5 Tips Membantu Anak Menentukan Profesi yang Cocok dengan Kemampuannya

Anak juga perlu diperkenalkan dengan banyak profesi baru sesuai perkembangan zaman, Ma

9 Juni 2021

5 Tips Membantu Anak Menentukan Profesi Cocok Kemampuannya
Freepik/pressfoto

Ada kalanya anak membahas soal profesi dengan guru atau bahkan temannya. Mungkin anak mama pernah ditanyakan, profesi apa yang diimpikannya ketika ia dewasa nanti.

Jika anak mama belum bisa menjawabnya berarti anak belum menentukan profesi impiannya. Itu wajar dan banyak terjadi, Ma.

Namun seiring bertambahnya usia anak, ia harus memiliki cita-cita terkati profesi yang akan ditekuninya nanti setelah masuk dunia kerja.

Berikut ini Popmama.com telah merangkum tips membantu anak menentukan profesi yang cocok dengan kemampuannya. Simak yuk, Ma!

1. Mengatahui minat, bakat dan potensi

1. Mengatahui minat, bakat potensi
Pexels/JESSICA TICOZZELLI

Sebelum mengarahkan anak pada profesi tertentu, Lebih baik anak mengenali minat, bakat dan potensinya terlebih dahulu. Untuk itu, ketahui dulu pengertian minat, bakat, dan potensi secara jelas.

Minat adalah hal yang menjadi pendorong bagi seseorang untuk melakukan sesuatu karena dilatarbelakangi rasa suka dan penuh ketertarikan. 

Bakat adalah kemampuan dasar yang didapat secara bawaan pribadi dan biasanya bersifat spesifik atau jelas.

Potensi atau kemampuan diri adalah sesuatu hal yang dimiliki seseorang sehingga ia bisa mencapai hasil maksimal.  

Editors' Picks

2. Perkenalkan anak dengan banyak minat baru

2. Perkenalkan anak banyak minat baru
Pexels/cottonbro

Untuk mengetahui minat dan bakat pada anak, maka anak perlu diperkenalkan dengan banyak minat baru. Semakin banyak kegiatan yang anak ketahui, maka dari situ bisa ditemukan mana yang menarik minatnya.

Bagi sebagian orangtua justru mengajak anaknya untuk tes minat dan bakat. Dari hasil penilaian tersebut kemudian didiskusikan apa kegiatan yang cocok bagi anak.

3. Berikan fasilitas yang sesuai

3. Berikan fasilitas sesuai
Pexels/Cottonbro

Jika Mama sudah mengetahui minat dan bakat anak, barulah berikan ruang dan fasilitas yang tepat untuk mengekspresikannya.

Misal anak yang suka melukis, bisa diberikan kanvas dan cat untuk mewarnai. Selain itu ajak anak untuk mengikuti kelas melukis untuk meningkatkan kemampuannya.

Selain itu, anak perlu terus berkembang jadi kenalkan anak pada komunitas yang memiliki minat dan bakat serupa dengan anak mama.

4. Orangtua perlu mengikuti perkembangan zaman

4. Orangtua perlu mengikuti perkembangan zaman
Freepik

Dalam proses pendampingan, orangtua juga harus aktif mengembangkan diri serta wawasan. Orangtua harus menemukan banyak informasi agar bisa terus memberi masukan pada anak.

Anak masih dalam masa belajar dan berkembang, jadi Mama dan Papa juga perlu ikut berkembang agar bisa mengikuti tren dan tidak ketinggalan zaman.

5. Perkenalkan beragam profesi pada anak

5. Perkenalkan beragam profesi anak
Freepik/diana.grytsku

Sejak kecil anak sudah diperkenalkan dengan beragam profesi. Tapi zaman semakin modern, banyak profesi atau bidang yang berkembang serta bisa dijadikan lahan pekerjaan.

Misal saja seperti profesi berikut ini:

  • Creative Content, menulis kreatif untuk mempromosikan produk atau kampanye agar orang tertarik dan percaya.
  • Video Creative Editor, mengkreasikan sebuah video kreatif sehingga nyaman dilihat oleh penontonnya, baik dalam segi bahasa, visual, backsound dan juga estetika di dalam video tersebut.
  • Content Creator, Pembuat kontent yang selalu berstrategi untuk menghibur pengikut atau penontonnya. 
  • SEO spesialist, mengoptimasi sebuah konten agar menang di pencarian google.
  • Digital Marketing, ahli memasarkan produk, jasa atau kampanye melalui iklan digital, baik itu di webiste, media sosial atau platform pencarian semacam google.

Masih banyak lagi profesi baru yang bisa menghasilkan saat ini dan mungkin belum diketahui anak. Itulah tips membantu anak menentukan profesi yang cocok dengan kemampuannya. Perkenalkan beragam profesi lebih banyak ke anak agar ia bisa memilih mana yang sesuai dengan kemampuannya.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.