Youtube.com/Intens Investigasi
Mendengar kabar ini, Meisya Siregar merasa geram dan ingin masalah ini menjadi perhatian serius publik. Sebagai seorang Mama, Meisya merasa sangat khawatir dengan nasib anak-anaknya yang harus menghadapi tindakan perundungan di sekolah.
Melansir dari Intens Investigasi, Meisya berharap anak-anak yang menjadi korban bully bisa mendapat keadilan dan anak yang melakukannya bisa diadili dengan hukum yang sesuai.
"Mudah-mudahan bisa diberikan keadilan karena anak-anak ini kan, repotnya adalah mereka selalu kebungkus atau ter-back up dengan undang-undang perlindungan anak, di mana mereka nggak bisa diadilin atau karena mereka masih anak di bawah umur, dengan alasan undang-undang yang melindungi anak-anak. Tapi, mereka sikap, moral, dan juga pergaulannya itu sudah sampai melampaui batas. Jadi, mudah-mudahan ada sebuah undang-undang yang memang adil untuk anak-anak yang melakukan tindakan kriminal dan kekerasan, yang memang tidak merugikan dan merenggut hak dia sebagai seorang anak, tidak mematahkan masa depannya dia tapi membuat efek jera," tanggap Meisya.
Ia juga menyampaikan kekhawatiran terhadap dampak yang ditimbulkan oleh tindakan bullying ini terhadap anak-anak dan para orangtua.
"Aku nggak tahu sebenarnya duduk permasalahan, detailnya seperti apa. Aku cuma menyoroti bahwa tindakan kekerasan apapun, mau anak SMA, mau itu karena ospek atau penataran atau karena mau masuk OSIS sekalipun, aku tidak membenarkan adanya kekerasan. Karena menurut aku, nggak ada orangtua di manapun yan menerima anaknya udah digedein, dikasih makan, tahunya disiksa," ungkapnya.
Sebagai tambahan, Meisya juga memberikan pemikiran mengenai apa yang orangtua bisa lakukan, "Jadi, kita sebagai orangtua menurut aku penting banget mendekatkan dan memperbaiki hubungan kita sama anak-anak. Mungkin dia nggak dapat perhatian atau dia punya trauma yang sebenarnya dia sendiri harus disembuhin. Jadi, menurut aku, yuk, ini tugas kita loh sebagai orangtua yang punya tanggung jawab paling utama dulu nih, sebelum dia ke sekolah, sebelum dia ke lingkungan yang lebih besar, kita yang sebagai orangtua yang punya tanggung jawab nomor satu."
Itulah paparan mengenai tanggapan Meisya Siregar soal kasus bully antar anak-anak. Dengan kasus yang terjadi, Mama sebagai orangtua diharapkan bisa lebih memperhatikan pergaulan anak. Tak hanya itu, hubungan antar Mama dan anak juga bisa lebih diperbaiki dan ditingkatkan agar bisa saling mengenal dan memahami satu sama lain. Semoga kasus perundungan anak ini tidak terjadi lagi di masa depan, ya.