1. Menyalakan banyak lampu pada malam hari
Penggunaan lampu secara berlebihan dapat membuat cahaya buatan memancar ke berbagai arah. Jika dilakukan terus-menerus, langit malam akan terlihat jauh lebih terang dan cahaya alami dari bintang menjadi kalah.
2. Lampu luar rumah yang terlalu terang
Lampu di teras atau halaman yang intensitasnya sangat tinggi dapat menambah pencahayaan yang tidak diperlukan. Cahaya tersebut tidak hanya menerangi sekitar rumah, tetapi juga berpotensi menyumbang polusi cahaya.
3. Cahaya terang dari papan reklame
Banyak papan reklame di jalan raya menggunakan lampu LED atau neon dengan daya besar. Cahaya yang dihasilkan sangat kuat hingga dapat memancar ke langit dan mengganggu kegelapan malam.
4. Banyaknya lampu jalan di perkotaan
Di area perkotaan, lampu jalan dipasang dalam jumlah besar untuk kebutuhan keselamatan. Namun, banyaknya lampu ini juga membuat malam hari tidak lagi gelap sempurna.
5. Silau dari lampu jalan
Beberapa lampu penerangan tidak memiliki penutup atau pengarah cahaya. Akibatnya, cahaya memancar ke segala arah dan menimbulkan silau yang dapat mengganggu penglihatan secara langsung.
6. Cahaya langit perkotaan (skyglow)
Kumpulan cahaya dari berbagai sumber, seperti gedung, lampu jalan, dan kendaraan, dapat membentuk kubah cahaya di langit. Fenomena ini membuat langit malam di kota tampak terang seperti tidak benar-benar malam.
7. Lampu dari kendaraan
Lampu mobil dan motor yang terus bergerak di sepanjang jalan memberikan kontribusi pada cahaya buatan di lingkungan. Meski kecil, intensitasnya bisa bertambah besar ketika terjadi secara terus-menerus.
8. Lampu dari pabrik dan gedung-gedung
Bangunan industri dan gedung bertingkat sering kali menyalakan lampu hingga larut malam. Cahaya yang dipancarkan dari bangunan ini ikut memperbesar tingkat polusi cahaya di suatu wilayah.