Haru! Surat dari Mama untuk Putranya Ini Mampu Ubah Kesan "Anak Mama"

Salahkah jika anak laki-laki dekat dengan Mamanya?

8 Januari 2019

Haru Surat dari Mama Putra Ini Mampu Ubah Kesan "Anak Mama"
Pixabay/marcisim

Sejak dilahirkan, anak-anak cenderung lebih dekat dengan sang Mama. Hal ini dikarenakan oleh kebutuhan hidupnya yang lebih banyak bergantung pada sang Mama daripada kepada Papa.

Mulai dari pemenuhan ASI, makan, mandi, mengganti baju, dan sebagainya. Akan tetapi, semakin bertambahnya usia, perbedaan kedekatan anak laki-laki dan perempuan pada salah satu orangtuanya terlihat lebih menonjol.

Hal ini menimbulkan stigma di masyarakat bahwa anak laki-laki cenderung lebih dekat dengan Mamanya, sementara anak perempuan lebih dekat dengan Papanya.

Kondisi ini seperti mengartikan bahwa kedekatan anak pada orangtuanya mungkin didasari oleh persilangan gender. 

Hal tersebut juga ternyata dibuktikan oleh seorang Mama bernama Jade North (30). Mama dari dua orang anak ini mengungkapkan isi hatinya kepada sang Anak melalui surat yang ia unggah di laman community today. 

Ia menulis surat yang berjudul "To my son: It's OK to be a Mama's boy". Dalam surat tersebut, ia mengungkapkan rasa sayangnya pada sang Putra meskipun anaknya adalah seorang laki-laki.

Jade juga mengungkapkan bahwa mencintainya tidak akan membuat sang Anak menjadi lemah dan tidak akan membuatnya menjadi tidak jantan.

Mencintai anak laki-lakinya justru membuat Jade merasa mampu menyelesaikan pekerjaan terindah yang Tuhan berikan kepadanya.

Untuk lebih lengkapnya, berikut isi surat yang Jade tuliskan untuk sang Putra:

Isi Surat Jade untuk Putranya

Anakku yang berharga,

Cintaku untukmu tidak akan ada habisnya.

Sejak awal, kamu telah menyatu pada Mama.

Ketika kamu sedih, Mama lah yang kamu cari.

Dengan bibir mencuat dan kepala yang terkulai rendah, kau curahkan frustrasi kecilmu melalui kalimat dan kata-kata yang hanya bisa Mama pahami.

Ketika air mata mengalir di pipimu akibat kepala yang terantuk meja dapur, kaki-kaki mungilmu pun segera berlari ke tangan mama yang terbuka.

Mama pun bergegas memelukmu erat-erat dan menghujanimu dengan ciuman, dengan harapan dapat mengurangi rasa sakitmu.

Ketika lelah, kamu akan mengaitkan jari-jari kecilmu dengan jari Mama seraya menatap dan berkata, "Sudah waktunya tidur, Mama... Aku mengantuk," ucapmu.

Setelah itu, Mama dan kamu menaiki tangga bersama-sama untuk menuju ke tempat tidur, tempat kami meringkuk dan bertukar ucapan sayang "Aku mencintaimu," hingga mata cokelat besar itu tertidur nyenyak.

Semua orang menyebutmu sebagai 'anak laki-laki Mama', seolah-olah itu adalah hal yang negatif.

Mereka tertawa dan bercanda, dan membuat komentar di sana-sini tentang betapa lembutnya Mama mendidikmu.

Mereka menempatkan konotasi negatif pada pemikiran lelaki yang secara lahiriah tidak mengekspresikan perasaannya.

Tetapi sekarang dan selamanya, Mama ingin kamu tahu bahwa tidak ada yang salah dengan itu.

Tolong jangan pernah biarkan siapa pun menyatakan bahwa cintaku untukmu, entah bagaimana membuatmu tidak seperti seorang laki-laki.

Pelukan, ciuman, kata-kata sayang akan selalu diterima dan sangat dihargai.

Mereka yang memberi tahumu, sebaliknya telah diindoktrinasi dengan gagasan kuno bahwa laki-laki tidak seharusnya lemah dan mudah untuk menunjukkan emosi mereka, itu hanyalah sebuah gagasan konyol.

Mencintai Mama tidak membuatmu menjadi lembut.

Tidak membuatmu menjadi lemah dan mudah emosional.

Dan itu tidak membuatmu menjadi tidak jantan.

Mencintai Mama sama saja dengan menghormati peran yang telah Mama mainkan dalam hidupmu.

Membutuhkan Mama berarti Mama telah melakukan pekerjaan sebagai pelindungmu dengan baik.

Dan itu juga membuktikan bahwa Mama telah menjalankan pekerjaan terpenting yang sudah Tuhan berikan.

Anak laki-laki mama yang sempurna, cintamu begitu manis dan murni, Mama merasa terhormat menjadi orangtuamu.

Mama tahu kamu akan tumbuh, dan hubungan kita akan melalui perubahan, tetapi Mama berjanji untuk selalu ada untukmu.

Kamu tidak akan pernah terlalu tua untuk membutuhkan Mama, karena Mama akan selalu menjadi tempat yang aman untukmu mendarat.

Saat ini, Mama akan memelukmu erat dan berdoa agar jam terus berdetak. Mama ingin menikmati momen-momen ini bersamamu selama Mama bisa.

Lilitkan tanganmu di tubuh mama, dan malam ini Mama juga akan memelukmu erat-erat.

Mama telah menemukan kenyamanan dalam aroma tubuh kecilmu, bocah Mama selamanya.

Itulah isi surat yang dituliskan oleh Jade kepada putranya yang ia sayangi.

Meskipun kedekatan Mama dan putranya menimbulkan stigma yang cenderung negatif di masyarakat, namun ternyata ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan ketika seorang anak laki-laki memiliki kedekatan dengan sang Mama.

Berikut Popmama.com telah merangkum beberapa faktanya!

1.  Kecerdasan emosi dan empati

1.  Kecerdasan emosi empati
familynurture.org

Kedekatan dengan Mama membuat anak bebas mengenali, dan mengekspresikan emosinya. Kelak ia pun lebih tahu rasa tidak nyaman apa yang ia rasakan.

Begitu pula ketika melihat orang lain merasakan emosi tertentu, ia akan mudah berempati karena memahami bagaimana perasaan orang lain tersebut.

2. Menjadi pasangan yang penuh empati pada keluarga

2. Menjadi pasangan penuh empati keluarga
Freepik

Menurut Dr William Pollack, seorang professor psikologi dari Universitas Havard, anak laki-laki yang dekat dengan Mamanya tidak akan enggan untuk membantu pekerjaan rumah tangga seperti memasak, membersihkan dan mengganti popok bayi tanpa mengernyitkan mata.

Bukankah kita semua menyukai hal ini?

Selanjutnya, mereka juga punya kesempatan lebih sukses dalam pekerjaannya.

Editors' Picks

3. Memiliki kesempatan sukses dalam pekerjaan

3. Memiliki kesempatan sukses dalam pekerjaan
Freepik/benzoix

Kondisi ekonomi saat ini lebih menyukai pekerja dengan kemampuan komunikasi yang kuat dan kecerdasan emosi yang tinggi, dibanding kemampuan fisik atau kepemimpinan ala pejuang.

Kemampuan itulah yang akan dimiliki oleh anak laki-laki yang dekat dengan Mamanya.

4. Memiliki paham yang seimbang tentang maskulinitas

4. Memiliki paham seimbang tentang maskulinitas
Freepik

Anak-anak yang biasa dekat dengan Mamanya akan memiliki pandangan yang berbeda tentang maskulinitas.

Mereka memandang sifat ini dengan lebih seimbang dan tentu saja jauh dari pandangan bahwa menjadi laki-laki itu harus selalu terlihat kuat, tahan banting, memiliki tingkat emosi yang rendah dan tidak boleh menangis.

5. Kesempatan mendapat nilai akademik yang lebih baik

5. Kesempatan mendapat nilai akademik lebih baik
sheknows.com

Sebuah penelitian yang melibatkan 400 anak di usia sekolah menengah pada sebuah sekolah umum di New York mengindikasikan bahwa anak laki-laki yang memiliki kedekatan jalinan dengan Mamanya terbukti menjadi anak yang tidak mudah cemas dan depresi.

Selain itu, mereka juga mendapatkan nilai yang lebih baik di bidang akademik, dibanding teman sebayanya yang tidak memiliki kedekatan hubungan dengan Mama mereka.

Membaca fakta diatas, maka kini sudah seharusnya Mama berpikiran terbuka mengenai kasih sayang yang Mama berikan pada anak laki-laki.

Tidak apa-apa bagi mereka untuk mendapatkannya. Apapun gender sang Anak, sebagai orangtua Mama tetap harus dekat dengan mereka.

Mulai sekarang, yuk cintai anak mama tanpa rasa takut!

Baca juga: Apa yang Harus Dilakukan Ketika Anak Dilabeli Manja oleh Orang Lain?

Baca juga: 7 Tips Mendidik Anak agar Tidak Manja

Baca juga: Jawab Pertanyaan Ini untuk Tahu Apakah Anak Mama Manja atau Tidak!

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!