8 Tips Lancar Public Speaking yang Baik untuk Pemula

Public speaking memang tidaklah mudah, tapi hal tersebut dapat dilatih dengan beberapa tips

10 November 2021

8 Tips Lancar Public Speaking Baik Pemula
Pexels/zhuhehuai

Banyak dari sebagian orang yang menganggap public speaking adalah hal yang mudah. Padahal kenyataannya, susah-susah gampang, meskipun sudah terbiasa.

Bagi pemula, menjadi pembicara merupakan hal yang sulit karena harus berani berbicara di depan umum. Sebab, tidak semua orang dapat berbicara dengan lancar di depan banyak orang.

Public speaking tidak hanya harus berani tampil berbicara di depan umum saja, tetapi harus bisa menyampaikan ide dan pemikiran dengan cara yang menarik, baik verbal maupun non verbal.

Kali ini, Popmama.com telah merangkum 8 tips lancar public speaking yang baik untuk pemula yang perlu dipelajari anak. Yuk disimak, Ma.

1. Percaya diri

1. Percaya diri
Freepik/master1305

Hal pertama yang harus dimiliki dalam public speaking ialah percaya diri. Sebab, percaya diri merupakan sikap atau keyakinan atas kemampuan diri sendiri.

Dengan begitu, saat melakukan sesuatu, kita tidak akan sering merasa cemas. Artinya, yakin dengan apa yang disampaikan.

Untuk menciptakan rasa percaya diri, seorang pembicara harus bisa menguasai materi. Kemudian, mempersiapkan diri sebaik mungkin.

Apabila materi yang akan disampaikan terkuasai dengan baik, si Kecil akan bisa tampil dengan percaya diri.

2. Memiliki cara pandang yang benar

2. Memiliki cara pandang benar
Freepik/bertellifotografia

Seorang pembicara harus memiliki cara pandang positif dan baik terhadap diri sendiri dan orang lain. Pemikiran yang positif dapat memengaruhi penampilan public speaking.

Jika pembicara memiliki cara pandang yang negatif, bukan tidak mungkin akan timbul rasa takut atau khawatir terhadap pandangan audiens. Sehingga, penampilan public speaking akan dinilai buruk dan jelek.

Untuk itu, hindari membayangkan hal-hal negatif yang akan memengaruhi penampilan di depan audiens.

Saat tampil berbicara di depan umum, yakinlah bahwa semua akan berjalan dengan baik karena segala sesuatunya telah dipersiapkan dan audiens yang hadir ingin mendapatkan informasi serta manfaat dari apa yang disampaikan.

3. Rileks

3. Rileks
Pexels/henri-mathieu

Rileks menjadi salah satu faktor terbentuknya rasa percaya diri. Semakin percaya diri terhadap materi yang telah dikuasai, maka seorang pembicara akan merasa tenang atau rileks.

Sebab, rileks dapat menjauhkan kita dari rasa takut dan gugup. Meskipun begitu, rasa gugup saat melakukan public speaking adalah hal yang wajar karena tidak jarang seorang pembicara berpengalaman masih dihinggapi rasa gugup.

Oleh karena itu, ada baiknya sebelum tampil berdoalah terlebih dahulu, bereskan semua urusan, tarik napas dalam-dalam, hingga lakukan peregangan wajah agar lebih rileks.

Editors' Picks

4. Perhatikan ekspresi dan bahasa tubuh

4. Perhatikan ekspresi bahasa tubuh
Freepik/master1305

Ekspresi dan bahasa tubuh sangat penting saat melakukan public speaking karena hal tersebut dapat membuat audiens merasa terlibat dan nyaman atau sebaliknya.

Saat berbicara di depan umum, audiens akan memerhatikan gerak-gerik seorang pembicara secara tidak langsung.

Untuk itu, jangan ragu untuk menunjukkan ekspresi dan bahasa tubuh yang baik, misalnya tersenyum.

Bahasa tubuh mampu memberi penegasan-penegasan pada informasi yang ingin ditekankan pada apa yang disampaikan. Selain itu, bahasa tubuh dapat memberikan kesan bahwa materi yang disampaikan sudah dipahami dengan baik.

Ada baiknya, seorangpembicara memiliki bahasa tubuh atau gerakan yang khas saat melakukan public speaking karena audiens akan mengingatnya di kemudian hari.

5. Kontak mata

5. Kontak mata
Freepik/master1305

Kontak mata dapat digunakan sebagai alat komunikasi.

Selain itu, kontak mata dapat memberikan isyarat keadaan dari si pembicara . Semua perasaan takut, kuat, gugup, bahkan keberanian akan terlihat saat terjadi kontak mata.

Apabila seorang pembicara melihat sekitar dan berkontak mata dengan audiens langsung, audiens dapat merasa bahwa mereka ikut terlibat, sehingga akan mendengarkan hingga selesai.

Tidak hanya, kontak mata juga dapat membangun percaya diri, menjaga wibawa, dan menjadi pribadi yang kuat dan tenang.

Dengan karakter yang kuat dan tenang itulah kegaiatan public speaking dapat berjalan dengan lancar.

6. Perhatikan tempo bicara

6. Perhatikan tempo bicara
Pexels/henri-mathieu

Ketika berbicara di depan umum, dalam public speaking si Kecil harus mengerti tempo bicara. 

Jika apa yang dibicarakan disampaikan dengan jelas, kecepatannya tepat disertai jeda yang alami, audiens akan dapat memahami informasi dengan mudah.

Begitu pun sebaliknya. Jika tempo bicara terlalu lambat, audiens akan merasa bosan, sehingga mengabaikan informasi yang disampaikan.

Selain itu, gunakan bahasa yang mudah dipahami juga ya, Ma!

7. Interaksi dengan audiens

7. Interaksi audiens
Freepik/master1305

Audiens pasti ingin dilibatkan secara langsung dalam public speaking. Untuk itu, ada baiknya berinteraksi kepada audiens agar komunikasi dan penyampaian informasi menjadi lebih hidup.

Seorang pembicara bisa menyelipkan candaan atau humor sebagai salah satu interaksi kepada audiens.

Selain itu, bisa juga memberikan sesi tanya jawab atau games kecil. Dengan begitu, audiens tidak akan merasa bosan dengan materi yang disampaikan. Suasana pun akan menjadi segar kembali.

8. Berlatih terus menerus

8. Berlatih terus menerus
Pexels/olly

Berlatih sesering mungkin dapat meningkatkan kepercayaan diri. Selain itu, pelafalan dan intonasi juga akan terasah, sehingga materi akan tersampaikan dengan baik.

Agar terbiasa, Mama bisa menyuruh si Kecil untuk berlatih di depan cermin atau meminta bantuan teman-temannya sebagai audiens. Lakukan hal tersebut secara konsisten ya, Ma.

Dengan begitu, public speacking si Kecil akan semakin mantap dan maksimal.

Nah, itulah 8 tips lancar public speaking yang baik untuk pemula yang perlu dipelajari anak. Dalam mempelajari public speaking, kesabaran sangat diperlukan, Ma. Sebab, menjadi seorang pembicara yang baik tidak bisa terburu-buru dan perlu banyak belajar, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.