5 Cara Pendekatan Terhadap Anak yang Introvert

Si introvert terfokus pada pikiran dan perasaan yang berasal dari dalam dirinya sendiri

25 Juni 2019

5 Cara Pendekatan Terhadap Anak Introvert
Escapejaja / Freepik

Anak-anak dengan kepribadian introvert seringkali membuat orangtua merasa cemas dan khawatir. Pasalnya, jika dibandingkan dengan teman seusianya anak-anak ini cenderung terlihat pendiam, tertutup, selalu tampak menarik diri dari lingkungan sekitar karena seringkali terfokus pada pikiran dan perasaan yang berasal dari dalam dirinya. 

Masalahnya, banyak orang mengidentikan anak-anak introvert sebagai anak pemalu. Padahal keduanya adalah hal yang berbeda lho, Ma. Sebab, jika pemalu adalah ketakutan yang muncul akan penilaian negatif dari orang lain, anak introvert cenderung menyimpan perasaannya dan sangat sadar diri dan memikirkan segala sesuatu sebelum bertindak.

Lalu, bagaimana caranya bisa masuk ke dalam kehidupan si introvert dan memahaminya? Dilansir dari quietrev.com, berikut ini lima pendekatan yang bisa Mama lakukan untuk menghadapi anak berkepribadian introvert yang unik.

1. Perkenalkan dengan situasi baru perlahan-lahan

1. Perkenalkan situasi baru perlahan-lahan
jenniferperkins.com
Permainan outdoor untuk anak perempuan

Anak introvert seringkali merasa panik dan cemas saat berada di lingkungan yang baru. Karena itu, jangan mengharapkan ia dapat langsung berbaur dan berinteraksi dengan anak lainnya.

Saat menghadiri suatu acara usahakan untuk datang lebih awal agar anak dapat beradaptasi dengan suasana atau lingkungan sekitarnya terlebih dahulu. Kemudian, pelan-pelan perkenalkan ia dengan orang-orang yang terlibat dalam acara tersebut.

2. Jangan memaksa anak berinteraksi

2. Jangan memaksa anak berinteraksi
Pixabay/jutheanh

Berbeda dengan si Ekstrovert yang merasa sangat berenergi ketika berinteraksi dengan orang sekitarnya, anak introvert justru akan merasa tenaganya terkuras habis jika ia harus berinteraksi dengan banyak orang. Jika hal ini terjadi, minta ia berhenti dan jangan pernah memaksanya untuk berinteraksi melebih kemampuannya. Memaksa si Introvert berinteraksi di luar kemauan dan kemampuannya justru akan membuatnya tertekan dan kembali menarik dirinya. 
 

Editors' Picks

3. Berikan pujian

3. Berikan pujian
maxpixel.net

Bukan hal yang mudah bagi seorang anak introvert berani berinteraksi dengan orang lain, terutama di lingkungan yang baru. Karenanya, saat ia berani mengambil risiko sosial dari apa yang jarang dilakukannya, jangan ragu untuk memberikan pujian. Misalnya, “Nak, kemarin Mama melihat kamu berbicara dengan teman barumu, itu hal yang membanggakan lho. Mungkin lain kali bisa dicoba lagi ya, Sayang.”

4. Pastikan anak merasa didengar dan diperhatikan

4. Pastikan anak merasa didengar diperhatikan
Pixabay/Nastya_gepp

Anak introvert cenderung menyimpan sesuatunya sendiri dan enggan berbicara dengan orang lain. Sekalipun itu orangtuanya. Untuk menarik keluar dari pemikirannya, seringlah ajak anak bercakap-cakap ringan. Cobalah mengajukan pertanyaan-pertanyaan sederhana. Hal ini membuatnya merasa didengar dan diperhatikan sehingga tidak tersesat dalam pikirannya sendiri.

5. Jangan menyebut anak "pemalu"

5. Jangan menyebut anak "pemalu"
Freepik/user850788

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, introvert tidak sama dengan pemalu yang seringkali dianggap membawa konotasi negatif. Jika anak yang introvert dilabeli "pemalu", ia akan menanamkan pada dirinya bahwa rasa ketidaknyamanan berinteraksi orang lain adalah sifat yang pasti, bukan perasaan yang dapat dikendalikan.

Lebih jauh lagi diartikan, label pemalu akan membuatnya fokus pada hambatan. Hal ini  tidak akan membantunya untuk memahami sumber dari temperamennya yang tertutup.

Itulah lima pendekatan yang dapat dilakukan pada anak Mama yang introvert. Penting dipahami bahwa memiliki anak introvert bukan hal yang memalukan. Begitu banyak orang-orang introvert di dunia yang bisa menjadi sukses di usia dewasa, seperti Bill Gates, Emma Watson, J.K.Rowling dan bahkan Mother Teresa dan Mahatma Gandhi.

Baca Juga:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!