10 Fakta Unik Terkait Tidur Anak

Ternyata, tidur siang itu tidak wajib loh, Ma. Dan hati-hati juga terhadap mimpi buruk, ya!

27 Desember 2018

10 Fakta Unik Terkait Tidur Anak
Pixabay/Congerdesign

Semua tentu tahu bahwa tidur memberikan manfaat yang besar, apalagi untuk anak-anak. Orangtua percaya bahwa anak harus tidur siang setiap hari, dan dengan tidur yang cukup, anak akan terjaga mood nya.

Betulkah hal ini? Apa lagi hal yang perlu mama ketahui terkait tidur pada anak di usia ini? Ini dia faktanya.

Fakta #1: Saat tidur, tubuh justru tidak tidur

Fakta 1 Saat tidur, tubuh justru tidak tidur
pixabay

Tak hanya agar si Anak tak mudah kesal, di usia ini, ia butuh tidur untuk tumbuh dan menjaga kesehatan.

Dalam keadaan tidur, tubuh justru bekerja keras memperbaiki otot-otot dan organ tubuh lainnya. 

Fakta #2: Mengontrol sinyal lapar

Fakta 2 Mengontrol sinyal lapar
Pixabay/Khamkhor

Tahukah Mama? Ternyata, tidur membuat tubuh si Anak mengontrol sinyal lapar dan kenyang dengan lebih baik.

Dengan demikian, berat si Anak akan terjaga dengan baik pula, karena ia bisa dengan tegas membedakan kapan ia lapar dan kapan ia telah kenyang.

Fakta #3: Meningkatkan ingatan

Fakta 3 Meningkatkan ingatan
Pixabay/ publicdomainpictures
Asiknya belajar Bahasa Inggris.

Mama tentu tahu kan, bahwa tidur akan membantunya untuk mengingat lebih baik. Hal ini terjadi karena saat tidur, otak justru bekerja menyimpan ingatan mengenai apa saja yang dialami oleh si Anak pada hari itu.

Dengan tidur yang cukup, ia pun bisa mengingat dengan lebih mudah. 

Fakta #4: Mengerjakan soal lebih cepat

Fakta 4 Mengerjakan soal lebih cepat
Pixabay/Jarmoluk

Tentu saja tidur yang cukup membantunya fokus terhadap guru dan pelajaran di sekolah. Menurut penelitian, si Anak akan lebih cepat mengerjakan soal yang diberikan dan tingkat kesalahan pun semakin sedikit.

Fakta #5: Butuh hingga 11 jam

Fakta 5 Butuh hingga 11 jam
maxpixel.freegreatpicture.com
Jam berapa sekarang?

Pada anak usia 6 hingga 13 tahun, lama tidur yang dibutuhkan adalah 9 hingga 11 jam. Semakin muda usia anak, semakin lama waktu tidur yang dibutuhkan.

Semakin dewasa anak, semakin sedikit pula waktu tidur yang dibutuhkan oleh tubuhnya.

Editors' Picks

Fakta #6: Anak tidak butuh tidur siang

Fakta 6 Anak tidak butuh tidur siang
Pixabay/Corrineharleman

Ternyata, berbeda dengan anggapan orangtua zaman dahulu, anak memang tidak membutuhkan tidur siang.

Namun, ada syaratnya. Keadaan ini terjadi jika ia tidur dalam waktu yang cukup, yaitu 9-11 jam saat malam hari.

Jadi, jika anak Mama tidur saat siang, bisa jadi itu pertanda bahwa ia kurang tidur saat malam.

Fakta #7: Dua cara membuat anak tidur

Fakta 7 Dua cara membuat anak tidur
pauletteshomes.com

Untuk anak yang tak bermasalah saat hendak tidur, lampu yang redup serta membaca buku bisa saja Mama perbolehkan jika itu telah menjadi kebiasaannya.

Namun bagi anak yang sulit tidur, pastikan bahwa lampu telah padam, dan tak ada buku, peralatan, ataupun kegiatan apapun yang bisa dilakukan di dalam kamarnya.

Fakta #8: Tanda cukup tidur

Fakta 8 Tanda cukup tidur
commons.wikimedia.org

Anak yang cukup tidur akan langsung terlelap 15 hingga 30 menit setelah ia merebah di tempat tidurnya.

Saat pagi, anak yang cukup tidur akan lebih mudah dibangunkan, sehingga Mama tak perlu bolak-balik ke kamar untuk membangunkannya. Selain itu, tentu saja ia tak butuh tidur siang karena kebutuhan tidurnya sudah tercukupi saat malam.

Fakta #9: Mimpi buruk bisa jadi gangguan tidur

Fakta 9 Mimpi buruk bisa jadi gangguan tidur
Pixabay/Kellepics

Mama perlu waspada jika si Anak tidur mengorok, memiliki jeda napas yang lama, atau sulit bernapas saat ia tidur.

Bahkan, berjalan sambil tidur, sering bermimpi buruk, atau bahkan sesekali mengompol, bisa jadi merupakan tanda-tanda gangguan tidur.

Mama harus berkonsultasi dengan dokter untuk mengatasi hal ini.

10. Pertanda ADHD

10. Pertanda ADHD
Unsplash/Kinga Cichewicz

Kita, orang dewasa, bisa jadi semakin tidak bersemangat saat kekurangan tidur. Namun, anak-anak, bisa jadi semakin aktif bagaikan bola yang meloncat ke sana ke mari, saat mengantuk.

Menurut laman webmd, bisa jadi hal ini adalah pertanda bahwa si Anak menyandang ADHD (Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder).

Jika terasa mengganggu, Mama bisa berdiskusi dengan dokter mengenai hal ini. Tidur yang cukup akan membantu anak penyandang ADHD untuk fokus dan tidak hiperaktif.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!