Beri Tahu Anak, Ini Perbedaan Sistem Pemilu Distrik dan Proporsional

Dalam pelaksanaannya, sistem pemilu distrik dan proporsional memiliki cara yang berbeda

25 November 2022

Beri Tahu Anak, Ini Perbedaan Sistem Pemilu Distrik Proporsional
Pexels/Edmond Dantès

Indonesia merupakan negara yang menganut asas demokrasi Pancasila. Asas ini diterapkan pada salah satu kegiatan yang bernama pemilihan umum, atau yang sering dikenal dengan singkatan pemilu.

Pemilu merupakan proses pemilihan kandidat atau calon tertentu yang akan memegang jabatan politik tertentu di lembaga pemerintahan.

Di Indonesia sendiri, kegiatan ini melibatkan masyarakat sehingga mereka dapat memilih dan mengetahui langsung sosok pemimpin yang akan mewakili rakyat di kursi lembaga pemerintahan nantinya.

Nah, dalam ilmu politik dikenal beberapa sistem pemilu yang umum digunakan oleh setiap negara di dunia, di antaranya adalah sistem pemilu distrik dan sistem pemilu proporsional.

Dalam pelaksanaannya, kedua sistem ini memiliki cara yang berbeda mulai dari proses pemungutan suara hingga pemilihan calon perwakilannya, loh!

Kira-kira, apa saja ya perbedaan sistem pemilu distrik dan proporsional? Untuk mengetahui perbedaan keduanya, mari simak rangkuman informasi dari Popmama.com berikut ini.

1. Sistem pemilu distrik

1. Sistem pemilu distrik
Unsplash/Element5 Digital

Sistem pemilu distrik diartikan sebagai sistem pemilihan yang berdasarkan lokasi daerah untuk memilih satu wakil (single-member constituency). Dalam sistem ini, suatu negara akan dibagi menjadi beberapa daerah dan rakyat di setiap daerah nantinya akan memilih satu perwakilan.

Setelah perwakilan dari masing-masing daerah terpilih, berikutnya akan dipilih satu perwakilan yang akan menduduki posisi di lembaga pemerintahan untuk mewakili seluruh rakyat dengan melihat siapa calon perwakilan daerah yang memperoleh suara paling banyak.

Meskipun sistem pemilu distrik merupakan sistem pemilihan tertua, masih ada beberapa negara yang menerapkan sistem ini seperti Amerika Serikat, Kanada, Inggris, dan India.

2. Kelebihan sistem pemilu distrik

2. Kelebihan sistem pemilu distrik
Freepik/rawpixel.com

Dalam pelaksanaannya, sistem pemilu distrik mempunyai beberapa kelebihan atau keuntungan bagi negara yang menerapkannya.

Berikut adalah kelebihan dari sistem pemilu distrik:

  • masyarakat di setiap daerah dapat lebih mudah mengenal calon perwakilannya
  • sistemnya cukup sederhana sehingga lebih mudah dimengerti para pemilih
  • proses seleksi calon perwakilan lebih ketat serta kompetitif
  • pemerintahan dapat berjalan lebih stabil karena adanya penyederhanaan partai politik
  • memungkinkan adanya pemerintahan yang kuat dari satu partai

Editors' Pick

3. Kekurangan sistem pemilu distrik

3. Kekurangan sistem pemilu distrik
Unsplash/Element5 Digital

Di sisi lain, ternyata sistem pemilu distrik memiliki sejumlah kekurangan atau kelemahan yang membuat sistem ini sulit diterapkan di beberapa negara lainnya.

Berikut ini kekurangan dari sistem pemilu distrik:

  • partai-partai besar lebih banyak meraih suara, sedangkan partai kecil kurang mampu mendapatkannya
  • banyak suara minoritas yang tidak diperhitungkan karena lebih mengutamakan suara terbanyak sebagai pemenang
  • kurang cocok diterapkan di negara dengan masyarakat yang sangat pluralis
  • kandidat yang terpilih cenderung lebih memperhatikan kepentingan daerahnya sendiri dibanding kepentingan nasional serta daerah-daerah lain
  • memicu berkembangnya partai-partai etnis atau kesukuan

4. Sistem pemilu proporsional

4. Sistem pemilu proporsional
Freepik/wavebreakmedia_micro

Selain sistem pemilu distrik, terdapat pula sistem lain yang digunakan oleh beberapa negara di dunia, yaitu sistem pemilu proporsional. Sistem ini menerapkan cara pemilihan dengan memilih beberapa wakil untuk satu daerah (multimember constituency).

Jika pada sistem pemilu distrik lebih berfokus pada pembagian lokasi daerah dalam satu negara, maka berbeda dengan sistem pemilu proporsional yang lebih memperhatikan jumlah penduduk dalam suatu daerah yang harus berimbang dengan jumlah kursi di daerah pemilihannya.

Sistem pemilu yang dinilai lebih berimbang ini telah diterapkan oleh banyak negara, termasuk Indonesia, Rusia, Swedia, Denmark, Yunani, Italia, Belgia, dan masih banyak lagi.

5. Kelebihan sistem pemilu proporsional

5. Kelebihan sistem pemilu proporsional
Unsplash/Arnaud Jaegers

Sistem pemilu proposional mempunyai keuntungan atau kelebihan yang membuat sistem ini berbeda dengan sistem pemilu distrik, terutama bagi negara-negara yang menerapkannya.

Berikut ini kelebihan dari sistem pemilu proporsional:

  • setiap partai besar dan partai kecil jadi mempunyai kesempatan yang sama untuk bisa menempati kursi di lembaga pemerintahan
  • besar perolehan suara yang diperoleh setiap partai berimbang dengan jumlah kursi yang didapat di lembaga pemerintahan sehingga lebih adil
  • dapat mengatasi terbuangnya suara-suara dari para pemilih secara sia-sia

6. Kekurangan sistem pemilu proporsional

6. Kekurangan sistem pemilu proporsional
Pexels/Edmond Dantès

Walaupun sistem pemilu proposional mempunyai banyak keuntungan, sistem ini juga memiliki beberapa kekurangan atau kelemahan dalam pelaksanaannya.

Berikut adalah kekurangan dari sistem pemilu proporsional:

  • sebagian calon perwakilan rakyat jadi kurang dikenal masyarakat
  • partai-partai yang ikut serta dalam pemilu cenderung sulit bekerja sama dengan satu sama lain
  • timbul persaingan yang kurang sehat antarpartai untuk bisa menduduki kursi lembaga pemerintahan

Itu dia penjelasan mengenai perbedaan sistem pemilu distrik dan proporsional beserta kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Semoga informasi ini dapat menambah wawasan baru bagi anak khususnya di dunia politik ya, Ma!

Baca juga:

The Latest