Mama juga perlu menjelaskan kepada anak tentang makanan yang perlu dihindari selama berpuasa, terutama karena konsumsi berlebihan makanan tersebut dapat berdampak buruk pada kesehatan.
Salah satu contoh makanan yang perlu dihindari adalah makanan yang mengandung terlalu banyak gula.
Konsumsi gula berlebihan dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat diikuti dengan penurunan yang tajam, yang dapat membuat anak merasa lemas dan tidak bertenaga. Contoh makanan yang mengandung banyak gula termasuk minuman bersoda, permen, kue-kue manis, dan makanan pencuci mulut lainnya.
Selanjutnya, Mama juga perlu menjelaskan tentang bahaya konsumsi terlalu banyak garam. Konsumsi garam berlebihan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan penyakit kardiovaskular lainnya pada anak-anak. Makanan yang tinggi garam biasanya termasuk makanan olahan, camilan asin, dan makanan cepat saji.
Lemak jenuh juga perlu dihindari karena dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan masalah kesehatan lainnya. Contoh makanan yang tinggi lemak jenuh termasuk makanan cepat saji, daging berlemak, dan produk olahan lainnya.
Penggunaan Mono Sodium Glutamat (MSG) sebagai penyedap rasa juga perlu diperhatikan. Terkadang makanan membutuhkan penyedap rasa seperti MSG untuk memperkaya cita rasa makanan.
Tetapi perlu diingat bahwa penggunaannya sebaiknya tidak berlebihan, karena MSG hanya sebagai bumbu penyedap makanan tambahan, bukan sebagai pengganti dari rasa alami makanan.
Nah, itulah cara berbuka puasa yang benar dan sehat yang dapat Mama ajarkan kepada anak-anak agar mereka senantiasa bugar dan sehat selama menjalani ibadah puasa. Dengan mengajarkan anak cara berbuka puasa yang benar dan sehat, Mama membantu mereka memahami pentingnya menjaga kesehatan tubuh, terutama selama bulan Ramadan.
Selain itu, ini juga menjadi kesempatan bagus untuk membentuk kebiasaan makan sehat yang dapat mereka terapkan sepanjang tahun.