Cara Tepat Menghadapi Perubahan Mood Anak Usia 10-12 Tahun

Anak bisa juga lho mengalami bad mood. Mama harus tahu trik menghadapinya nih

30 Maret 2020

Cara Tepat Menghadapi Perubahan Mood Anak Usia 10-12 Tahun
Freepik/Freephoto

Bagi Mama yang punya anak usia pra-remaja 10 sampai 12 tahun, melihat mood anak berubah-ubah sepertinya sudah pemandangan biasa ya, Ma?

Di usia ini, anak bisa menjawab Anda dengan ketus ketika diminta tolong membereskan meja. Namun setelah ia berhasil membereskan meja, anak bisa bilang kalau ia adalah dekorator meja terbaik di dunia.

Unik bukan? Namun itulah naik turunnya emosi anak seusianya, sebuah masa peralihan dari masa kanak-kanak ke remaja. Ya, bisa dibilang inilah masa anak mulai puber ya, Ma.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, walaupun usia pubertas sangatlah bervariasi, sebagian besar anak akan mengawali pubertas pada umur 8-13 tahun untuk anak perempuan, dan 9-14 tahun untuk anak laki-laki. 

Dilansir dari Parents.com, sebenarnya perubahan emosi yang seperti roller coaster ini sudah mulai terjadi sejak usia anak 7-8 tahun. Mereka bahkan sudah bisa merasa tertekan dengan urusan sekolah dan pertemanan.

Penyebabnya? Salah satunya karena gejolak hormon-hormon, Ma. Ya, walau perubahan fisiknya memang belum terlihat, namun beberapa perubahan emosi yang drastis ini sering terjadi pada anak 10-12 tahun.

Yuk, cari tahu perubahan mood seperti apa saja yang paling sering mereka alami.

Mood: Super Sensitif dan Drama Queen

Mood Super Sensitif Drama Queen
Freepik/Freephoto

Di sebuah pesta, putri Mama jatuh dan lututnya terluka. Mama tahu itu pasti sakit, tetapi reaksi si Kecil agak berlebihan. Ketika Anda bilang, “Enggak usah menangis, kamu baik-baik saja” ia justru menjawab “Aku kesakitan banget!” sambil memalingkan tubuh dari Mama.

Reaksi Mama: Sebaiknya Mama jangan menekankan kalau ia berlebihan. Katakan saja hal sederhana seperti “Mama tahu lukanya pasti sakit ya, Nak,” kemudian beri ia kecupan kecil dan alihkan perhatiannya.

Tetapi jika ada orang lain yang melihatnya, katakan saja “Yuk, jalan,” sambil merangkulnya menjauh dari kerumunan.

Editors' Picks

Mood: Tantrum Lagi?

Mood Tantrum Lagi
Freepik/Asierromero

Hal sekecil apa pun bisa membuat anak 10-12 tahun tantrum lagi seperti balita lho, Ma. Ya, lengkap dengan hentakan kaki dan teriakan yang siap meledak kapan saja.

Reaksi Mama: Tetap tenang, dan tunjukkan kalau Mama mengerti perasaannya. Ketika marahnya mulai sedikit reda, ciptakan tempat yang bisa ia kunjungi kapan pun emosinya meledak lagi (misalnya menaruh kursi bean bag di kamarnya). Lalu tunjukkan kalau mendengarkan musik favoritnya bisa membuatnya tenang.

Percaya deh, Ma, kalau saat ini Mama bisa mengajarkan anak cara meredam emosi, maka itu bisa menolongnya seumur hidup.

Mood: Suka Cemberut & Sedih

Mood Suka Cemberut & Sedih
Freepik/Freephoto

Saat anak pulang sekolah, seperti biasa Mama menanyakan hal seru apa saja yang terjadi di sekolah tadi. Namun jawaban anak hanya “enggak ada apa-apa” dengan nada lirih dan wajah sedih. Ini hal biasa bagi anak seusianya, mungkin ia baru digoda teman atau mengalami kesulitan di kelas.

Reaksi Mama: “Sepertinya kamu sedang tidak mood diajak ngobrol, ya. Mama mengerti, kok. Kalau butuh apa-apa, Mama ada di sini ya, Nak.” Kemudian, ketika keadaan sudah semakin tenang (seperti saat mau tidur), luangkan waktu untuk membicarakan masalah yang sedang ia hadapi.

Kalau anak masih tidak mau bicara, cari waktu lain seperti akhir pekan berdua yang seru. Pasti dia mau bicara dan mendengarkan solusi Mama.

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.