Apakah Terapi Online Efektif bagi Remaja?

Di masa pandemi, sesi terapi online banyak ditawarkan oleh terapis. Apakah efektif bagi remaja?

23 Mei 2022

Apakah Terapi Online Efektif bagi Remaja
Freepik/Mikhailina

Bagi kebanyakan remaja, duduk di ruangan bersama terapis membicarakan perasaan mereka mungkin terdengar menyeramkan. Tetapi, berkonsultasi dengan terapis secara online mungkin terdengar tidak terlalu buruk. Apalagi fasilitas internet dan gadget yang kini semakin canggih.

Tetapi, apakah terapi online efektif bagi remaja? Sebagian orangtua meragukannya karena terapi online dianggap tidak sedekat dan senyata saat anak bertatap muka dengan terapisnya. Benarkah?

Kali ini Popmama.com akan mengupas tentang apakah terapi onlineefektif bagi remaja, dilansir dari Very Well Family:

1. Plus: Remaja merasa lebih nyaman mengobrol online

1. Plus Remaja merasa lebih nyaman mengobrol online
Freepik/freepik

Sebagian besar remaja masa kini telah terbiasa berkomunikasi secara online. Mereka lebih senang mengobrol online sehingga terapi dengan cara ini terasa lebih nyaman ketimbang berbicara langsung dengan terapisnya.

Selain itu, banyak remaja merasa malu menemui terapisnya dan takut teman sebayanya akan tahu bahwa mereka sedang dalam perawatan. Terapi online dapat mengurangi banyak kekhawatiran tersebut.

Editors' Picks

2. Plus: Menghemat waktu dan tenaga

2. Plus Menghemat waktu tenaga
Freepik

Terapi online dapat menghemat waktu dan tenaga anak karena anak tidak perlu pergi ke tempat praktek terapis yang mungkin letaknya jauh dari rumah. Bagi mereka yang tinggal di daerah yang jauh dari tempat praktek terapisnya, janji temu online dapat memberikan akses yang lebih mudah. 

3. Minus: Hambatan teknologi

3. Minus Hambatan teknologi
Freepik.com/@freepik

Jika koneksi internet atau gadget mengalami kerusakan, anak akan terkendala berkonsultasi dengan terapisnya. Selain itu, program-program yang digunakan untuk assesment secara online mungkin lebih rumit dioperasikan sendiri oleh anak. Oleh karena itu, orangtua harus sigap membantu anak.

4. Minus: Asuransi mungkin tidak mencakup terapi online

4. Minus Asuransi mungkin tidak mencakup terapi online
Freepik/Osaba

Meskipun asuransi yang mama gunakan mungkin menanggung biaya perawatan anak, tetapi tidak semua asuransi mencakup layanan terapi online. Penting untuk memastikannya terlebih dahulu sebelum mengambil layanan terapi online ini ya, Ma.

5. Minus: Kurangnya kontak tatap muka

5. Minus Kurang kontak tatap muka
Pexels/julia-m-cameron

Terapis kesehatan mental mempelajari banyak informasi dari mengamati bahasa tubuh seseorang. Jika anak remaja mama berkomunikasi melalui chat dengan terapisnya, terapis tidak dapat membaca bahasa tubuh anak atau mendengarkan nada suaranya. Meskipun komunikasi lewat video mungkin lebih baik, tetapi bukanlah pengganti interaksi tatap muka. 

Komunikasi online mengharuskan anak remaja untuk dapat membaca dan menyimpan informasi dari terapis. Hal ini juga mengharuskan anak untuk dapat mengekspresikan diri secara efektif dalam teks. Anak yang komunikasi tertulisnya kurang bagus, mungkin tidak tepat menjalani terapi secara online ini. 

Sebelum mencari terapi online untuk remaja, mama perlu mempertimbangkan beberapa hal penting. Termasuk rujukan lanjutan ke layanan lain yang kemungkinan diperlukan, seperti apa pembayarannya, dan catatan rekam medisnya. 

Mama dapat berdiskusi dengan penyedia layanan asuransi atau rumah sakit terpercaya di kota mama terkait hal ini, agar perawatan anak bisa dilakukan secara maksimal.

Semoga informasi ini bermanfaat ya, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk