Comscore Tracker
TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Contoh Analytical Exposition Text Tentang Pendidikan!

Anak bisa mempelajari analytical exposition text dengan mudah lewat contoh berikut ini

24 November 2022

Contoh Analytical Exposition Text Tentang Pendidikan
Unsplash/Jan Kahánek

Saat mempelajari bahasa Inggris di sekolah, anak tentunya dikenalkan dengan beragam jenis teks beserta contoh penulisannya.

Nah, salah satu teks yang dipelajari adalah analytical exposition text. Secara singkat, teks ini digunakan untuk membahas suatu isu berdasarkan sudut pandang seorang penulis. Isu yang diangkat bisa berupa pendidikan, ekonomi, pelestarian lingkungan, dan lain sebagainya.

Untuk memudahkan anak dalam memahami isi dari analytical exposition text, kali ini Popmama.com telah merangkum  contoh analytical exposition text tentang pendidikan.

Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!

1. Apa itu analytical exposition text?

1. Apa itu analytical exposition text
Pexels/olia danilevich

Dalam bahasa Indonesia, analytical exposition text berarti teks eksposisi analitik. Teks ini berisi tulisan yang menjelaskan tentang suatu isu menurut sudut pandang dan analisis dari penulis, dan biasanya banyak ditemukan di bagian editorial pada koran, jurnal, dan artikel ilmiah.

Lebih lanjut, penulis umumnya akan memberikan argumen atau pendapat darinya terkait ide atau topik yang diangkatnya selama membuat analytical exposition text. Maka dari itu, teks ini termasuk dalam teks argumentatif.

Penulisan analytical exposition text mempunyai tujuan untuk menyakinkan pembaca bahwa topik atau isu yang diangkat ini penting untuk dibahas serta mendapatkan perhatian tanpa mengajak para pembaca untuk melakukan sesuatu.

Editors' Picks

2. Struktur penulisan analytical exposition text

2. Struktur penulisan analytical exposition text
Unsplash/Santi Vedrí

Analytical exposition text merupakan teks argumentatif yang struktur penulisannya terdiri dari tiga bagian utama, antara lain:

  1. Thesis (tesis), yaitu bagian yang membahas topik utama yang akan diangkat oleh penulis beserta sudut pandangnya. Bagian ini umumnya terletak pada paragraf pertama dalam teks.
  2. Arguments (argumentasi), yaitu bagian yang berisi pendapat atau argumentasi dari penulis yang mendukung topik utama yang telah disampaikan pada bagian thesis. Biasanya, dalam teks ini penulis dapat menuliskan dua atau lebih argumen untuk menyakinkan pembaca terkait pentingnya topik yang dibahasnya.
  3. Reiteration (pengulangan), sering disebut pula sebagai conclusion (kesimpulan), yaitu bagian yang berisi kesimpulan atau pengulangan singkat yang menegaskan topik dan argumentasi yang telah dibahas pada paragraf-paragraf sebelumnya. Bagian ini selalu berada di paragraf akhir.

3. Ciri-ciri analytical exposition text

3. Ciri-ciri analytical exposition text
Pexels/MART PRODUCTION

Analytical exposition text mempunyai beberapa ciri yang menjadikan teks ini berbeda dengan jenis-jenis teks lainnya.

Berikut adalah ciri-cirinya:

  • Menggunakan sudut pandang penulis dalam menyampaikan informasinya.
  • Penulis berusaha menyampaikan argumen melalui tulisan untuk menyakinkan pembacanya.
  • Argumen atau pendapat yang ditulis dalam teks adalah hasil riset penulis yang sifatnya valid dan berfungsi untuk mendukung opini.
  • Dalam beberapa kondisi tertentu, terdapat grafik atau gambar berisi data-data yang disisipkan dalam teks dengan tujuan memperkuat pemaparan opini penulis.

4. Kaidah kebahasaan dalam analytical exposition text

4. Kaidah kebahasaan dalam analytical exposition text
Pexels/Katerina Holmes

Dalam membuat analytical exposition text, ada beberapa kaidah kebahasaan yang harus diikuti agar hasil teks tersebut menjadi lebih baik dan dapat dipahami dengan mudah oleh pembaca.

Berikut ini kaidah kebahasaan dalam analytical exposition text yang harus dipenuhi:

  • Penulisan setiap kalimatnya menggunakan simple present tense.
  • Memakai kata-kata yang menyatakan pikiran atau perasaan si penulis, seperti think, feel, realize, know, sense, dan lain-lain.
  • Menggunakan kata penghubung atau connective words yang bertujuan mengubungkan ide dalam bentuk antarkalimat, klausa, frasa, maupun paragraf.

Terkait pemakaian connective words dalam analytical exposition text, pada umumnya ada 3 jenis connective words yang masing-masing memiliki fungsi sebagai berikut:

  • Menambahkan informasi (adding information), misalnya and, in addition, also.
  • Mengkontraskan atau menampilkan perbedaan informasi (contrasting information), misalnya but, even though, however.
  • Menunjukkan hubungan sebab-akibat (causality), misalnya because, due to, therefore.

5. Contoh analytical exposition text tentang pendidikan

5. Contoh analytical exposition text tentang pendidikan
Pexels/Arthur Krijgsman

Analytical exposition text dapat digunakan untuk membahas topik, isu, atau bidang apa saja, seperti keadaan politik di suatu negara, kenaikan harga bahan pokok, hingga pentingnya pengurangan sampah plastik.

Topik atau isu dalam bidang pendidikan juga termasuk sebagai salah satu yang sering diangkat dalam penulisan analytical exposition text.

Supaya memudahkan anak untuk mengetahui bentuk dari teks ini, mari simak contoh analytical exposition text singkat tentang pendidikan yang membahas pembukaan sekolah di masa pandemi berikut ini.

[Thesis]

Currently, it is still not safe to reopen the school in the midst of pandemic. There are some reasons for it.

[Argument]

Firstly, teachers are the only persons who already get vaccinated, while the students are still not protected from the virus. Then, being vaccinated does not mean that they are fully safe since there are still variants of evolved virus in which there is still high risk of being infected.

Moreover, it is not always easy to manage the students to they want to follow the protocol. Even, there are still proofs showing the teachers do not follow the protocol.

[Reiteration]

By considering these arguments, it is better to stop the idea of reopening the school.

Berikut pula arti dari teks di atas:

[Tesis]

Saat ini, membuka kembali sekolah masih belum aman di tengah kondisi pandemi. Ada beberapa alasan untuk hal ini.

[Argumen]

Pertama, hanya guru-guru saja yang sudah mendapatkan vaksinasi, sedangkan para siswa masih belum terlindung dari bahasa virus ini. Lalu, sudah tervaksinasi bukan berarti bahwa mereka aman karena saat ini ada varian dari virus yang terus berevolusi yang mana masih ada risiko untuk tertular.

Terlebih lagi, mengelola siswa dan meminta mereka untuk mematuhi protokol yang ada tidaklah selalu mudah. Bahkan, masih ada juga bukti-bukti di mana bahkan guru-guru tidak mengikuti protokol yang ada.

[Pengulangan/Kesimpulan]

Dengan mempertimbangkan alasan ini, sebaiknya ide untuk membuka kembali sekolah dihentikan terlebih dahulu.

Itu dia penjelasan dan contoh analytical exposition text tentang pendidikan yang dapat dipelajari dengan mudah.

Yuk, Ma, ajak anak untuk belajar membuat analytical exposition text agar pengetahuannya semakin bertambah!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk