5 Cara Mengatasi Keringat Berlebih pada Anak Remaja

Keringat berlebih bisa bikin anak kehilangan rasa percaya diri. Yuk diatasi!

12 November 2019

5 Cara Mengatasi Keringat Berlebih Anak Remaja
Freepik

Keringat berlebih pada anak seringkali menjadi masalah yang meresahkan. Terutama pada anak jelang remaja yang mulai banyak berinteraksi dengan teman sebaya. Selain tak nyaman di tubuh sendiri, juga menurunkan kepercayaan diri anak karena jejak-jejak keringat yang membuat risih.

Banyak orang masih menganggap keringat berlebih erat kaitannya dengan kurangnya edukasi soal kebersihan tubuh dan khawatir timbul bau badan tak sedap. Padahal tidak selalu hal itu penyebabnya lho, Ma. Keringat berlebih pada anak bisa disebabkan karena kondisi hormonal atau pun kondisi kesehatan yang disebut hiperhidrosis. 

Hiperhidrosis sendiri bukanlah masalah yang mengkhawatirkan, kecuali jika pemicunya berkaitan dengan gangguan kesehatan lain misalnya diabetes atau hipertiroidisme pada anak. Hanya saja membuat anak tak nyaman dan malu menghadapinya. Untungnya, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi keringat berlebih pada anak, dilansir oleh Popmama.com dari verywellfamily.com:

1. Deodoran

1. Deodoran
Freepik/Victoriafly

Deodoran yang dijual di pasaran alias over-the-counter dapat menjadi pilihan mengatasi produksi keringat berlebih pada anak, walaupun hanya sementara. Gunakan deodoran dua kali sehari, di pagi dan malam hari untuk hasil terbaik. Untuk anak remaja Mama, pilih deodoran dengan sedikit atau bahkan tanpa kandungan aluminium chloride

2. Antiperspirant

2. Antiperspirant
Freepik/Freepik

Antiperspirant merupakan zat yang dapat mengurangi produksi keringat. Kandungan aktifnya adalah aluminium chloride (garam aluminium) yang mudah larut dengan kelembapan alami kulit. Aluminium chloride ini akan membentuk semacam gel yang menahan produksi kelenjar keringat.

Sayangnya, aluminium chloride dapat menyebabkan iritasi pada kulit anak yang sensitif. Sebaiknya, setelah menggunakan antiperspirant selama 6-8 jam, bersihkan terlebih dahulu, barulah mengaplikasikannya lagi. Aplikasikan krim hidrokortison atau baking soda topikal setelah membersihkan sisa antiperspirant untuk menurunkan risiko iritasi kulit dan sebaiknya digunakan di malam hari. 

3. Obat antikolinergik

3. Obat antikolinergik
Freepik/Eva058929

Dilansir dari healthline.com, obat antikolinergik merupakan obat-obatan yang umum digunakan untuk mengatasi keringat berlebih. Obat-obatan ini antara lain: glycopyrrolate, oxybutynin, benztropine, propantheline, dan lain-lain. 

Meski terbukti banyak orang yang sukses mengatasi problem hiperhidrosis dengan obat-obatan ini, perlu diingat bahwa obat antikolinergik punya efek samping. Antara lain: mulut kering, sembelit dan ngantuk. Karena termasuk obat keras, oleh karenanya obat-obatan ini diberikan hanya untuk mereka yang terdiagnosis hiperhidrosis umum, bukan hanya yang memiliki telapak tangan atau ketiak berkeringat berlebih saja.

Editors' Picks

4. Qbrexza (glikopirronium)

4. Qbrexza (glikopirronium)
Freepik/fabrikasimf

Ada cara pengobatan lain untuk penderita hiperhidrosis menggunakan obat yang diresepkan bernama Qbrexza (glikopirronium). Obat ini tergolong sebagai obat antikolinergik yang dimasukkan ke dalam handuk sekali pakai yang sudah dilembapkan. Handuk ini digunakan pada ketiak saja dan hanya boleh digunakan oleh anak-anak di atas usia 9 tahun dan orang dewasa.

5. Tindakan bedah

5. Tindakan bedah
Freepik/Peoplecreations

Tindakan lain untuk hiperhidrosis adalah tindakan bedah seperti eksisi kelenjar keringat lokal atau simpatektomi toraks endoskopi. Ada pula tindakan iontophoresis, di mana arus listrik tingkat rendah dipaparkan ke kulit untuk mengurangi produksi keringat. Namun, cara-cara ini biasanya direkomendasikan untuk orang dewasa ketimbang anak-anak, kecuali persetujuan dokter dengan menimbang-nimbang konsekuensi medisnya.

6. Suntikan botox

6. Suntikan botox
Freepik

Suntikan botox juga dapat dilakukan, tetapi efeknya hanya sementara. Botox bekerja untuk memblokir neurotransmitter yang merangsang kelenjar keringat. Tindakan ini dapat menurunkan produksi keringat selama 6-7 bulan saja. 

Itu dia beberapa alternatif cara mengatasi keringat berlebih. Pastikan berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan tindakan apapun ya, Ma, karena dokter lah yang lebih memahami diagnosis serta cara penanganan yang paling tepat serta aman untuk anak Mama. Semoga informasi ini membantu!

Baca Juga:


 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!