5 Cara Membuat Anak Remaja Tidur Lebih Nyenyak

Si Anak terlihat sulit terlelap dengan nyaman di malam hari? Coba hal ini, Ma

28 November 2020

5 Cara Membuat Anak Remaja Tidur Lebih Nyenyak
Pixabay/Wokandapix

Sejatinya, setiap anak butuh tidur 8 hingga 10 jam sehari. Hal ini diperlukan untuk melengkapi lima siklus atau tahapan tidur, agar tubuh bisa mendapatkan cukup istirahat. Selain itu, tubuh juga akan menggunakan waktu ini untuk meregenerasi sel serta memperbaiki hal-hal yang "rusak", akibat penyakit.

Namun, kadang kala anak juga memiliki masalah tidur. Kesulitan tidur ini bisa memengaruhi berbagai hal, mulai dari pengendalian emosi, hingga tidak fokusnya si Anak terhadap segala hal yang seharunya ia lakukan di sekolah. 

Lebih jauh lagi, anak akan merasakan dampaknya pada olahraga yang digelutinya, meningkatkan kemungkinan untuk diterpa penyakit, dan bisa jadi terkait dengan bertambahnya bobot tubuh pada beberapa anak.

Jadi, bagaimana caranya Mama agar membuat anak bisa tidur lebih nyeyak di malam hari? Mama bisa membuat si Anak melakukan hal-hal di bawah ini, seperti saran yang telah Popmama.com lansir oleh laman Kidshealth.org.

1. Berolahraga

1. Berolahraga
Pixabay/federicoghedini

Anak-anak kecil biasanya tak bisa diam. Mereka akan berlari ke sana ke mari saat terjaga, dan kemudian tidur dengan nyenyaknya. Hal ini bisa Mama contohkan juga pada anak yang beranjak remaja. 

Dorong mereka untuk melakukan kegiatan fisik yang melelahkan selama kurang lebih satu jam setiap hari. Bisa jadi berlari atau bermain basket, atau berenang di sore hari. Aktivitas fisik bisa menurunkan stres dan membuat orang merasa lebih rileks, loh Ma.

Editors' Picks

2. Hindari obat yang bisa membuat tertidur

2. Hindari obat bisa membuat tertidur
Freepik/Poringdown

Banyak orang mengira bahwa obat yang akan membuat seseorang mengantuk akan membantunya tertidur dengan lelap atau beristirahat dengan enak di malam hari. Apalagi obat seperti ini mudah didapatkan di pasaran seperti obat antimabuk dalam perjalanan.

Akan tetapi, yang terjadi justru sebaliknya, karena obat tidur justru akan mengganggu pola tidur anak. Si Anak justru memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk terbangun di malam hari. 

3. Jauhi peralatan elektronik sebelum tidur

3. Jauhi peralatan elektronik sebelum tidur
Pixabay/Andrian Valeanu

Para ahli menyarankan, agar anak—juga orang dewasa, hanya menggunakan kamar tidur sebagai tempat untuk tidur. Bukan ruangan untuk hiburan. Artinya, bebaskan ruangan tidur si Anak dari televisi, komputer, juga ponsel, Ma.

Jika hal ini tak memungkinkan, misalnya karena komputer untuk mengerjakan tugas-tugasnya terletak di kamar tidurnya, Mama bisa menyuruh si Anak untuk mematikan semua peralatan elektroniknya satu jam sebelum tidur, dan menyetel mode silent pada ponselnya. Dengan demikian, waktu tidurnya tidak akan terganggu dengan notifikasi ponsel.

4. Ciptakan rutinitas sebelum tidur

4. Ciptakan rutinitas sebelum tidur
Pixabay/Free-Photos

Tidur pada waktu yang sama setiap malam, akan membantu tubuh anak untuk menimbulkan keinginan tidur di jam yang sama. Untuk menuju ke sana, ciptakan rutinitas yang membuat pikiran tenang sebelum tidur.

Biasakan anak Mama untuk membaca buku, mendengarkan musik yang membuat rileks, menulis buku harian, atau bermain Sudoku sebelum tidur. Hal ini akan membantunya tidur dengan lebih tenang.

5. Nantikan tidur yang nyenyak

5. Nantikan tidur nyenyak
Pixabay/congerdesign

Stres bisa memicu insomnia. Jadi, semakin si Anak resah akibat masalah tidur yang akan ia hadapi di malam hari, semakin tinggi risiko terjaga yang akan ia alami di tengah malam buta.

Alih-alih mencemaskan apa yang akan menghantuinya pada malam hari, Mama bisa membuatnya yakin bahwa ia bisa tidur dengan nyenyak. 

Buat ia bisa meyakinkan dirinya sendiri dengan berkata beberapa kali dalam hati seperti, "Malam ini aku pasti tidur nyenyak!" Mama juga bisa mengajarkan si Anak cara melakukan latihan pernapasan yoga yang bisa ia lakukan sebelum tidur, untuk membantunya terlelap hingga pagi.

Itulah cara membuat anak remaja tidur lebih nyenyak yang bisa Mama jelaskan untuk dicoba oleh sang Anak. Pastikan ia tidak memiliki beban masalah yang disimpannya sendiri. Lakukan pendekatan agar anak merasa lebih nyaman.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.