Baik di sadari atau tidak, masyarakat kita mengembangkan gagasan peran gender atau gender role. Peran ini seringkali dikaitkan dengan stereotip atau penilaian yang diterima secara luas tentang seseorang atau kelompok, meskipun terkadang terlalu disederhanakan dan tidak selalu akurat.
Peran gender mengharapkan bagaimana cara bertindak, berbicara, berpakaian, berdandan, dan berperilaku berdasarkan jenis kelamin. Misalnya, remaja laki-laki umumnya diharapkan maskulin, kuat, agresif, dan berani.
Stereotip tentang gender laki-laki dapat menyebabkan toxic masculinity atau perlakuan yang tidak setara dan tidak adil. Sayangnya, perlakuan ni bisa terjadi bahkan dari lingkungan terdekat anak, yaitu orangtua.
Apa saja toxic masculinity yang umum terjadi pada remaja laki-laki? Simak informasinya yang telah Popmama.com rangkum di bawah ini:
