Maraknya kasus bullying di kalangan pelajar Indonesia belakangan ini tentunya masih menjadi masalah yang serius dalam lingkungan pendidikan tanah air. Salah satu yang menyebabkan kasus tersebut kian meningkat adalah karena kurangnya kesadaran anak-anak akan bahaya dari perundungan.
Padahal, bahaya dari bullying sendiri bisa sampai merusak psikologi anak atau seseorang bahkan dapat mengakibatkan korban jiwa. Dalam kasus bullying yang sangat serius, korban bisa saja melakukan tindakan bunuh diri akibat aksi bullying yang didapatkannya.
Dampak perundungan terhadap kesejahteraan dan pertumbuhan anak sangat signifikan. Jika tidak ditangani dengan baik, perundungan yang terus terjadi di kalangan anak-anak Indonesia bisa menghambat upaya Indonesia menciptakan generasi tangguh dan berkualitas.
Itulah mengapa kasus perundungan atau bullying di kalangan pelajar Indonesia perlu mendapatkan perhatian khusus bagi berbagai pihak, termasuk orangtua, guru di sekolah, hingga pemerintah. Salah satu cara menghindarinya adalah dengan meningkatkan edukasi kepada anak-anak tentang bahaya perundungan untuk dirinya sendiri maupun orang sekitar.
Mama dan Papa juga harus aktif berkomunikasi dengan anak agar dirinya terbuka atas apapun yang dialami di sekolah atau lingkungan sekitar. Sebab, kebanyakan korban bullying memilih diam karena takut berbicara pada orang terdekatnya, termasuk orangtua.
Ajarkan juga empati dan tolerasni agar anak dapat memahami perasaan orang lain dan menghargai keberagaman satu sama lain. Dengan begitu, perundungan pun dapat dicegah.