal setelahnya, anak mama tidak termasuk kecanduan. Sebaliknya, seseorang harus terlibat dalam perilaku ini selama kurang lebih 12 bulan, kata WHO.

Perlu diperhatikan bahwa sudut pandang WHO terhadap kecanduan game berbeda dari Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5), buku pegangan yang digunakan oleh profesional kesehatan di Amerika dan negara lain untuk mendiagnosa gangguan mental.

DSM-5 menyebutkan bahwa “gangguan game internet” adalah sebuah kondisi yang menjamin lebih banyak penelitian dan pengalaman klinis sebelum dapat diklasifikasikan dalam buku sebagai gangguan formal.

Dalam websitenya, WHO menyebutkan bahwa semua orang yang bermain game harus menyadari bahwa kecanduan game adalah kondisi nyata, dan juga pentingnya memperhatikan seberapa sering mereka bermain game. Namun, WHO juga menyatakan bahwa hanya sebagian kecil pemain game yang mengalami kecanduan.

Nah, bagaimana langkah yang perlu Mama ambil untuk mencegah anak mama tidak kecanduan?

1. Beri batas yang tegas soal screen time

1. Beri batas tegas soal screen time
Upload.wikimedia.org

Merupakan hal wajar jika berita tersebut akan membuat mama meninjau kembali game anak mama. Secara umum, orang tua harus membatasi jumlah waktu bermain gadget anak-anak mereka setiap hari, termasuk bermain game. 

Gina Posner, MD, dokter anak di MemorialCare Orange Coast Medical Center di Fountain Valley, California, memberi tahu Yahoo Lifestyle, "Screen time tidak disarankan sama sekali untuk anak-anak yang berusia 18 bulan atau lebih muda, tetapi untuk anak-anak yang lebih tua dari itu hingga lima tahun, umumnya disarankan bahwa mereka tidak memiliki lebih dari satu jam screen time dalam satu hari."

Bagi mereka yang berusia enam tahun ke atas, itu lebih pada kebijaksanaan orangtua. "Jumlah maksimum screen time harus dua jam sehari, tetapi kurang selalu lebih baik," kata Posner.

Posner mengatakan pentingnya menetapkan batas yang jelas untuk anak dalam bermain game. Contohnya, katakan kepada anak mama untuk menyelesaikan tugas atau bermain di luar rumah terlebih dahulu sebelum bermain game. Dan bahkan setelahnya, jelaskan bahwa mereka hanya diizinkan untuk melakukannya dalam jangka waktu tertentu.

Editors' Picks

2. Cari pemicu kecanduan

2. Cari pemicu kecanduan
Pixabay/Silvo

Jika anak mama mulai ribut ketika tidak diperbolehkan bermain game sepanjang hari, itu adalah tanda yang jelas bahwa Mama harus menguranginya, kata Posner.

pada anak, banyak alasan mereka menjadi kecanduan bermain game. Salah satunya adalah karena anak merasa kesepian atau bosan menunggu Mama dan Papa pulang dari bekerja. Telusuri penyebab anak main game, dan isi kekurangan itu dengan cara yang bijaksana. 

3. Segera mencari bantuan

3. Segera mencari bantuan
Pxhere/Creative Commons CC0

Jika mama menduga anak mama mengalami kecanduan game, penting untuk mencari bantuan untuknya. Ketahuilah bahwa hal ini masih merupakan diagnosis baru dan Mama mungkin harus mencari spesialis dalam menangani perilaku seperti ini.

Perawatan untuk kecanduan game umumnya didasarkan pada terapi perilaku kognitif, yang umumnya akan dilakukan dalam dua fase, kata Simon Rego, PsyD, kepala psikolog di Montefiore Medical Center / Albert Einstein College of Medicine.

Hal pertama adalah meningkatkan kesadaran dalam anak mama bahwa kecanduan game mereka adalah masalah, dan mencari pemicu dan tanda yang dapat membuat kebiasaan bermain game menjadi lebih baik atau lebih buruk. Seorang profesional kesehatan mental juga akan mengatasi pola pikir yang bermasalah, terkait dengan pikiran yang membuat mereka berhenti bermain atau tetap bermain, katanya.

Tujuannya kemudian adalah untuk menurunkan perilaku bermasalah, dan mengendalikannya dengan "cara yang masuk akal".

Pecandu tidak perlu berhenti bermain game secara langsung, tetapi mereka harus belajar mengatur waktu, seperti hanya bermain game dengan teman-teman selama waktu tertentu di siang hari atau melakukannya di malam hari sendirian di kamar mereka.