Jika Lebih dari 2 Hari, Jangan Sepelekan Bahaya Diare Kronis pada Anak

Diare kronis yang tak tertangani segera dapat mengakibatkan malabsorpsi, dehidrasi, bahkan kematian

27 Maret 2020

Jika Lebih dari 2 Hari, Jangan Sepelekan Bahaya Diare Kronis Anak
Freepik

Salah satu penyakit yang cukup banyak diderita anak usia sekolah adalah diare. Memang, anak-anak sangat rentan terhadap penyakit ini karena kurang memperhatikan kebersihan tubuh atau pun paparan kuman dan bakteri pada makanan yang dikonsumsi di luar rumah. 

Diare ringan umumnya akan sembuh dalam waktu singkat, sekitar satu hingga dua hari dengan pengobatan rumahan. Akan tetapi, bila diare pada anak terjadi dalam waktu lama, hingga berminggu-minggu, Mama patut waspada karena kemungkinan anak mengidap diare kronis. 

Berikut Popmama.com merangkum informasi yang penting diketahui orangtua seputar diare kronis, dilansir dari hopkinsmedicine.org:

Kategori Diare pada Anak

Kategori Diare Anak
Freepik/Kwanchaiudom

Ada dua kategori diare berdasarkan durasi waktunya, yaitu:

Diare akut

Jenis diare ini berlangsung paling lama dua hari dan bisa sembuh secara cepat. Biasanya penyebab diare akut adalah makanan atau air minum yang terkontaminasi bakteri, atau karena anak terpapar virus.

Diare kronis

Pada diare kronis, sakit biasanya berlangsung hingga beberapa minggu. Penyebab diare kronis biasanya adalah masalah kesehatan lainnya, seperti sindrom iritasi usus besar dan penyakit usus seperti kolitis ulserativa, penyakit Crohn, atau penyakit Celiac. Penyakit Giardia juga dapat menyebabkan diare kronis.

Ciri-ciri Anak Menderita Diare Kronis

Ciri-ciri Anak Menderita Diare Kronis
Freepik/Wavebreakmedia

Gejala umum diare kronis adalah buang air besar yang encer tiga kali atau lebih dalam sehari, selama setidaknya empat minggu. Tergantung pada penyebabnya, anak-anak dengan diare kronis mungkin juga memiliki satu atau lebih dari gejala berikut:

  • Tinja berdarah,
  • badan menggigil,
  • demam,
  • kehilangan kendali pergerakan usus,
  • mual dan muntah,
  • nyeri atau kram perut.

Jika tidak segera ditangani, diare kronis dapat menyebabkan malabsorpsi dan dehidrasi.

Editors' Picks

Penyebab Diare Kronis pada Anak

Penyebab Diare Kronis Anak
parenting.firstcry.com
Manfaat kemiri untuk keluarga

Dilansir dari niddk.nih.gov, ada beberapa penyebab diare kronis pada anak, antara lain:

1. Infeksi saluran pencernaan

Infeksi dari virus, bakteri atau parasit berbahaya bisa menimbulkan diare kronis. Anak-anak dapat terinfeksi melalui air, minuman atau makanan yang terkontaminasi, atau melalui kontak orang ke orang. Setelah mengalami infeksi, anak mungkin akan mengalami masalah mencerna karbohidrat, seperti laktosa atau protein. Masalah-masalah ini dapat menyebabkan diare yang berkepanjangan, seringkali sampa enam minggu.

2. Penyakit Celiac

Penyakit Celiac adalah gangguan pencernaan yang merusak usus kecil. Penyakit ini bisa semakin memburuk jika anak mengonsumsi makanan yang mengandung gluten. Gluten adalah protein yang ditemukan secara alami dalam gandum, barley dan rye (gandum hitam). Biasanya gluten ditemukan dalam roti, pasta, dan kue-kue berbahan tepung. Penyakit Celiac dapat menyebabkan diare kronis pada anak dari segala umur.

3. Penyakit radang usus

Dua jenis penyakit utama radang usus adalah penyakit Crohn dan kolitis ulserative. Gangguan ini dapat menyerang anak segala usia, tetapi biasanya mulai muncul pada usia sekolah dasar atau di masa remaja.

Selain itu, beberapa kondisi medis ini juga dapat memicu diare kronis, misalnya:

  • Respons sistem imun terhadap makanan tertentu (alergi makanan),
  • reaksi terhadap obat-obatan,
  • pembedahan di perut atau kantong empedu.

Pengobatan Diare Kronis

Pengobatan Diare Kronis
Freepik/topntp26

Secara umum, penanganan dan pengobatan diare kronis dilakukan sesuai diagnosis penyebab masalahnya. Misalnya dengan memberikan resep antibiotik, mengubah pola makan dan menentukan makanan-makanan yang harus dikonsumsi atau pun dihindari, atau pun suplemen-suplemen yang harus diminum anak untuk mengembalikan fungsi tubuhnya agar kembali normal.

Jika Mama menemui simptom-simptom diare kronis di atas, segera hubungi dokter anak karena kondisi ini harus segera ditangani. Jangan sampai anak mengalami malabsorpsi atau pun dehidrasi karena bisa membahayakan nyawanya. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.