Tahukah Mama bahwa anak yang jarang diajak ngobrol oleh orangtuanya berisiko mengalami lazy mind atau malas berpikir?
Ini bukan hanya masalah sepele, tetapi bisa memengaruhi perkembangan kognitif dan emosional si Kecil. Ciri-ciri anak dengan lazy mind sering terlihat dari respons mereka yang selalu pasif seperti, "Terserah Papa" atau "Terserah Mama." Mereka cenderung mengiyakan saja tanpa mempertimbangkan jawaban atau berpikir kritis.
Peran Mama dan Papa sangat penting dalam membentuk kebiasaan berpikir aktif anak. Papa, misalnya, bisa berperan sebagai pelatih otak dan akal si Kecil. Membiasakan si Kecil untuk berbicara dan mendengarkan cerita bisa melatih otaknya untuk berpikir dan mencari solusi.
Melibatkan anak dalam obrolan harian dan bertanya tentang perasaan serta aktivitasnya membantu membentuk kebiasaan berpikir kritis dan mengembangkan empati.
Berikut ini adalah beberapa dampak buruk jika anak jarang diajak ngobrol oleh orangtuanya yang telah dirangkum oleh Popmama.com.
