Menurut sebuah penelitian baru yang dilakukan oleh Better Sleep Council, tugas sekolah atau pekerjaan rumah atau PR adalah sumber frustrasi dan stres terbesar bagi anak.
Pasalnya, PR dapat menghabiskan sebagian besar waktu mereka, yakni sekitar 15 jam lebih dalam seminggu. Bahkan sekitar sepertiga dari anak melaporkan bahwa mereka menghabiskan 20 jam lebih dalam seminggu hanya untuk mengerjakan PR.
Stres pada PR juga dapat berdampak pada jam tidur yang hilang. Menurut survei, 57 persen anak mengatakan bahwa mereka tidak cukup tidur.
Bahkan 67 anak lainnya melaporkan bahwa mereka hanya mendapatkan lima hingga tujuh jam untuk beristirahat. Hal tersebut jauh dari jam tidur yang direkomendasikan, yakni delapan sampai sepuluh jam.
Secara psikologis anak pun merasa lebih tertekan. Pasalnya mereka harus bangun lebih awal dan tidak memiliki kualitas tidur yang baik.
Dilansir dari parents.com, berikut Popmama.com telah merangkum beberapa solusi yang dapat orangtua berikan pada anak.
