Popmama.com/Muhammad Hafiez Hatta
Kepercayaan diri anak tidak selalu tumbuh dari hal-hal besar. Kadang, ia justru muncul dari kegiatan sederhana seperti membaca dan menceritakan ulang.
Seperti ungkapan bahwa “when children share stories, they don't just weave narratives; they weave their own self-confidence”, Kasih dan Zabiena berpandangan bahwa latihan-latihan itulah yang membangun kepercayaan diri mereka.
Kasih sendiri melakukan itu dengan membacakan dongeng kepada kedua adiknya sebelum tidur.
“Aku nggak terlalu sering didongengin waktu kecil, tapi Mama Papa belikan buku dongeng berbahasa Inggris yang banyak. Biasanya setiap sebelum adikku tidur, aku selalu bacakan itu untuk mereka,” ungkapnya
Setiap malam melakukannya membuat Kasih jadi terbiasa. Karena sudah terlatih di situ, ia jadi tidak terlalu gugup ketika diminta mendongeng di panggung yang sebenarnya.
Berbeda dari Kasih, Zabiena mengembangkan kreativitas dan kepercayaan dirinya dalam memakai bahasa Inggris melalui hobinya membaca novel-novel fantasi berbahasa Inggris dan menonton film-film berbahasa Inggris pula. Genre favoritnya bahkan cukup unik untuk anak seusianya,
“Aku paling suka Final Destination,” ujarnya sambil tertawa kecil.
Meski bukan film anak-anak, pengalamannya menikmati berbagai bentuk narasi membantunya memahami ritme, ketegangan, dan cara menyampaikan cerita secara menarik.
Bagi Kasih dan Zabiena, membaca dan menceritakan cerita bukan hanya sekedar hobi, tapi juga jalan untuk mengenal diri dan menumbuhkan kepercayaan diri mereka.