Anak 11 Tahun Meninggal Akibat Menghirup Aroma Ikan yang Dimasak!

Diketahui ia mengidap alergi terhadap bau ikan yang dimasak oleh sang Nenek

4 Januari 2019

Anak 11 Tahun Meninggal Akibat Menghirup Aroma Ikan Dimasak
twitter.com/nydailynews

Tahun lalu, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Pediatrics mencatat bahwa sekitar 5,6 juta atau 8% dari anak-anak di AS menderita alergi makanan.

Dari total keseluruhan, sekitar 1,6 juta anak alergi terhadap kacang tanah; 1,4 juta untuk susu; 1 juta untuk kerang; dan 900.000 untuk pohon kacang.

Lebih lanjut, 600.000 anak lainnya terdeteksi alergi terhadap telur; 400.000 ikan sirip; serta 400.000 lainnya alergi pada gandum dan kedelai.

1. Kronologis kasus yang dialami Camron

1. Kronologis kasus dialami Camron
nydailynews.com

Hal tersebut juga ternyata dialami oleh seorang anak laki-laki yang masih berusia 11 tahun.

Ia ditemukan meninggal pada saat tahun baru, dan penyebab kematiannya dicurigai akibat reaksi alergi terhadap aroma ikan yang dimasak oleh sang Nenek.

Dilansir dari laman Parents, saat itu Camron Jean-Pierre sedang mengunjungi neneknya di Brooklyn, bersama sang Papa yang bernama Steven.

Saat itu, nenek bocah tersebut tengah memasak ikan kod. Sayangnya, asap dan aroma ikan yang ia masak menyebabkan Camron pingsan.

"Kebetulan ia memasaknya ketika kita masuk," jelas Steven.

Mengetahui Camron alergi terhadap ikan, sang Papa pun dengan cepat memberinya nebulizer portabel, tetapi dia tetap tidak bisa bernapas. 

"Saya mencoba untuk memberinya bantuan, namun itu tidak berhasil. Oleh karena itu, saya akhirnya memanggil ambulans," Steven menjelaskan. 

“Saat itu rasanya ia seperti tak memiliki denyut nadi. Saya mencoba untuk memberinya CPR, meski sempat berhasil namun tak lama kemudian ia kembali tak sadarkan diri," kenangnya.

Hingga saat ini, polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian Camron.

Banyak orang yang menganggap bahwa alergi akan muncul ketika seseorang mengonsumsi suatu makanan, namun tidak bagi penderita alergi ikan!

American College of Allergy, Asthma & Immunology menjelaskan bahwa penderita alergi ikan bisa saja mengalami reaksi ketika ia menghirup aromanya.

"Penderita alergi ikan tetap bisa mengalami reaksi meski hanya dari aroma ikan yang sedang dimasak. Hal tersebut diakibatkan oleh protein dari ikan yang dilepaskan di udara saat memasak," jelas tim dari American College of Allergy, Asthma & Immunology.                                                                                  

Mengetahui bahwa bahaya alergi bisa saja menimpa anak kapanpun dan dimanapun, maka berikut Popmama.com telah merangkum beberapa faktanya!

Editors' Picks

2. Gejala alergi pada anak

2. Gejala alergi anak
Today's Parent/iStockphoto

Mama mungkin belum menemukan atau menyadari alergi yang dimiliki oleh anak. Namun alangkah lebih baik jika Mama tetap peka terhadap perubahan yang ia alami setelah mengonsumsi suatu jenis makanan.

Mama atau Papa yang memiliki alergi juga akan menurunkannya pada anak, maka dari itu perhatikanlah beberapa gejala berikut ini:

  • Gatal-gatal atau ruam kulit
  • Mual, kram perut, gangguan pencernaan, muntah atau diare
  • Hidung tersumbat atau berair atau bersin
  • Sakit kepala
  • Asma
  • Anafilaksis, yakni reaksi yang mengganggu pernapasan dan dapat menyebabkan tubuh mengalami syok.

2. Bagaimana cara merawat anak dengan alergi ikan?

2. Bagaimana cara merawat anak alergi ikan
Dashu83 / Freepik

Purvi Parikh, MD, seorang ahli alergi dan imunologi dewasa dan anak-anak merekomendasikan agar orangtua tidak memasak atau memanggang makanan yang mungkin membuat anak alergi. 

"Kami tidak dapat memprediksi paparan alergen yang anak-anak hirup. Selain itu, setiap anak pun memiliki tingkat keparahan yang berbeda-beda," jelas Dr. Parikh. 

"Untuk mengatasinya, lebih baik orangtua melakukannya di area terpisah yang berventilasi baik. Bersihkanlah secara rutin, karena reaksi dari kontak atau sentuhan juga dapat menimbulkan reaksi pada penderita alergi. Selain itu, menelan secara tidak sengaja dan kontaminasi silang dapat menimbulkan risiko yang lebih besar," tambahnya lagi.

Jika reaksi alergi timbul kembali, Dr. Parikh merekomendasikan orangtua untuk memberikan anaknya injektor epinefrin.

Pasalnya, injektor epinefrin merupakan satu-satunya obat yang dapat menyelamatkan hidup mereka.

Nah, itulah beberapa fakta mengenai kasus kematian Camron yang alergi terhadap ikan beserta tips-tips yang dapat Mama lakukan jika anak menderita alergi.

Sebenarnya memang tidak ada obat yang dapat menyembuhkan alergi terhadap suatu makanan. Jika dokter memberikan obat, maka tujuannya hanyalah untuk meredakan reaksi alergi yang muncul.

Karena itu, alangkah baiknya apabila Mama mengetahui jenis makanan apa saja yang dapat menimbulkan alergi pada anak kemudian memastikan agar anak mama tidak mengonsumsi makanan tersebut.

Baca juga: Jangan Diabaikan, Tanda Ini Menunjukkan Bahwa si Kecil Alergi Makanan

Baca juga: Bisa Mengancam Nyawa! Ini Fakta Alergi Obat pada Anak

Baca juga: Jangan Panik! Ini 4 Hal yang Harus Dilakukan jika Anak Alergi Makanan

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!