TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Mengenal Hipersensitif pada Anak, Punya Tingkat Kepekaan Tinggi

Hipersensitif pada anak bukanlah kelainan, Ma.

14 September 2022

Mengenal Hipersensitif Anak, Pu Tingkat Kepekaan Tinggi
Freepik/gpointstudio

Apakah si Kecil sering terlihat cemas atau sensitif terhadap hal-hal di sekitarnya, baik secara fisik maupun mental?

Mungkin situasi ini seringkali membuat si Kecil dan orangtua mengalami tantangan dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut ini Popmama.com merangkum informasi seputar hipersensitif pada anak atau yang kerapkali disebut dengan highly sensitive person, dilansir dari Additude.

1. Apa itu hipersensitif pada anak?

1. Apa itu hipersensitif anak
Freepik/khosrork

Hipersensitif pada anak adalah kondisi di mana anak mengalami tingkat kepekaan yang meningkat terhadap rangsangan indra. Kondisi ini bukanlah suatu kelainan, tetapi seringkali menyertai anak penderita ADHD. 

Anak yang hipersensitif menjadi sangat sensitif terhadap rangsangan fisik (suara, desahan, sentuhan, atau bau) dan atau rangsangan emosional sehingga mudah kewalahan terhadap terlalu banyaknya informasi yang diterima.

Tak jarang, anak yang hipersensitif lebih mungkin menderita asma, eksim, dan alergi. 

Editors' Picks

2. Tanda dan gejala fisik hipersensitif pada anak

2. Tanda gejala fisik hipersensitif anak
Freepik/drobotdean

Bagi anak yang mengalami kondisi hipersensitif, ia mungkin merasakan hal-hal kecil sebagai sesuatu yang besar. Hal ini bukanlah kesalahan mereka, melainkan faktor temperamen bawaan mereka. 

Tanda dan gejala umum hipersensitif pada anak biasanya tampak pada salah satu domain sensorik, seperti suara, sentuhan, atau bau. Contohnya tidak suka merasakan sentuhan helaian rambut yang menggelitik wajah, tidak suka menggunakan bahan kain tertentu, peka terhadap lampu berkedip dan benda bergerak, dan lain-lain.

Tanda dan gejala fisik lainnya, antara lain:

  • Kesulitan dengan motorik kasar, seperti ceroboh saat berjalan
  • Kesulitan dengan motorik halus, seperti mengalami kesulitan menulis
  • Menangis saat mendengar suara yang keras

3. Tanda dan gejala emosional hipersensitif pada anak

3. Tanda gejala emosional hipersensitif anak
Freepik/karlyukav

Hipersensitif pada anak juga seringkali mengalami kewalahan oleh arus informasi yang membombardirnya. Secara emosional, anak yang hipersensitif lebih reaktif ketimbang populasi umum. Mereka bisa saja menangis karena komentar orang lain yang terkesan menyakitkan bagi mereka, meskipun bagi orang lain komentar tersebut netral.

Pada akhirnya, anak yang mengalami hipersensitif kesulitan dalam mengatasi situasi yang dihadapinya secara emosional. Mereka tidak dapat menyortir dan memprioritaskan tugas, merasa lelah, dan kewalahan saat harus mengerjakan tugas. 

4. Apa yang menyebabkan hipersensitif pada anak?

4. Apa menyebabkan hipersensitif anak
Freepik/freepik

Secara umum, hipersensitif pada anak terjadi ketika rangsangan sensorik tidak ditafsirkan secara benar oleh otak dan berakibat pula pada sistem saraf. 

Akar penyebab masalah ini adalah Reticular Activating System. Ini adalah bagian dari batang otak yang mengatur semua informasi yang melewati sumsum tulang belakang. RAS bertindak sebagai resistor di sirkuit saraf tubuh. Apabila RAS tidak bekerja dengan benar, maka anak dapat mengalami gangguan pemrosesan sensorik. 

Hipersensitif pada anak juga mengarah pada karakter autis tertentu. 

5. Bagaimana mengatasi hipersensitif pada anak?

5. Bagaimana mengatasi hipersensitif anak
Freepik/Cookie-studio

Anak yang mengalami hipersensitif perlu mendapatkan penyesuaian dalam kehidupan sehari-harinya untuk membantu mereka mengelola gejala hipersensitif dengan lebih baik. 

Orangtua dapat membantu anak untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang gejalanya, serta mengelola siapa saja yang secara teratur berhubungan dengan anak. 

Mama dapat membantu anak mengadopsi gaya hidup sensorik. Misalnya menggunakan headphone untuk mengatur tingkat kebisingan dan pencahayaan khusus yang dapat membantu menghindari stimulasi yang berlebihan. 

Ajak anak melihat kondisi yang dialaminya sebagai kekuatan. Anak dengan hipersensitif harus dipuji karena kekuatan unik mereka, seperti intuisi dan empatinya. Kepekaan mereka adalah kekuatan dalam banyak hal. 

Yang tak kalah penting adalah memastikan anak agar mendapatkan istirahat cukup, terutama sebelum menghadapi situasi dengan stimulasi tinggi, dan latihan bermeditasi.

Konsultasikan dengan dokter anak dan terapi agar mama dan anak dapat mengatasi hipersensitif pada anak dengan tepat. Semoga informasi ini bermanfaat. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk