Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Wali Kota New York Tanya Cara Jakarta Atasi Macet, Ini Jawaban Pramono
Instagram.com/pramonoanungw
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan kepada Wali Kota New York Zohran Mamdani bahwa Jakarta memperkuat Transjabodetabek untuk menghubungkan ibu kota dengan wilayah penyangga.

  • Jakarta mendorong penggunaan TransJakarta, MRT, dan LRT sebagai alternatif kendaraan pribadi, di tengah mobilitas lebih dari 4 juta orang yang keluar-masuk Jakarta setiap hari.

  • Pemprov DKI menyediakan transportasi gratis bagi 15 golongan, termasuk lansia, penyandang disabilitas, penerima KJP, dan penerima KJMU; pertemuan juga membahas banjir, polusi, serta obligasi daerah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kemacetan menjadi salah satu persoalan yang hampir selalu melekat pada kehidupan di kota besar. Bukan hanya Jakarta, kondisi serupa juga menjadi tantangan bagi berbagai metropolitan di dunia, termasuk New York.

Hal menarik terjadi ketika Wali Kota New York Zohran Mamdani penasaran dengan cara Jakarta menghadapi persoalan tersebut. Pertanyaan itu disampaikan saat Mamdani bertemu Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Civic Hall, New York.

Pramono pun menjelaskan sejumlah upaya yang dilakukan Jakarta, salah satunya melalui pengembangan transportasi publik dan penguatan konektivitas dengan wilayah penyangga.

Lantas, bagaimana Pramono Anung menjawab cara Jakarta atasi macet?

Berikut Popmama.com merangkum informasinya. Yuk, simak!

1. Transjabodetabek diperkuat untuk hubungkan Jakarta dan wilayah penyangga

Pexels/Dwi Setyo

Salah satu upaya yang dijelaskan Pramono Anung kepada Zohran Mamdani adalah pengembangan Transjabodetabek. Layanan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas antara Jakarta dan wilayah penyangga di sekitarnya.

Kebutuhan konektivitas tersebut tidak terlepas dari tingginya mobilitas masyarakat setiap hari. Lebih dari 4 juta orang disebut keluar-masuk Jakarta, terutama ketika jam sibuk.

Kondisi tersebut membuat pergerakan masyarakat tidak hanya bergantung pada wilayah administrasi Jakarta, tetapi juga berkaitan erat dengan kota-kota di sekitarnya.

Penguatan transportasi yang menghubungkan Jakarta dengan wilayah penyangga diharapkan dapat memberikan lebih banyak pilihan perjalanan bagi masyarakat. Ketika akses transportasi umum semakin terintegrasi, masyarakat memiliki alternatif selain menggunakan kendaraan pribadi untuk melakukan perjalanan menuju Jakarta.

Hal ini juga menunjukkan bahwa persoalan kemacetan di kota besar membutuhkan penanganan yang tidak hanya berfokus pada jalan, tetapi juga pada sistem transportasi yang menghubungkan kawasan secara lebih luas.

2. Transportasi umum terus didorong sebagai pilihan masyarakat

Pexels/Noval Gani

Pengembangan transportasi publik menjadi bagian penting dalam upaya Jakarta menghadapi tingginya mobilitas masyarakat. Kehadiran TransJakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta memberikan sejumlah pilihan bagi masyarakat untuk bepergian menggunakan transportasi umum.

Pilihan transportasi yang beragam juga menjadi penting bagi keluarga yang harus melakukan aktivitas di berbagai wilayah. Perjalanan menuju kantor, sekolah, tempat kuliah, maupun pusat aktivitas lainnya dapat membutuhkan waktu dan moda transportasi yang berbeda.

Ketersediaan transportasi umum yang semakin terhubung dapat membantu masyarakat merencanakan perjalanan dengan lebih fleksibel. Penggunaan transportasi publik juga dapat menjadi salah satu cara mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.

Persoalan kemacetan sendiri tidak hanya berkaitan dengan jumlah kendaraan di jalan. Pola mobilitas masyarakat, keterhubungan antarmoda, serta akses menuju wilayah penyangga juga menjadi bagian dari persoalan perkotaan yang perlu diperhatikan secara bersamaan.

3. Ada layanan transportasi gratis untuk beberapa golongan masyarakat

Pexels/Faisal @Photobapak

Upaya mendorong masyarakat menggunakan transportasi umum juga dilakukan melalui pemberian layanan gratis bagi 15 golongan masyarakat. Kebijakan tersebut ditujukan kepada kelompok tertentu yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan Pemprov DKI Jakarta.

Beberapa di antaranya adalah:

  • lansia,

  • penyandang disabilitas,

  • pelajar penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP),

  • mahasiswa penerima Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).

Kebijakan tersebut membuat akses terhadap transportasi publik tidak hanya berkaitan dengan pilihan moda perjalanan, tetapi juga keterjangkauan bagi kelompok masyarakat tertentu.

Bagi pelajar dan mahasiswa, misalnya, akses transportasi yang lebih terjangkau dapat membantu mendukung mobilitas menuju sekolah maupun perguruan tinggi.

Kebijakan transportasi seperti ini juga memperlihatkan bahwa pembahasan mengenai kemacetan dapat berjalan beriringan dengan persoalan akses masyarakat terhadap layanan publik. Transportasi umum bukan sekadar sarana berpindah tempat, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas masyarakat sehari-hari.

4. Mobilitas jutaan orang menjadi tantangan bagi Jakarta

Pexels/Abud Suryo

Jumlah masyarakat yang keluar-masuk Jakarta setiap hari menjadi salah satu tantangan besar dalam mengelola lalu lintas ibu kota. Lebih dari 4 juta orang disebut melakukan mobilitas keluar-masuk Jakarta, terutama pada jam sibuk.

Angka tersebut menunjukkan bahwa aktivitas Jakarta tidak berdiri sendiri. Banyak masyarakat yang tinggal di kawasan penyangga tetap melakukan perjalanan menuju Jakarta untuk bekerja, bersekolah, maupun menjalankan aktivitas lainnya.

Kondisi tersebut membuat penanganan kemacetan membutuhkan pendekatan yang mempertimbangkan pola perjalanan masyarakat secara keseluruhan. Pengembangan transportasi yang menghubungkan Jakarta dengan kawasan sekitarnya menjadi salah satu bagian dari upaya tersebut.

Bagi keluarga, mobilitas seperti ini tentu bukan hal yang asing. Orangtua yang bekerja di Jakarta sementara tinggal di wilayah penyangga, misalnya, perlu mempertimbangkan waktu perjalanan dan pilihan transportasi setiap hari.

Karena itu, sistem transportasi yang terkoneksi dapat berpengaruh langsung terhadap rutinitas masyarakat.

Itulah jawaban Pramono Anung ketika ditanya oleh Zohran Mamdani bagaimana cara Jakarta atasi kemacetan.

Bagi Mama dan Papa yang setiap hari beraktivitas di tengah padatnya perjalanan kota, perkembangan transportasi publik tentu menjadi hal yang menarik untuk diperhatikan.

Semakin mudah dan terjangkau akses perjalanan, semakin banyak pula pilihan yang bisa dipertimbangkan keluarga dalam menjalani aktivitas.

Curated For You

Editorial Team

Related Article