Bukan Hanya Covid-19, Inilah 7 Pandemi Mematikan yang Mengubah Dunia

Pandemi sudah ada, bahkan sebelum Masehi!

26 September 2021

Bukan Ha Covid-19, Inilah 7 Pandemi Mematikan Mengubah Dunia
Pexels/CDC

Tidak pernah ada yang menduga dunia kita berubah semenjak datangnya virus Covid-19 tahun 2020 lalu. Virus mematikan yang menyebar di seluruh dunia ini menyebabkan pandemi yang berdampak besar bagi kehidupan manusia. Ketika sebuah epidemi menyebar ke luar batas suatu negara, saat itulah penyakit tersebut disebut dengan pandemi. 

Ternyata bukan hanya pandemi Covid-19 saja yang pernah menggegerkan dunia.

Sejarah telah mencatat beberapa pandemi yang mengubah dunia. Apa sajakah itu? Berikut ini Popmama.com merangkum kisahnya, dari History:

1. 430 sebelum Masehi: Athena

1. 430 sebelum Masehi Athena
Pexels/Jimmy Teoh

Pandemi paling awal yang tercatat sejarah terjadi selama perang Peloponnesia. Penyakit yang diduga sebagai demam tifoid, melemahkan Athena dan menjadi salah satu penyebab kekalahan Athena melawan Sparta. 

Gejala penyakit ini adalah demam, haus, tenggorokan dan lidah berdarah, disertai dengan kulit yang memerah dan luka. Penyakit ini melewati Libya, Ethiopia, dan Mesir, kemudian melintasi tembok Athena saat Spartna mengepung. 

Begitu parahnya penyakit ini sehingga dua per tiga dari populasi meninggal karenanya.

2. Tahun 250 Masehi: wabah Antonine

2. Tahun 250 Masehi wabah Antonine
Pexels/Pixabay

Wabah Antonine bisa jadi merupakan kemunculan awal cacar yang diawali dari bangsa Hun. Bangsa Hun kemudian menginfeksi Jerman, yang menyebarkannya ke Romawi dari para pasukan Romawi. 

Gejala wabah Antonine termasuk demam, sakit tenggorokan, diare dan, jika pasien hidup cukup lama mereka memiliki luka berisi nanah. Wabah ini berlanjut sampai sekitar tahun 180. Kaisar Marcus Aurelius adalah salah satu korban wabah ini.

Editors' Picks

3. Tahun 250 Masehi: wabah Siprus

3. Tahun 250 Masehi wabah Siprus
Ilustrasi | Pexels/Julia Volk

Wabah Siprus menyebabkan diare, muntah, radang tenggorokan, demam, dan gangren pada tangan dan kaki. Penduduk kota melarikan diri untuk menghindari infeksi tetapi malah menyebarkan penyakit lebih jauh. Diduga wabah ini dimulai dari Ethiopia, melewati Afrika Utara, ke Roma, lalu ke Mesir dan ke utara.

Ada wabah serupa yang berulang selama tiga abad berikutnya. Pada tahun 444 Masehi, wabah serupa menghantam Inggris dan menghalangi upaya pertahanan melawan Picts dan Skotlandia. Karena itulah Inggris mencari bantuan dari Saxon, yang kemudian justru menguasai pulau tersebut.

4. Tahun 541 Masehi: wabah Justinian

4. Tahun 541 Masehi wabah Justinian
Pexels/Maor Winetrob

Pertama kali muncul di Mesir, wabah Justinian menyebar melalui Palestina dan Kekaisaran Bizantium, dan kemudian ke seluruh Mediterania. Wabah ini menggagalkan rencana Kaisar Justinian untuk menyatukan kembali Kekaisaran Romawi dan menyebabkan perjuangan ekonomi besar-besaran. 

Wabah Justinian berlangsung lagi selama dua abad berikutnya. Karena wabah inilah sekitar 50 juta orang atau 26 persen dari populasi dunia, meninggal dunia. Hal ini diyakini sebagai kemunculan pertama dari penyakit pes, yang dibawa oleh tikus dan disebarkan oleh kutu. Penyakit ini membuat kelenjar limfatik membesar.

5. Abad ke-11: kusta

5. Abad ke-11 kusta
Ilustrasi | Pexels/Ahmed Akaca

Kusta adalah penyakit yang sudah ada selama berabad-abad lamanya. Tetapi pada abad pertengahan, kusta berkembang menjadi pandemi di Eropa. Karena penyakit inilah pembangunan banyak rumah sakit di masa itu berfokus untuk menampung sejumlah besar pasien kusta. 

Kusta disebabkan karena bakteri yang berkembanglambat. Orang-orang zaman dulu menganggap mereka yang terkena kusta dihukum oleh Tuhan secara turun-temurun sehingga dikucilkan dari masyarakat. 

Penyakit kusta juga dikenal dengan nama penyakit Hansen. Masih ada puluhan ribu orang yang menderita kusta setiap tahunnya. Penyakit ini harus segera ditangani dengan antibiotik agar tidak menjadi fatal.

6. Tahun 1889: flu Rusia

6. Tahun 1889 flu Rusia
Pexels/NordHorizon

Pandemi flu pertama yang mengubah dunia dimulai di Siberia dan Kazakhstan, kemudian menyebar ke Finlandia dan Polandia, lalu ke seluruh Eropa. Tahun berikutnya, penyakit flu ini telah menyebrangi lautan ke Amerika Utara dan Afrika.

Begitu besar dampak penyakit flu Rusia ini hingga pada akhir tahun 1890, terhitung sekitar 360.000 orang telah meninggal karenanya. 

7. Tahun 1918: flu Spanyol

7. Tahun 1918 flu Spanyol
Ilustrasi | Pexels/Engin Akyurt

Flu Spanyol yang tergolong dalam flu burung telah mengakibatkan 50 juta kematian di seluruh dunia. Flu ini diamati pertama kali pada tahun 1918 di Eropa, Amerika Serikat, dan Asia.

Penyebarannya begitu cepat dan waktu itu belum ada obat atau vaksin yang efektif mengobati flu ini. 

Pada bulan Oktober 1918, begitu parahnya penyakit ini sehingga ratusan ribu orang di Amerika meninggal sampai menyebabkan keterbatasan dalam hal pemakaman jenazah. 

Ancaman flu Spanyol mulai menghilang pada musim panas tahun 1919 ketika sebagai besar mereka yang terinfeksi telah mengembangkan kekebalan tubuh atau meninggal. 

Itulah pandemi-pandemi yang mengubah dunia dan menimbulkan banyak korban meninggal, selain pandemi Covid-19. Semoga seiring kecanggihan dunia sains, penyebaran penyakit dapat dicegah sehingga tidak ada lagi pandemi yang mematikan nyawa ribuan hingga jutaan orang ya. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.